Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Giri Tribroto, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara : Kinerja  Jasa  Keuangan Bali Tunjukan  Penguatan  di Tengah  Pandemi

Giri Tribroto, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara : Kinerja  Jasa  Keuangan Bali Tunjukan  Penguatan  di Tengah  Pandemi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 5 Des 2022
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ubud, Senin 05  Desember  2022

 

 Giri Tribroto, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara : Kinerja  Jasa  Keuangan Bali Tunjukan  Penguatan  di Tengah  Pandemi

 

Yan Jimmy Hendrik S. – Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Perizinan, Giri Tribroto – Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Ananda R. Mooy – Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dan Budi Susetiyo – deputi direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda.Ubud, Kab.Gianyar-Bali,  Senin (5/12/2022)siang.(foto/indonesiaexpose.co.id)

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Bali posisi Oktober tahun 2022, tumbuh menguat seiring dengan kinerja perekonomian domestik.

“Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi yang masih berjalan baik, walaupun pertumbuhan kredit lebih rendah dibandingkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK),” kata Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto, pada acara media gathering di Ubud, Kab.Gianyar-Bali,  Senin (5/12/2022)siang.

Lanjutnya, ditengah laju inflasi yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi global, perbankan masih berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya. Karena, profil risiko Industri Jasa Keuangan posisi Oktober 2022 masih terkendali.

” Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Rasio Loan at Risk (LaR) mengalami penurunan. Sementara itu, kecukupan modal BPR yang tercermin pada rasio CAR BPR terjaga di atas threshold,” sambungnya.

Disisi lain, jelas Tribroto, untuk restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 di Bali (berdasarkan lokasi proyek) mengalami penurunan, yaitu dari Rp 45,80 Triliun posisi Desember 2020 menjadi Rp35,54 Triliun atau turun sebesar 22,39% posisi September 2022.

Berdasarkan sektor ekonomi, restrukturisasi kredit karena Covid-19 berlokasi proyek di Provinsi Bali didominasi oleh sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (porsi 37,48%), sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (porsi 23,63%), dan sektor Rumah Tangga (17,56%).

“Sehubungan dengan perkembangan kondisi ekonomi nasional dan daerah, serta menyikapi akan berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan pada Maret 2023, OJK mengambil kebijakan mendukung segmen, sektor, industri dan daerah tertentu (targeted) yang memerlukan periode restrukturisasi kredit/pembiayaan tambahan selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024. Bali menjadi daerah yang mendapatkan perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan tersebut.,” jelasnya.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor 34/KDK.03/2022 tentang Penetapan Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum, Sektor Tekstil dan Produk Tekstil Serta Alas Kaki, Segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Provinsi Bali sebagai Sektor dan Daerah yang Memerlukan Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank.

Pada posisi Oktober 2022, baik penyaluran kredit maupun penghimpunan DPK perbankan di Bali mengalami pertumbuhan. Performa ini turut berkontribusi terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi di Provinsi Bali di tengah semakin terkendalinya kondisi pandemi Covid-19.

Penyaluran kredit mencapai Rp98,18 Triliun atau tumbuh 3,45% (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,22% (yoy). Pertumbuhan kredit Bank Umum di Bali sebesar 3,33% (yoy), sedangkan BPR mencapai 4,28% (yoy). Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit didorong oleh peningkatan kredit Modal Kerja dan Investasi.

Berdasarkan sektornya, pertumbuhan kredit disumbangkan oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan. Peningkatan penyaluran kredit ini seiring dengan kebijakan pelonggaran aktifitas masyarakat dan meningkatnya aktifitas pariwisata di Bali.

Sementara itu penghimpunan DPK mencapai Rp137,22 Triliun atau tumbuh double digit yaitu 20,11% (yoy) tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 17,63% (yoy). Berdasarkan Kelompok Bank Modal Inti (KBMI), peningkatan DPK secara qtq didorong oleh kelompok bank pada KBMI 4.

Secara individual bank, PT BPD Bali (KBMI 1) menyumbang peningkatan Giro terbesar secara qtq. Disamping itu, berdasarkan jenisnya, peningkatan DPK ditopang oleh kenaikan Giro dan Tabungan. Kondisi tersebut mencerminkan perekonomian di Provinsi Bali sudah mulai menggeliat.

Fungsi intermediasi posisi Oktober 2022 turun dibandingkan dengan Triwulan sebelumnya, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) turun dari 73,16% menjadi 71,55%. Hal tersebut disebabkan pertumbuhan kredit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan DPK.

Realisasi penyaluran KUR Tahun 2022 sampai dengan Oktober 2022 sebesar Rp8,24 Triliun atau 89,30% dari target KUR 2022 sebesar Rp9,23 Triliun. Realisasi KUR terbesar pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran (43,52%), Pertanian (17,43%) dan Industri Pengolahan (13,18%).

Jumlah investor pasar modal wilayah Bali masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi yang mencapai double digit dengan kecenderungan tumbuh melandai. Pada Oktober 2022, jumlah investor saham di Bali sebanyak 92.516 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 30,75% (yoy).

Demikian juga untuk jumlah investor Reksa Dana dan SBN masing-masing tumbuh sebesar 38,99% (yoy) dan 35,85% (yoy). Pertumbuhan juga ditunjukkan oleh nilai transaksi saham dan kepemilikan saham. Nilai transaksi saham di Bali mencapai Rp4,11 Triliun, terkontraksi -3,68% (yoy). Sementara itu, nilai kepemilikan saham di Bali mencapai Rp4,21 Triliun, tumbuh 7,07% (yoy).

Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan di Bali posisi Oktober 2022 mulai menunjukkan gairahnya setelah pada periode sebelumnya terus mengalami kontraksi. Pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan di Bali mencapai Rp6,68 Triliun, tumbuh 6,91% (yoy).

Pembiayaan tersebut didominasi oleh pembiayaan kepada Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor. Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui peer to peer lending tumbuh double digit sebesar 95,24% (yoy). Pembiayaan Modal Ventura sebesar Rp77,53 Milyar atau tumbuh 72,19% (yoy).

Di sisi lain, risiko pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Modal Ventura di Bali mengalami penurunan, masing-masing dengan rasio NPF sebesar 1,56% dan 3,51%.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%, naik dibanding tahun 2019 yang hanya 38,03%. Sementara indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 85,10% meningkat dibanding periode SNLIK sebelumnya di tahun 2019 yaitu 76,19%.

Hal tersebut menunjukkan gap antara tingkat literasi dan tingkat inklusi semakin menipis, dari 38,16% di tahun 2019 menjadi 35,42% di tahun 2022. Di Bali sendiri, Indeks Literasi Keuangan meningkat menjadi 57,66% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 38,06%. Sementara itu, Indeks Inklusi Keuangan Bali sebesar 92,21% lebih tinggi daripada capaian nasional yang sebesar 85,10%.

Sasaran prioritas literasi keuangan tahun 2023 adalah pelajar/santri, UMKM, penyandang disabilitas dan masyarakat daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Sedangkan sasaran prioritas inklusi keuangan tahun 2023 adalah segmen perempuan, pelajar, mahasiswa dan UMKM, masyarakat di wilayah perdesaan, dan sektor jasa keuangan syariah.

Pada tahun 2022 hingga bulan November terdapat 332 pengaduan di Provinsi Bali. Sebanyak 74,40% dari pengaduan tersebut terkait sektor perbankan sementara 25,60% merupakan IKNB. Berdasarkan status pengaduan, sebanyak 294 pengaduan sudah ditutup, 15 pengaduan telah ditangani oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), 14 pengaduan telah ditangani oleh LAPS, dan 9 pengaduan menunggu tanggapan dari konsumen.

Kerja pengaturan dan pengawasan yang solid dan forward looking akan terus dilakukan oleh OJK untuk menjaga stabilitas industri jasa keuangan dengan senantiasa memonitor perkembangan perekonomian global dan domestik setiap waktu.

“OJK terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder dengan 3 perilaku kunci insan OJK yaitu Kolaboratif, Proaktif, dan Bertanggung Jawab dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah meningkatnya tekanan & ketidakpastian global,” tutup Giri Tribroto.

Hadir pada acara tersebut, Ananda R. Mooy – Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Budi Susetiyo – deputi direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda, Yan Jimmy Hendrik S. – Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Perizinan.

(081)

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar Salurkan Bantuan Program TJSL Untuk Masyarakat Senilai Rp.180 juta.

    PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar Salurkan Bantuan Program TJSL Untuk Masyarakat Senilai Rp.180 juta.

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 24 Oktober 2022   PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar Salurkan Bantuan Program TJSL Untuk Masyarakat Senilai Rp.180 juta. Deputy Operasional PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar Beta Vektor Riski  menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) , Insidentil sebesar Rp. 180 juta rupiah , bertempat di Kantor Pegadaian, Renon, Denpasar – Bali, Jumat […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Bali, Senin  04  Mei  2020   Renungan  JOGER  

  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan RS. Premagana, PT. Gana Batubulan Lakukan MOU Dengan PT. Jagatdita Makmur Sejahtera.

    Tingkatkan Kualitas Pelayanan RS. Premagana, PT. Gana Batubulan Lakukan MOU Dengan PT. Jagatdita Makmur Sejahtera.

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Gianyar, Jumat  07  Pebruari  2025 Tingkatkan Kualitas Pelayanan RS. Premagana, PT. Gana Batubulan Lakukan MOU Dengan PT. Jagatdita Makmur Sejahtera.     Bali,  indonesiaexpose.co.id   -PT. Gana Batubulan dan PT. Jagatdita Makmur Sejahtera resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka kerja sama strategis untuk pengembangan RSU Premagana. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan […]

  • Wawali Arya Wibawa, Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Denpasar Tahun 2024.

    Wawali Arya Wibawa, Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Denpasar Tahun 2024.

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  03  Februari  2023 Wawali Arya Wibawa, Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Denpasar Tahun 2024.     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Penyelenggaraan forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar Tahun 2024 dibuka Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa Jumat (3/2/2023) secara daring di Kantor Walikota Denpasar. Penyelengaraan oleh […]

  • STIKOM  BALI

    STIKOM BALI

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  08  Maret  2022   STIKOM  BALI

  • Pemerintah  Kota  Denpasar, Bali

    Pemerintah  Kota  Denpasar, Bali

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  12  Maret  2021   Pemerintah  Kota  Denpasar, Bali    

expand_less