Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Mengenal Pemahaman Filosofis Masyarakat Hindhu Bali.

Mengenal Pemahaman Filosofis Masyarakat Hindhu Bali.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Jumat  05  Mei  2023

Mengenal Pemahaman Filosofis Masyarakat Hindhu Bali.

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Banyak pihak bertanya tanya bahkan ada menyebut masyarakat Bali didalam melaksanakan aktifitas keagamaannya suka menghambur hamburkan uang dan boros.

Berawal dari hal tersebut media ini, mengunjungi penglingsir Geria Kawan Ida Bagus Rai Jendra atau sering dipanggil Kakyang Rai dan mohon penjelasan beliau.
Bagaimana Memahami Dasar Filosofis Masyarakat Hindhu Bali Dalam Melaksanakan Aktivitas Keagamaan ? Jum’at, 4 Mei di Geryanya.

Kakyang Rai menjelaskan, secara umum setiap Agama itu pasti mempunyai Hakekat, Tujuan Beragama itu Apa dan Bagaimana Cara Untuk Mencapainya. Dalam hal ini bisa dirujuk dipahami dari filsafat / tatwa, etika/susila dan sosial dari masing-masing pemeluk agama yang meyakininya.

Menurut Sri Swami Sivananda, di India terdapat Enam sistim filsafat ( Sad Darsana) yang bersifat Astika atau Ortodox yang mempercayai otoritas dari Weda yaitu:
1. Nyaya dari Rsi Gautama,
2 Waisesika dari Rsi Kanada ,
3 Sankhya dari Kapila Muni,
4 Yoga dari Maharsi Patanjali,
5 Mimamsa dari Jaimini dan
6 Wedanta dari Wiyasa Badarayana.

Disamping aliran filsafat yang astika/ortodox, terdapat juga aliran filsafat yang nastika/hetrodox yang tidak berpegang pada otoritas Weda yaitu:
1. Aliran Materialistik dari Sarwaka,
2. Sistim Jaina,
3. Aliran Waibhasika/Pengenalan,
4. Aliran Sutrantika/Perwakilan,
5. Aliran Yogacara/Idealisme dan
6.Aliran Nihilisme dari Madhyamika.

Kalau kita perhatikan dari 6 aliran filsafat yabg Astika(Ortodox) yang mempunyai pengaruh besar / paling menonjol terhadap aktivitas kehidupan beragama Hindu di Bali, dapat disebutkan: Wedanta dan Yoga sedangkan yg lainnya seperti Nyaya dan Sankya sering dijadikan rujukan dalam penelitian sains akademik.

Yoga merupakan pengendalian aktivitas pikiran dan penyatuan roh pribadi dengan roh tertinggi. Yoga Sutra dari Maharsi Patanjali menjadi buku acuan yang tertua dari aliran filsafat Yoga yang terdiri dari 4 Bab yaitu:

Pertama Samadhi Pada yang berisi penjelasan tentang sifat dan tujuan Samadhi.
Kedua Sadhana Pada menjelaskan tentang cara pencapaian tujuan ini.
Ketiga yaitu Wibhuti Pada, memberikan uraian tentang daya-daya supra alami Sidhi yang dapat dicapai melalui pelaksanaan yoga.
Bab Keempat yaitu Kaiwalya Pada memberikan penjelasan tentang sifat dari pembebasan/pelepasan.

Raja Yoga dikenal dengan nama Astanga Yoga yaitu:
1. Yama (larangan),
2. Niyama (ketaatan,
3. Asana (sikap badan),
4. Pranayama (pengendalian nafas),
5. Pratyahara (penarikan indrya),
6. Dharana ( konsentrasi),
7. Dhyana ( meditasi) dan
8. Samadhi (keadaan supra sadar).

Filsafat Wedanta dari Wiyasa Badarayana, melahirkan beberapa aliran pemikiran Metaphisika dan tiga yg utama adalah :
1. Dwaita dari Sri Madwa Carya,
2. Wisistadwaita dari Sri Ramanuja Carya dan 3. Adwaita dari Sri Sankara Carya.

Mereka semua nampak pada jalan yang menuju kebenaran terakhir yaitu Para Brahman. Dwaita (Dualism), Wisistadwaita (Monisme Terbatas) dan Adwaita ( Monisme Murni) kesemuanya akhirnya memuncak pada Adwaita Wedantis perwujudan Yang Mutlak.

Sri Madwa Carya mengatakan bahwa Manusia adalah Pelayan Tuhan, sedangkan Sri Ramanuja Carya mengatakan bahwa Manusia adalah cahaya atau percikan Tuhan dan Sri Sangkara Cahya mengatakan bahwa Manusia identik dengan Brahman atau Roh Abadi.

Selama ini yang kita ketahui dalam pelaksanaan aktivitas kegiatan keagamaan , masyarakat Hindu Bali berpegang kepada filsafat campuran / ortopraktis, suatu filsafat kebijakan/ kearifan lokal yg didasarkan kepada pengalaman-pengalaman/tradisi, bhisama, dresta, desa kala patre termasuk nunas bawos.

Dari petunjuk buku-buku atau kitab-kitab keagamaan yg dikeluarkan instansi instansi terkait di Bali antara lain menjelaskan/ memberi petunjuk ” Tentang tujuan utama beragama Hindhu serta cara untuk mencapainya ( yang bersumber/sesuai dengan Weda)”.

Adapun Tujuan Utama adalah : “Moksahtam Jagaditham “. Pemahaman tentang Moksahtam Jagaditham kiranya masih tergantung dari tingkat kesadaran pendakian sepiritual setiap orang Hindhu.

Isaac Newton hanya penemu hukum gravitasi bukan pencipta karena Rta (hukum alam ) sudah ada demikian pula dengan Teori Evolusi yang sangat termasyur yang ditemukan Charles Darwin, jadi mereka hanya penemu bukan pencipta.

Dari landasan keyakinan atas Srada ini dirumuskan adanya lima kewajiban Yadnya ( Panca Yadnya) yang patut dilaksanakan oleh Umat Hindhu Bali :
1 Dewa Yadnya,
2 Resi Yadnya,
3 Manusia Yadnya,
4 Pitra Yadnya dan
5 Butha Yadnya.

Dalam setiap melaksanakan kewajiban Yadnya senantiasa melibatkan banyak orang dengan berbagai profesi yang sesuai dengan tabiat karakter masing- masing.
Sesuai Weda, ada 4 ( Empat) Jalan Utama Menuju Moksa yang bisa ditempuh oleh Umat Manusia ( sudah mewakili tabiat karakter manusia yg ada didunia) yaitu:
1. Karma Yoga/Marge,
2. Bakti Yoga/Marge,
3. Raja Yoga Marge, dan
4. Jnane Yoga/Marge.

” Kesimpulannya, Weda menekankan bahwa Umat Manusia didalam melaksanakan kewajiban, jalan apapun yang ditempuh, mesti dilandasi dengan Hati Yang Tulus tanpa ada kepentingan lain selain karena Kewajiban itu sendiri,” tutup Kakyang Rai.

(072)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karya Melaspas dan Peresmian Kantor Lurah Tanjung Benoa

    Karya Melaspas dan Peresmian Kantor Lurah Tanjung Benoa

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Badung, Senin  05  Januari  2025 Karya Melaspas dan Peresmian Kantor Lurah Tanjung Benoa   Foto : Karya Melaspas Dan Peresmian Kantor Lurah Tanjung Benoa   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya melaspas, Caru Wraspati Kalpa Alit, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit lan Piodalan Mendem Pedagingan serta menandatangani Prasasti Kantor Lurah Tanjung […]

    • calendar_month Selasa, 20 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Bali, Senin  19  Juli  2021 ITB  Stikom  Bali

  • LSPR : Sayangi  Anak  Autisme  dari  Keluarga  Pra-Sejahtera  

    LSPR : Sayangi  Anak  Autisme  dari  Keluarga  Pra-Sejahtera  

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Jakarta,  Senin  15  Februari  2021   LSPR : Sayangi  Anak  Autisme  dari  Keluarga  Pra-Sejahtera     JAKARTA,  indonesiaexpose.co.id  – Berbeda namun memiliki talenta. Agaknya, kalimat ini memang pas bila ditujukan kepada individu autistik. Meski tergolong individu berkebutuhan khusus, namun mereka selalu memiliki keistimewaan yang tidak terduga. Talenta yang terasah dapat membuat mereka berkontribusi kepada masyarakat […]

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  02  April  2023   Renungan JOGER

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  29  Januari  2021   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  24  Agustus  2021   Renungan  JOGER    

expand_less