Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » XL Axiata – BROL Terus Perkaya Fitur Dengan Aplikasi Laut Nusantara, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna

XL Axiata – BROL Terus Perkaya Fitur Dengan Aplikasi Laut Nusantara, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 18  Minggu   Juli 2021.

 

XL Axiata – BROL Terus Perkaya Fitur

Dengan Aplikasi Laut Nusantara, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Aplikasi Laut Nusantara semakin canggih dengan kemampuan untuk mendeteksi keberadaan ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi. Fitur terbaru dalam aplikasi besutan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) – Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tersebut adalah pendeteksi keberadaan ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore. Ketiganya adalah ikan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi primadona di pasar dunia. Fitur baru ini sudah bisa dimanfaatkan para nelayan sejak Juli 2021.

“Kami memang terus berupaya meningkatkan fungsi dan manfaat dari aplikasi Laut Nusantara ini. Visi kami jelas, yaitu membantu para nelayan Indonesia untuk mampu produktif dan aman dalam bekerja sehingga akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Apalagi, teman-teman dari BROL memiliki semua kompetensi yang dibutuhkan untuk memperkaya manfaat aplikasi ini, dengan data-data hasil riset yang melimpah, dan bisa diimplementasikan menjadi sarana digital yang mendukung masyarakat nelayan kecil di seluruh Indonesia. Secara bertahap akan terus bertambah fitur-fitur baru yang bisa meningkatkan kemampuan aplikasi Laut Nusantara,” kata Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Marwan O Baasir .

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kelautan, Dr. I Nyoman Radiarta, M.Sc. menyampaikan bahwa keberadaan fitur baru pendeteksi ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi merupakan terobosan dalam upaya meningkatkan pendapatan para nelayan dengan mengubah paradigma nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan. Dalam aplikasi ini, informasi ditampilkan secara sederhana untuk membantu nelayan sehingga kegiatan penangkapan ikan dapat dilakukan secara efektif, efisien dan aman.

Peneliti BROL, Eko Susilo menjelaskan, cara kerja fitur pendeteksi ikan-ikan tersebut adalah dengan mendeteksi lokasi daerah penangkapan ikan berdasarkan kesesuaian kondisi laut, yang menurut berbagai penelitian sebagai area tempat ikan berkumpul. Kesesuaian tersebut didasarkan pada kriteria front suhu dan tingginya kesuburan perairan. Front suhu adalah daerah pertemuan antara massa air hangat dan dingin. Sedangkan kesuburan perairan yang tinggi berasosiasi dengan tersedia makanan ikan, berupa plankton, yang melimpah. Kedua kriteria tersebut dianalisis menggunakan data citra satelit.

“Sedangkan untuk pelikan tuna dan cakalang, dihasilkan melalui pendekatan kesesuaian habitat ikan. Kriteria kesesuaian habitat ikan tersebut dianalisis menggunakan pemodelan numerik dan pendekatan statistik non-linear. Yang jelas, lokasi-lokasi keberadaan ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore ditampilkan secara sederhana sehingga bisa dengan mudah digunakan oleh nelayan, ” papar Eko.

Ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore tersebut memang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dari data Pusat Informasi Pelabuhan Kementerian Kelautan dan Perikanan, harga Tuna Sirip Kuning di kisaran Rp 50.000/kg, Tuna Sirip Biru sekitar Rp. 100.000/kg, dan Albacore sekitar Rp 50.000/kg. Sampai tingkat konsumen, harga jual bisa mencapai hingga 3 kali lipatnya. Sementara itu di pasar internasional, seekor tuna Bluefin harganya pernah menembus rekor dunia dengan harga Rp 25 miliar dengan bobot 276 kg.

Sebelumnya, aplikasi Laut Nusantara telah memiliki fitur pendeteksi ikan bernilai ekonomi tinggi lainnya yaitu Lemuru Bali, Tuna Mata Besar, dan Cakalang. Ikan Tuna dan Ikan Cakalang punya nilai permintaan yang tinggi di Indonesia dan pasar Internasional. Pada tahun 2017, Indonesia memasok lebih dari 16% produksi Tuna, Tongkol dan Cakalang dunia. Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, selama triwulan I 2021 komoditas Tuna, Tongkol, dan Cakalang (CTC) menempati primadona kedua untuk ekspor dengan nilai 228,55 juta dollar AS atau 13,08 dari total nilai ekspor sektor perikanan. Hal ini menjadikan Tuna, Tongkol, dan Cakalang menjadi prioritas KKP. Sementara itu, Lemuru merupakan ikan khas/spesifik di selat Bali.

Sejauh ini sudah ada 55 ribu pengguna aktif aplikasi Laut Nusantara. Mayoritas pengguna merupakan masyarakat nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia melalui sosialisasi yang diselenggarakan bersama Balai Riset dan Observasi Laut maupun instansi lainnya seperti BAKAMLA dan Pemerintah Daerah. Hingga saat ini ada lebih dari 5.000 nelayan yang telah menerima sosialisasi langsung. Mereka kemudian menginformasikan penggunaan aplikasi ini kepada para sejawatnya. Hingga tahun 2020 lalu, XL Axiata dan BROL telah menjalin Kerjasama dengan sekitar 29 wilayah kabupaten/kota di berbagai provinsi untuk implementasi aplikasi Laut Nusantara.

(009)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Ingatkan Isu Strategis Pemilu yang Harus Diwaspadai

    Wagub Ingatkan Isu Strategis Pemilu yang Harus Diwaspadai

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Semarang, Selasa  05  September  2023 Wagub Ingatkan Isu Strategis Pemilu yang Harus Diwaspadai   (foto/ist)   Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta seluruh pihak mewaspadai sejumlah isu strategis, yang biasanya muncul saat pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Rakor Forum Komunikasi Pimpinan […]

  • Ida Gede Komang Kresna Budi, Ketua Komisi Dua DPRD Prov.Bali :  Gubernur Bali diharapkan buka kunjungan Manca Negara saat Libur Natal dan Tahun Baru 2021

    Ida Gede Komang Kresna Budi, Ketua Komisi Dua DPRD Prov.Bali :  Gubernur Bali diharapkan buka kunjungan Manca Negara saat Libur Natal dan Tahun Baru 2021

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  16  Desember  2020   Ida Gede Komang Kresna Budi, Ketua Komisi Dua DPRD Prov.Bali :  Gubernur Bali diharapkan buka kunjungan Manca Negara saat Libur Natal dan Tahun Baru 2021   ketua komisi 2 DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi   BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Bali terus berupaya untuk menanggulangi pandemi ini dengan dukungan […]

  • Pemkot Denpasar-Korea Jajaki Kerjasama Penerapan Smart Water Management Sistem

    Pemkot Denpasar-Korea Jajaki Kerjasama Penerapan Smart Water Management Sistem

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 30 September 2022   Pemkot Denpasar-Korea Jajaki Kerjasama Penerapan Smart Water Management Sistem   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Terkait penerapan sistem Smart Water Management yang berbasis Informasi Komunikasi dan Teknologi (ICT), Pemkot Denpasar jajaki kerjasama dengan Pemerintah Korea. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat melaksanan pertemuan dengan Manager of K-Water […]

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Bali, Jumat 18  November  2022

  • IGN Alit Kesuma Kelakan DPR RI : Tanah Rakyat Dipakai PLN , Ganti Rugi Belum Dibayar

    IGN Alit Kesuma Kelakan DPR RI : Tanah Rakyat Dipakai PLN , Ganti Rugi Belum Dibayar

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle 080
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  07  Mei  2026 IGN Alit Kesuma Kelakan DPR RI : Tanah Rakyat Dipakai PLN , Ganti Rugi Belum Dibayar   Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah (Alit) Kesuma Kelakan (tengah), melakukan kunjungan langsung ke PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali pada Rabu (6/5/2026).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Kasus belum dibayarnya ganti […]

  • XL Axiata Gelar CTPR Masterclass, Bangun Kapasitas Masa Depan Telekomunikasi yang Terkonvergensi

    XL Axiata Gelar CTPR Masterclass, Bangun Kapasitas Masa Depan Telekomunikasi yang Terkonvergensi

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  13  Agustus  2024. XL Axiata Gelar CTPR Masterclass, Bangun Kapasitas Masa Depan Telekomunikasi yang Terkonvergensi     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menjadi tuan rumah dalam simposium CTPR (Converged Telecommunications Policy and Regulations) Masterclass 2024, 12-16 Agustus 2024 di XL Axiata Tower Jakarta. Simposium ini digelar dalam upaya memperkuat […]

expand_less