Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » UNESCO WARNING :  Made Urip Dukung Pansus TRAP Selamatkan Jatiluwih

UNESCO WARNING :  Made Urip Dukung Pansus TRAP Selamatkan Jatiluwih

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tabanan, Minggu  07  Desember  2025

UNESCO WARNING :  Made Urip Dukung Pansus TRAP Selamatkan Jatiluwih

 

Drs. I Made Urip, M.Si.Tokoh senior Bali sekaligus mantan Anggota DPR RI lima (5) periode.

 

Bali, indonesiaexpose.co.id  —  Ancaman pencabutan status Warisan Budaya Dunia UNESCO untuk Jatiluwih mengguncang perhatian nasional. Anggota Komisi VI DPR RI, IGN Alit Kesuma Kelakan (Fraksi PDIP), memberikan tanggapan keras dan menegaskan perlunya langkah cepat sebelum Indonesia benar-benar kehilangan salah satu ikon dunia.

Tokoh senior Bali sekaligus mantan Anggota DPR RI lima (5) periode, Drs. I Made Urip, M.Si., dan kini menjabat Anggota Pokja Percepatan Pembangunan Pemerintah Prov Bali, bidang Pertanian menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan DPRD Bali dalam menertibkan berbagai pelanggaran pembangunan yang terjadi di kawasan “Jatiluwih”, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Kawasan yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage/WBD) sejak 2012 itu tengah menghadapi tekanan serius akibat pembangunan pariwisata yang tidak terkendali. Alih fungsi lahan yang kian masif dikhawatirkan mengancam kelestarian sistem “subak” yang menjadi tulang punggung penetapan WBD tersebut.

Status WBD Bukan Sekadar Gelar, Ini Warisan Leluhur yang Tidak Boleh Rusak

Made Urip menegaskan, status WBD yang diperoleh melalui proses panjang merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi masyarakat Bali. Jika status itu sampai dicabut oleh UNESCO akibat pelanggaran tata ruang, maka kerugian budaya, ekonomi, dan citra Bali akan sangat besar.

“Jika status WBD dicabut, kerugiannya tidak terhitung. Ini ikon dunia yang diwariskan leluhur, bukan hanya untuk dinikmati hari ini, tetapi untuk dijaga bersama,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, ajaran Hindu melalui konsep “Tri Hita Karana” menegaskan pentingnya keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Jatiluwih sebagai kawasan pertanian berteras yang unik merupakan perwujudan nyata dari prinsip tersebut.

Alih Fungsi Lahan dan Pembangunan Komersial Diwaspadai

Anggota Pokja Percepatan Pembangunan Pemprov Bali, Madyudut, juga menyoroti masifnya alih fungsi lahan dan pembangunan fasilitas komersial di Jatiluwih yang dinilai melampaui batas kewajaran.

Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berpotensi merusak struktur lanskap budaya subak yang menjadi dasar utama penetapan Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Alih fungsi lahan yang tidak terkendali dapat mengancam predikat itu. Ini bukan hanya soal pembangunan, tetapi soal keberlanjutan subak dan kelestarian alam,” tegasnya.

Kunjungan Wisatawan Meningkat, Ekonomi Warga Terdongkrak

Sejak ditetapkan sebagai WBD oleh UNESCO, Jatiluwih memang mengalami lonjakan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Keindahan hamparan sawah berundak dan sistem irigasi tradisional subak menjadi daya tarik utama dunia.

Made Urip mengakui, pariwisata telah memberi dampak positif pada ekonomi warga.

“Wisatawan datang karena ingin melihat sawah, subak, dan kehidupan tradisi di Jatiluwih. Ini membawa berkah bagi masyarakat. Karena itu justru harus dijaga, bukan diubah menjadi kawasan beton,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan agar ekonomi tumbuh tanpa merusak lingkungan dan warisan leluhur.

“Jangan sampai Jatiluwih Menjadi Kebun Beton”

Politisi senior Bali itu mengingatkan bahwa pembangunan berlebihan justru dapat menghapus karakter utama Jatiluwih sebagai lanskap budaya pertanian.

“Tugas kita adalah menjaga agar tidak terjadi konversi lahan berlebihan. Jangan sampai Jatiluwih menjadi kebun beton. Kalau alam rusak, wisata pun ikut mati,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat, pemerintah, dan pelaku pariwisata harus bersatu menjaga kelestarian kawasan ini agar tetap menjadi kebanggaan dunia dan sumber penghidupan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Harapan untuk Pemerintah dan Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali.

Made Urip mengapresiasi langkah Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan yang turun langsung menemukan pelanggaran di lapangan. Ia mendorong agar penertiban dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pembinaan kepada masyarakat.

“Saya sangat mendukung Pansus. Penertiban harus dilakukan tegas, karena menyelamatkan kawasan WBD berarti menyelamatkan masa depan Bali,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten meningkatkan pengawasan agar Jatiluwih tetap terjaga sesuai nilai-nilai budaya dan ketentuan UNESCO.

Kelestarian Jatiluwih adalah Tanggung Jawab Bersama

Sebagai warisan budaya dunia, Jatiluwih bukan hanya milik Tabanan atau masyarakat subak, melainkan aset budaya global yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Kelestarian Jatiluwih menentukan masa depan pertanian Bali dan citra Bali sebagai destinasi budaya dunia. Ini tanggung jawab kita semua,” tutup Made Urip.

Jatiluwih bukan sekadar sawah berundak. Ini adalah identitas Bali, warisan dunia, dan sumber hidup ribuan petani.

(080)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Fraksi PDIP DPRD  Bali Dr. (c) Made Supartha ,S.H.,M.H.,

    Ketua Fraksi PDIP DPRD  Bali Dr. (c) Made Supartha ,S.H.,M.H.,

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Bali, Senin 22 Desember 2025 Ketua Fraksi PDIP DPRD  Bali Dr. (c) Made Supartha ,S.H.,M.H.,  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  29  Agustus  2019   Renungan  JOGER  

  • Berpotensi Menimbulkan Kerumunan, Fasilitas Publik Diawasi Tim Yustisi Kota Denpasar

    Berpotensi Menimbulkan Kerumunan, Fasilitas Publik Diawasi Tim Yustisi Kota Denpasar

    • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Denpasar,  Rabu  11  Agustus  2021   Berpotensi Menimbulkan Kerumunan, Fasilitas Publik Diawasi Tim Yustisi Kota Denpasar     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Tim Yustisi Kota Denpasar laksanakan pemantauan prokes sasar masyarakat yang masih menggunakan fasilitas umum untuk berolahraga saat pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV. Kegiatan pemantauan kali ini dilaksanakan secara mobile dan stationer […]

  • Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Komisi IV  Prov.Bali :  Generasi Milenial dan Gen-Z Siap memilih Paslon Koster-Giri

    Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Komisi IV  Prov.Bali :  Generasi Milenial dan Gen-Z Siap memilih Paslon Koster-Giri

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  15  Oktober  2024 Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Komisi IV  Prov.Bali :  Generasi Milenial dan Gen-Z Siap memilih Paslon Koster-Giri   Anggota Komisi IV DPRD Bali Ni Wayan Sari Galung, S.Sos.,   Bali, indonesiaexpose.co.id  – Pilkada 2024 menjadi momentum penting bagi demokrasi di Indonesia, di mana generasi muda, terutama Gen Z dan Milenial, […]

  • Komitmen Atasi Inflasi,  Jaya Negara Tinjau Giat Pasar Murah di Desa Dangin Puri Kelod

    Komitmen Atasi Inflasi,  Jaya Negara Tinjau Giat Pasar Murah di Desa Dangin Puri Kelod

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 16  November  2022 Komitmen Atasi Inflasi,  Jaya Negara Tinjau Giat Pasar Murah di Desa Dangin Puri Kelod Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Komitmen Pemerintah Kota Denpasar di dalam menekan laju inflasi terus gencar dilaksanakan. Kali ini Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara meninjau langsung pelaksanaan Operasi Pasar Murah yang diselenggarakan di Wantilan Jaba Pura Desa Adat Yangbatu, Desa Dangin Puri Kelod, […]

  • Tingkatkan Produktivitas, Petani Gianyar Manfaatkan Listrik Percepat Pertumbuhan Tanaman

    Tingkatkan Produktivitas, Petani Gianyar Manfaatkan Listrik Percepat Pertumbuhan Tanaman

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Gianyar, Rabu 30 Juni 2021   Tingkatkan Produktivitas, Petani Gianyar Manfaatkan Listrik Percepat Pertumbuhan Tanaman     Bali, indonesiaexpose.co.id   – Saat ini perekonomian masyarakat Bali, khususnya sektor pariwisata masih berjuang untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid – 19. Namun, sektor lain seperti pertanian mampu bertahan bahkan meningkatkan produktivitasnya untuk menyokong perekonomian Bali. “Ketika situasi […]

expand_less