Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumatera Utara » Sumatera Koyak Diterjang Bencana! Ratusan Nyawa Melayang, Ribuan Mengungsi, Akses Terputus Total”

Sumatera Koyak Diterjang Bencana! Ratusan Nyawa Melayang, Ribuan Mengungsi, Akses Terputus Total”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tapanuli Utara, Selasa  25   November 2025

Sumatera Koyak Diterjang Bencana! Ratusan Nyawa Melayang, Ribuan Mengungsi, Akses Terputus Total”

 

 

Sumatera Utara, indonesiaexpose.co.id  –  Bencana banjir bandang dan tanah longsor telah melanda sebagian besar wilayah Pulau Sumatera sejak akhir November 2025, memicu krisis kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Peristiwa bencana alam ini telah merenggut sedikitnya 62 nyawa, membuat puluhan ribu warga terpaksa mengungsi, dan memutus akses vital di tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Sumatera Utara, bencana terjadi serentak di sejumlah wilayah seperti Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Derasnya hujan memicu banjir bandang hingga longsor yang merusak jembatan, menghambat akses jalan, dan menyebabkan ribuan warga harus mengungsi. Pemerintah Provinsi Sumut juga telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan.

Musibah ini bermula dari hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera secara terus-menerus sejak sekitar 21-23 November 2025. Curah hujan ekstrem ini memicu luapan sungai dan tanah longsor di berbagai titik.

  • Sekitar 21-23 November 2025: Hujan intensitas tinggi dimulai di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, menandai awal pola cuaca ekstrem.
  • 24 November 2025: Cuaca ekstrem memicu banjir dan longsor secara bersamaan di empat kabupaten di Sumatera Utara: Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
  • 25 November 2025: Hujan deras terus mengguyur, menyebabkan luapan sungai di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Empat warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, meninggal akibat tertimbun material longsor sekitar pukul 07.00 WIB. Bibit Siklon 95B di Selat Malaka berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar pada pukul 07.00 WIB. Status tanggap darurat ditetapkan di Tapanuli Utara hingga 9 Desember 2025. Banjir juga melanda Kota Langsa, Aceh, pukul 10.20 WIB, serta Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada sore hari, dan Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, pada pagi hari. Lima orang ditemukan meninggal dunia di Humbang Hasundutan akibat banjir bandang.

Bencana ini melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera, mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di Sumatera Utara, daerah terdampak meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Nias, Kota Gunung Sitoli, Langkat, Kota Medan, Padangsidempuan, dan Serdang Bedagai. Sementara itu, di Sumatera Barat, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, Kota Solok, Padang Panjang, Limapuluh Kota, dan Pasaman turut merasakan dampaknya. Di Aceh, bencana terjadi di Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

Kondisi geografis yang beragam, mulai dari lereng perbukitan yang rawan longsor hingga dataran rendah dan pesisir yang rentan banjir, memperparah dampak bencana. Banyak permukiman warga yang berada di bantaran sungai atau kaki bukit menjadi sasaran utama terjangan air dan material longsor. Gangguan jaringan telekomunikasi dan akses jalan yang terputus membuat beberapa daerah terisolasi, menyulitkan upaya evakuasi dan penyaluran bantuan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa faktor pemicu lainnya meliputi:

Siklon Tropis Senyar: Berevolusi dari Bibit Siklon 95B di Selat Malaka, siklon ini memicu pertumbuhan awan konvektif dan hujan lebat di Aceh serta Sumatera Utara.

Siklon Tropis Koto: Berada di Laut Sulu, siklon ini memengaruhi pola belokan angin dan penarikan massa udara basah, memperkuat hujan lebat di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumatera Utara.

Indeks Ocean Dipole Negatif: Kondisi ini turut memicu pertemuan arus angin dan massa udara di Sumatera Barat, memperparah curah hujan ekstrem di wilayah tersebut.

Kombinasi fenomena cuaca regional dan global ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil, menyebabkan curah hujan jauh di atas normal dan memicu bencana hidrometeorologi berskala besar.

(212)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Pemberdayaan Ummat, Pegadaian Gandeng PP Pemuda Muhammadiyah

    Tingkatkan Pemberdayaan Ummat, Pegadaian Gandeng PP Pemuda Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin 31 Mei 2021   Tingkatkan Pemberdayaan Ummat, Pegadaian Gandeng PP Pemuda Muhammadiyah   Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – PT Pegadaian (Persero) perluas jaringan keagenan berbasis syariah dengan menggandeng PP Pemuda Muhammadiyah dalam penyediaan produk, layanan dan keagenan Pegadaian Syariah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT […]

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Denpasar,  Rabu  24  Maret  2021   Jaya Wibawa Rutin Lakukan Peninjauan, Pemkot Maksimalkan Vaksinasi Menuju Sanur Zona Hijau   Walikota Jaya Negara melakukan peninjauan vaksinasi Covid-19 di Hotel Puri Santrian, Sanur. Pada Rabu (24/3/2021).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemkot Denpasar terus berupaya untuk memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Daerah Sanur. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung […]

  • Kebijakan Inflasi Badung Diimplementasikan di Banjar Penyarikan

    Kebijakan Inflasi Badung Diimplementasikan di Banjar Penyarikan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle 110
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Mangupura, Sabtu 13 Juni  2026 Kebijakan Inflasi Badung Diimplementasikan di Banjar Penyarikan   Foto : Kebijakan Inflasi Badung Diimplementasikan Di Banjar Penyarikan   Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan mulai diimplementasikan hingga tingkat banjar. Salah satunya dilakukan oleh Banjar Adat […]

  • Tingkatkan  Pemasaran, PT Pegadaian  Gandeng  Mitra  Kurir   jadi   Agen

    Tingkatkan  Pemasaran, PT Pegadaian  Gandeng  Mitra  Kurir   jadi   Agen

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  19  Februari 2021   Tingkatkan  Pemasaran, PT Pegadaian  Gandeng  Mitra  Kurir   jadi   Agen       BALI,  indonesiaexpose.co.id  – PT Pegadaian (Persero) menggandeng Lazada Logistics untuk memperdayakan Mitra Kurir Lazada sebagai agen Pegadaian yang diyakini dapat membantu memasarkan produk ke masyarakat. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) […]

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Badung, Sabtu  08  Oktober  2022   Jelang KTT G20, Menhub dan Gubernur Bali Tinjau Kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menerima kedatangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster dalam agenda peninjauan kesiapan bandara jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Bali, Minggu 05 Desember  2021   Renungan  JOGER  

expand_less