Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Angka Kematian Akibat Gagal Ginjal Akut Anak di Indonesia Bertambah, Dari 17 Kasus di Bali 11  Meninggal Dunia

Angka Kematian Akibat Gagal Ginjal Akut Anak di Indonesia Bertambah, Dari 17 Kasus di Bali 11  Meninggal Dunia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 23 Okt 2022
  • visibility 301
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu 23 Oktober 2022

Angka Kematian Akibat Gagal Ginjal Akut Anak di Indonesia Bertambah, Dari 17 Kasus di Bali 11  Meninggal Dunia

 

” Kasus Gangguan Ginjal Akut Masih Diteliti, Dinkes Provinsi Bali Keluarkan Edaran untuk Tidak Meresepkan Obat Cair/Sirup”.

Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan resmi mengeluarkan surat edaran kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Bali untuk tidak meresepkan obat sirup kepada pasien terutama pasien anak. Edaran ini terkait dengan munculnya kasus gangguan ginjal akut pada anak berusia 0-18 tahun yang diduga berasal dari cemaran etilen glikol pada produk obat cair/ sejenis sirup. “Jadi kita menghimbau, agar jangan dulu diberikan obat berjenis cair atau sirup, karena penelitian masih berproses untuk menemukan penyebab pasti dari gangguan ginjal akut ini. Mudah-mudahan penyebab pastinya bisa ditemukan dalam waktu dekat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Gede Anom dalam jumpa pers di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar pada Jumat (21/10).

Anom menjelaskan, memang berdasarkan penelitian sementara ada zat yang berada di atas ambang batas yang ditemukan pada produk obat berbentuk cair dan zat tersebut diduga menjadi penyebab dari maraknya kasus gangguan ginjal akut. Anom juga menyebut dugaan bahwa zat tersebut berasal dari cairan pelarut yang digunakan untuk mengencerkan obat tersebut. “ Namun sekali lagi, sebabnya masih diteliti lebih lanjut agar lebih jelas,” tandasnya.

Dengan adanya edaran tersebut, Anom juga menghimbau pedagang besar farmasi, instalasi farmasi pemerintah, apotek, instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, dan praktik mandiri tenaga kesehatan untuk tidak menjual dulu obat berbentuk cair atau sirup termasuk juga untuk produk-produk yang dijual secara bebas atau tanpa resep dokter. “Jadi tolong jangan jual dulu (obat,red) yang cair, dan masyarakat saya kira juga dengan mencuatnya kasus ini juga jadi lebih peka untuk menghindari dahulu konsumsi obat cair,” tukas Anom.

Sementara itu, terkait kasus belakangan Anom juga menyatakan hingga saat ini sudah ada 17 kasus pada anak, yang terkonfirmasi merupakan akibat gangguan ginjal akut sejak medio Agustus lalu. Dari jumlah tersebut, 11 anak dinyatakan meninggal dan sisanya sudah sembuh. Namun dirinya masih enggan menyatakan bahwa semua kasus hal tersebut adalah akibat cemaran EG di sirup obat yang dikonsumsi pasien tanpa ada hasil penelitian yang pasti. “Karenanya saya juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan, apabila ada gejala seperti frekuensi buang air kecil berkurang bahkan tidak sama sekali dengan atau tanpa diiringi demam, diare, pilek, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” himbaunya. “Jika ditangani dengan cepat, hasilnya pasti bagus. Jadi jangan sampai telat,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali dr I Gusti Ngurah Sanjaya Putra menekankan bahwa dari 17 kasus, 6 orang anak sudah sembuh total dan sampai saat ini belum ada kasus baru yang ditemukan.

“Sebagian besar yang meninggal, kondisinya sudah berat dan rata-rata meninggal dalam keadaan fungsi ginjal sangat terminal, yang kita sebut gagal ginjal akut,” jelas dokter di RSUP Ngoerah ini.

“Saya harap mudah-mudahan tidak ada kasus seperti ini lagi dengan adanya himbauan dan sosialisasi agar tidak menggunakan dulu obat cair,” katanya.

Terkait dengan obat pengganti sirup, dr Sanjaya mengemukakan bahwa untuk sementara bisa beralih dulu ke jenis puyer yang mudah dicairkan di rumah.

“Misalnya untuk 12 kilogram butuh 125 mg atau 10 mg/ per 1 kg berat anak. Kalau genap ‘kan gampang menghitungnya. Tapi kalau berat badan ganjil atau tidak yakin silahkan ke apoteker,” jelasnya.

Sebelum edaran dari Dinkes Provinsi Bali, juga telah dikeluarkan himbauan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang meminta apotek maupun tenaga kesehatan untuk menghentikan sementara pemberian obat sirup. BPOM juga telah mengumumkan lima produk obat sirup di Indonesia yang mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) melampaui ambang batas aman yaitu pertama Termorex Sirop (obat demam), produksi PT Konimex; Flurin DMP Sirop (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama; Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries; Unibebi Demam Sirop (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries; dan Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries.

(110)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  18  Oktober  2025 Renungan  Joger

  • Berikan Kenyamanan Pelanggan, Wawali Jaya Negara Launching Separator Gojek

    Berikan Kenyamanan Pelanggan, Wawali Jaya Negara Launching Separator Gojek

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Denpasar,  Kamis  06  Agustus  2020   Berikan Kenyamanan Pelanggan, Wawali Jaya Negara Launching Separator Gojek   BALI,  INDEX  –  Di tengah pandemi Covid-19, Gojek terus beradaptasi dan berprinsip menjalankan pedoman cara hidup untuk berkegiatan sehari-hari selama pandemi. Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan (J3), sebagai langkah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara di […]

  • Bupati Badung  Apresiasi Pandangan Umum Fraksi DPRD

    Bupati Badung  Apresiasi Pandangan Umum Fraksi DPRD

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle 110
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Mangupura, Senin 13  Juli  2026 Bupati Badung  Apresiasi Pandangan Umum Fraksi DPRD   Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga DPRD Kabupaten Badung Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Badung, Senin (13/07/2026).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga […]

  • Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Tambah 6 Orang, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh

    Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Tambah 6 Orang, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  24  April  2020   Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Tambah 6 Orang, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai   BALI,  INDEX  –  Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar kembali terjadi. Dari informasi resmi web save city Covid-19 Kota Denpasar diketahui terjadi penambahan […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  15  November  2025 Renungan  Joger

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  24  Oktober  2021   Renungan  JOGER  

expand_less