Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Dapati Pegunungan Kendeng Lebih Banyak Jagung Ketimbang Tanaman Keras, Ganjar Minta Ada Evaluasi

Dapati Pegunungan Kendeng Lebih Banyak Jagung Ketimbang Tanaman Keras, Ganjar Minta Ada Evaluasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Grobokan, Rabu 25  Januari  2023

Dapati Pegunungan Kendeng Lebih Banyak Jagung Ketimbang Tanaman Keras, Ganjar Minta Ada Evaluasi

 

(Foto/ist)

 

Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo prihatin melihat kondisi kawasan Pegunungan Kendeng yang berada di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Persentase tanaman jagung di kawasan itu lebih besar dibanding tanaman keras atau pepohonan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tidak ada penahan air di kawasan pegunungan, sehingga berkontribusi pada bencana banjir di Grobogan.

“Nah ternyata di sini ada pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) bersama Perhutani. Bagus, tapi kan ada syarat persentase. Syaratnya itu 50 persen harus tegakan, kalau saya lihat di belakang itu 99 persen tidak ada tegakan. Semuanya ditanami jagung,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ,melalui siaran resminya, Rabu (23/1/2023).

Ganjar tak menampik jika tanaman jagung itu bagus bagi masyarakat, karena memberikan nilai tambah perekonomian. Namun, perlu juga diperhatikan terkait kondisi lingkungan dan kebutuhan tanaman keras atau pepohonan, sebagai penyangga maupun penahan air. Bila mayoritas ditanami jagung dan hujan deras karena cuaca ekstrem, maka akan berpotensi menyebabkan bencana, misalnya longsor.

“Karena apa? Karena tidak ada tanaman yang menahan,” lanjut Ganjar.

Melihat kondisi tersebut, dia langsung meminta dilakukan evaluasi terkait pemanfaatan lahan di Pegunungan Kendeng Utara itu. Berdasarkan keterangan dari pihak Perhutani selaku pemilik lahan, sebagian lahan di kawasan itu merupakan PHBM dan sebagian lagi perhutanan sosial, dengan komoditas paling besar tanaman jagung.

“Sekarang kita evaluasi. Kalau masih seperti ini ya bahaya. Sekarang harus kita review, itu paling tidak butuh waktu sekitar 4-5 tahun, hingga tanaman keras (pohon) itu betul-betul bisa menggigit (akarnya),” jelas Ganjar didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Setelah ada evaluasi, Ganjar meminta agar pengelolaan kawasan itu lebih diperhatikan lagi. Berapa persentase tegakan dan bawah tegakan yang diharuskan, serta berapa persentase yang dikelola.

“Bukan kemudian mengelola seluruh lahannya, terus digunduli gini,” tutupnya. (088)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson : Lockdown Berakhir,Lepas Masker dan Tak Ada Jaga Jarak

    Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson : Lockdown Berakhir,Lepas Masker dan Tak Ada Jaga Jarak

    • calendar_month Rabu, 7 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    London, Rabu 07 Juli  2021   Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson : Lockdown Berakhir,Lepas Masker dan Tak Ada Jaga Jarak   Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson saat umumkan pelonggaran lockdown (foto/Ist)   Inggris, indonesiaexpose.co.id  – Di saat Indonesia sedang ketatnya melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sebuah keputusan berani dan luar biasa […]

  • Dukung Kenyamanan Aktivitas Masyarakat  Jaringan XL Axiata Siap Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru

    Dukung Kenyamanan Aktivitas Masyarakat Jaringan XL Axiata Siap Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa 21  Oktober 2021   Dukung Kenyamanan Aktivitas Masyarakat Jaringan XL Axiata Siap Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru Teknisi XL Axiata sedang melakukan pemeriksaan perangkat BTS yang berada di Ajibata, Kabupaten Toba. Menjelang libur Nataru (Foto/Ist)   Tim XL Axiata juga sudah menyiapkan rekayasa pengalihan atau pemecahan trafik jika terjadi kepadatan di suatu […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  28  September  2021 Renungan  JOGER  

  • Pemerintah  Kota  Denpasar, Bali

    Pemerintah  Kota  Denpasar, Bali

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 31 Juli 2023 Pemerintah  Kota  Denpasar, Bali  

  • Serangkaian Bulan Bung Karno, Ny. Antari Jaya Negara Serahkan Bantuan Kursi Roda

    Serangkaian Bulan Bung Karno, Ny. Antari Jaya Negara Serahkan Bantuan Kursi Roda

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  06  Juni  2022   Serangkaian Bulan Bung Karno, Ny. Antari Jaya Negara Serahkan Bantuan Kursi Roda       Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Memasuki bulan Juni dan juga bertepatan dengan rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2022, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar pada Senin (6/6/2022) melaksanakan penyerahan bantuan kursi roda kepada 4 warga […]

  • DPRD Bali Pertanyakan Progres Satpol PP

    DPRD Bali Pertanyakan Progres Satpol PP

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  27  Juni  2025 DPRD Bali Pertanyakan Progres Satpol PP   Komisi I DPRD  Bali mengadakan rapat tindaklanjuti rekomendasi DPRD Provinsi Bali terkait bangunan liar, di  Pantai Bingin dan Step Up , bertempat di Ruang rapat gabungan lantai 3 DPRD Bali, Kamis (26/6/2025).   Bali, indonesiaexpose.co.id – Komisi I DPRD Provinsi Bali mengadakan rapat […]

expand_less