Pansus TRAP Geram : Kupas Tuntas Tukar Guling & Pembabatan Mangrove BTID
- account_circle 080
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Sabtu 02 Mei 2026
Pansus TRAP Geram : Kupas Tuntas Tukar Guling & Pembabatan Mangrove BTID

Bali, indonesiaexpose.co.id — Skandal dugaan tukar guling lahan dan pembabatan hutan mangrove di proyek raksasa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali kian memanas. Proyek yang dikelola PT Bali Turtle Island Development di Pulau Serangan kini resmi masuk dalam pendalaman serius legislatif.

DPRD Provinsi Bali melalui surat yg di tandatangani langsung oleh Ketua Dewan Dewa Made Mahayadnya dan Panitia Khusus (Pansus) Penegakan Peraturan Daerah terkait Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) memanggil langsung pimpinan manajemen BTID tanpa perwakilan dalam rapat dengar pendapat krusial.
Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Senin, 4 Mei 2026
Waktu: 10.00 WITA
Tempat: Ruang Rapat Gabungan Lantai III, Gedung DPRD Provinsi Bali

Ketua Dewan DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya dan Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr. (c) I Made Supartha S.H.,M.H menegaskan, pemanggilan ini bukan sekadar klarifikasi biasa tetapi demi menjaga alam, kebudayaan dan masyarakat, sebagainana di atur dalam perda perda strategis terkait pariwisata Bali. Legislator akan menperdalam dugaan pelanggaran serius terkait tukar guling tanah mangrove yang dinilai bermasalah secara hukum dalam proyek KEK Kura-Kura Bali.
Sejumlah data penting telah disiapkan untuk menguji legalitas dan komitmen lingkungan pihak pengembang. Dugaan pembabatan mangrove yang mencuat sebelumnya memperkuat tekanan publik terhadap proyek yang sejak awal diklaim mengusung konsep berkelanjutan.
Jika terbukti melanggar, kasus ini berpotensi menjadi salah satu skandal lingkungan terbesar di Bali, dengan implikasi hukum, ekologis, dan sosial yang luas.
Situasi memanas. Semua mata kini tertuju pada rapat 4 Mei 2026 —momen penentuan nasib proyek kontroversial tersebut.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: Siregar
- Sumber: tim Index
