Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Musim Hujan Rawan DBD, Masyarakat Diimbau Lakukan PSN Dengan 3 M Plus Mandiri

Musim Hujan Rawan DBD, Masyarakat Diimbau Lakukan PSN Dengan 3 M Plus Mandiri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar,  Selasa 23 Februari 2021

 

Musim Hujan Rawan DBD, Masyarakat Diimbau Lakukan PSN Dengan 3 M Plus Mandiri

 

Pelaksanaan Foging dan Penyerahan Abate kepada masyarakat di beberapa desa/kelurahan beberapa waktu lalu.

BALI, indonesiaexpose.co.id – Ditengah mewabahnya Pandemi Covid-19, Pemkot Denpasar juga mengajak masyarakat untuk tidak lengah terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini lantaran saat ini sedang musim penghujan yang menyebabkan potensi penularan DBD menjadi tinggi. .

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. IB Eka Putra saat dikonfirmasi Selasa (23/2) menjelaskan bahwa Demam Berdarah atau Demam Dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue.

“Iya walaupun saat ini kita sedang masa pencegahan dan penanganan Covid-19, kita juga wajib mewaspadai penyakit DBD,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, guna meminimalisir adanya kasus DBD di Kota Denpasar, Fogging serentak telah dilaksanakan secara masif dan menyeluruh. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar secara mandiri. Hal ini dapat dilaksanakan dengan Pemantauan Jentik Nyamuk Secara Berkala dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri.

“Fogging hanya membasmi nyamuk dewasanya saja, sedangkan jentik-jentik nyamuknya tidak terbunuh, dan fogging membasmi nyamuk hanya pada saat hari itu saja, besoknya bila ada nyamuk baru yang lahir dari jentik tidak akan terbunuh,” jelasnya

“Dengan melaksanakan secara mandiri gerakan 3 M Plus, yakni Menguras, Menutup, Menyingkirkan/Mendaur Ulang, dan Menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dbersihkan, hal ini dapat dilaksanakan secara rutin minimal seminggu sekali secara mandiri, sedangkan untuk fogging masal sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Desa/Kelurahan,” imbuhnya

Eka Putra juga berharap masyarakat juga secara aktif untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari adanya genanangan di rumah atau pun wilayah sekitar rumah.

Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk memantau tempat penampungan air yang potensial positif jentik secara berkelanjutan, memelihara ikan pemakan jentik, memakai lotion anti nyamuk, menggunakan kasa nyamuk pada setiap lubang ventilasi rumah, tidak membiasakan diri menggantung pakaian di sembarang tempat serta meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan

“Mari bersama mencegah DBD, selain juga waspada penyebaran Covid-19,” tutup dr. IB Eka Putra.
(070).

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Bertambah 13 Orang, Kasus Positif Bertambah 58 Orang

    Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Bertambah 13 Orang, Kasus Positif Bertambah 58 Orang

    • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 13 April  2021   Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Bertambah 13 Orang, Kasus Positif Bertambah 58 Orang   Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai Bali, indonesiaexpose.co.id – Perkembangan Kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih berlangsung fluktuatif. Berdasarkan data resmi pada Selasa (13/4), Kota Denpasar mencatatkan penambahan kasus sembuh […]

  • Proyek KCJB Capai 88,8 Persen, Presiden Berharap Tumbuhnya Ekonomi Baru

    Proyek KCJB Capai 88,8 Persen, Presiden Berharap Tumbuhnya Ekonomi Baru

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Bandung, Kamis  13  Oktober  2022 Proyek KCJB Capai 88,8 Persen, Presiden Berharap Tumbuhnya Ekonomi Baru Presiden Joko Widodo meninjau progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 13 Oktober 2022. (Foto:ist)   Jawa  Barat,  indonesiaexpose.co.id  –  Presiden Joko Widodo meninjau progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) […]

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  10  Juni  2020   Walikota Rai Mantra Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Gunung Agung     Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra meninjau langsung suasana operasional dengan adaptasi kebiasaan baru di Pasar Gunung Agung, Rabu (10/6/2020).   BALI,  INDEX  –  Pemkot Denpasar saat ini bersiap dalam penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru, utamanya di […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  6  April  2021   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  15  April  2023 Walikota Jaya Negara Pimpin Apel Gelar Pasukan Angkutan Terpadu Lebaran Tahun 2023.Pastikan Kelancaran Arus Mudik dan Balik, Siagakan 4 Posko Dengan 206 Personil Gabungan   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat melaksanakan Peninjauan Angkutan Mudik Lebaran Tahun 2023 usai […]

  • Beban berat yang ditanggung Petani ditambah lagi kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan 

    Beban berat yang ditanggung Petani ditambah lagi kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan 

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Denpasar,  Selasa  29  Oktober  2019   Beban berat yang ditanggung Petani ditambah lagi kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan     BALI,  INDEX  –  Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara justru membuat petani makin terpuruk, misalnya, lewat kebijakan menaikkan pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga mencekik para petani. PBB itu dikeluhkan lantaran nominalnya semakin meningkat sehingga […]

expand_less