Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kampus ITB STIKOM Bali, Lakukan berbagai Inovasi guna menghasilkan Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas dan Competen di era Society.5.o.

Kampus ITB STIKOM Bali, Lakukan berbagai Inovasi guna menghasilkan Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas dan Competen di era Society.5.o.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Selasa 22 Juni  2021

 

Kampus ITB STIKOM Bali, Lakukan berbagai Inovasi guna menghasilkan Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas dan Competen di era Society.5.o.

 

 Ketua APTISI Pusat Dr. M. Budi Djatmiko (tengah) foto bersama pejabat struktural ITB STIKOM Bali usai memberikan presentasi tentang tantangan perguruan tinggi di era Society 5.0.

 

Bali, indonesiaexpose.co.id  – Kemajuan zaman menuntut kita untuk melakukan pembaruan. Tak terkecuali pada sistem pendidikan. Berbagai inovasi dalam dunia pendidikan, telah banyak dilakukan agar mencapai tujuan untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkompeten.

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Dr. M. Budi Djatmiko mengatakan, perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh dunia kini dalam bahaya. Jika tidak segera melakukan inovasi pembelajaran, maka nasibnya akan sama dengan perusahaan taksi atau ojek convensional. Di Indonesia, dari 195 perusahan taksi, kini tersisah hanya 15 perusahaan. Sebagian besar sudah bangkrut, tergilas taksi online uber, grab, dan gojek. Perguruan tinggi juga akan mengalami nasib yang sama jika tidak segera melakukan inovasi.

” Misalnya saja  di bidang perhotelan. Jaringan hotel internasional seperti JW Marriott, Hilton, Westin yang dibangun dangan biaya triliunan rupiah kini dikendalikan oleh marketplace Traveloka, Pegipegi, Mister Aladin dan Agoda yang mungkin hanya membutuhkan anggaran Rp 1 miliar untuk pengembangan sistem aplikasinya. Tapi mereka kini justru menjadi pemilik ribuan hotel di seluruh dunia tanpa harus susah payah membangun hotel,” terang Dr. M. Budi Djatmiko ketika mempresentasikan tantangan perguruan tinggi di era Society 5.0 di depan para pejabat STIKOM Bali Group bertempat di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Senin (21/06/2021).

Menurutnya, hasil penelitian Universitas Indonesia tahun 2016 menyebutkan hotel menerima tamu langsung hanya 4 persen. Sisahnya dipasok oleh marketplace tadi.

Dia mengingatkan, kampus-kampus convensional yang saat ini tegak berdiri megah juga akan mengalami nasib yang sama seperti hotel, dikendalikan oleh kampus online yang mengandalkan teknologi.

“Mereka cari mahasiswa, tinggal bagi hasil dengan kampus model lama,” sambungnya.

Di Amerika Serikat, Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) sudah melakukan inovasi pembelajaran jarak jauh. Para mahasiswa asing tidak perlu lagi datang ke Amerika.

“Saat ini 7 persen mahasiswa baru Harvard University tetap tinggal di negaranya, tidak perlu ke Amerika, begitu juga di MIT ada 10 persen mahasiswa baru tetap tinggal di negaranya,” kata Djatmiko.

Masih terkait urusan “plesiran” tersebut, korban nyata kehadiran marketplace menggilas dunia kampus dirasakan oleh kampus – kampus pariwisata. “Sekarang ini saja sedikitnya 48 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata sudah tutup,” kata Djatmiko.

Dewasa ini manusia berada di era Revolusi Industri IV atau R.IV. Tapi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (26 Desember 2012 – 16 September 2020) menilai R.IV justru mendegradasi peran manusia dalam kemajuan teknologi. Karena itu Abe menelorkan konsep masyarakat baru yang dikenal dengan sebutan Society 5.0. Yakni sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human centered) dengan berbasis pada kemajuan teknologi (technology based). Lalu apa yang harus dilakukan perguruan tinggi di Indonesia menghadapi perubahan yang begitu cepat itu?

“Dibutuhkan seorang perusak sistem lama, kita butuh seorang CDO atau Chief Disruption Officer,” tegas Djatmiko.

Dia memberi ilustrasi begini. Di era Pandemi Covid – 19 ini perusahaan-perusahaan besar berlomba mencari seoramg CEO (Chief Executive Officer) yang handal untuk menjalankan bisnisnya, maka saatnya kampus membutuhkan seorang CDO, seorang rektor perusak kampus, yakni sosok yang mampu melakukan inovasi dan adaptasi dengan perubahan serta melabrak zona nyaman yang ada di kampus selama ini.

“Kampus harus segera membuat inovasi, ke depan dosen bukanlah segalanya karena mahasiswa bisa belajar di mana saja, kapan saja dengan berbagai sumber digital,” tegas Budi Djatmiko.

Menurut dia, kata kuncinya teletak pada kemampuan dosen untuk membuat dan mengkolaborasikan empat poin ini.

“Pertama, literasi data, yaitu kemampuan untuk membaca, analisis dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital. Kedua, literasi teknologi, yakni memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (cooding, artificial inteligence, machine learning, engineering principles, biotech). Ketiga, literasi manusia, yaitu humanities, komunikasi dan desain. Keempat adalah pembelajaran sepanjang hayat,” pungkas Budi Djatmiko.

(077)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah penularan Covid-19, Kelurahan Sesetan Laksanakan Penyemprotan Disinfektan Hingga Pemberian Masker Gratis

    Cegah penularan Covid-19, Kelurahan Sesetan Laksanakan Penyemprotan Disinfektan Hingga Pemberian Masker Gratis

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  17  November  2020   Cegah penularan Covid-19, Kelurahan Sesetan Laksanakan Penyemprotan Disinfektan Hingga Pemberian Masker Gratis Seorang petugas sedang melakukan penyemprotan disinfektan di Kelurahan Sesetan , Selasa (17/11/2020).   BALI,  INDEX  –  Kasus Covid-19 sampai saat ini masih ditemukan terjadi penularan di masyarakat. Untuk mengantisipasi semakin meluasnya kasus berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah maupun berbagai […]

  • Cegah  Penyebaran  Covid-19,  Polda Metro Jaya Bagikan 250  Ribu  Masker di Kawasan  Jababeka

    Cegah  Penyebaran  Covid-19,  Polda Metro Jaya Bagikan 250  Ribu  Masker di Kawasan  Jababeka

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu  02  September  2020   Cegah  Penyebaran  Covid-19,  Polda Metro Jaya Bagikan 250  Ribu  Masker di Kawasan  Jababeka   (Foto/Ist) JAKARTA,  INDEX   – Menghadapi kecenderungan peningkatan angka positif Covid-19, jajaran Polda Metro Jaya berpartisipasi aktif mencegah lonjakan angka penularan. Antara lain dengan membagikan sekitar 250 ribu masker di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, […]

  • Desa Adat Pedungan Gelar Upacara Atma Wedana dan Mepandes Massal, Rai Mantra dan Jaya Negara Nyangging

    Desa Adat Pedungan Gelar Upacara Atma Wedana dan Mepandes Massal, Rai Mantra dan Jaya Negara Nyangging

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  23  September  2019   Desa Adat Pedungan Gelar Upacara Atma Wedana dan Mepandes Massal, Rai Mantra dan Jaya Negara Nyangging   Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat nyanggingin dalam Karya Atma Wedana (Nyatur Rebah) Lan Mepandes Desa Adat Pedungan, Soma Umanis Medangkungan, Seni (23/9) di […]

  • Beragam Alasan OTG-GR di Denpasar yang Menolak Isote.Mulai Dari Rumah Kosong Hingga Hewan Piaraan

    Beragam Alasan OTG-GR di Denpasar yang Menolak Isote.Mulai Dari Rumah Kosong Hingga Hewan Piaraan

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  01  September  2021   Beragam Alasan OTG-GR di Denpasar yang Menolak Isote.Mulai Dari Rumah Kosong Hingga Hewan Piaraan     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19, pemerintah mewajibkan OTG-GR untuk melakukan isolasi terpusat (Isoter). Dimana khusus untuk di Kota Denpasar, sudah disiapkan sebanyak 8 tempat isolasi terpusat. Akan tetapi, dilapangan masih […]

  • Kepastian Delivery Time PT Tiki JNE, Pengusaha Kopi ini tidak berpaling ke Jasa pengiriman lain

    Kepastian Delivery Time PT Tiki JNE, Pengusaha Kopi ini tidak berpaling ke Jasa pengiriman lain

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Singaraja, Minggu 15 September 2019   Kepastian Delivery Time PT Tiki JNE, Pengusaha Kopi ini tidak berpaling ke Jasa pengiriman lain   (Foto/ist) BALI, INDEX –  I Komang Sukarsana, pemuda asal Desa Songan, Kabupaten Bangli – Bali, membuktikan menjadi petani itu asyik dan membanggakan. Sejak tahun 2010, dia setia dengan kebun kopi arabika Kintamani. Kini, […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  05  Oktober  2025 Renungan  Joger

expand_less