Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Pansus   TRAP DPRD Bali  Bongkar  “Kotak  Pandora ” PT. Jimbaran  Hijau,Warga  Bali  Minta  Presiden  Prabowo  Turun  Tangan !

Pansus   TRAP DPRD Bali  Bongkar  “Kotak  Pandora ” PT. Jimbaran  Hijau,Warga  Bali  Minta  Presiden  Prabowo  Turun  Tangan !

  • account_circle 110
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 441
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mangupura, Jumat  08  Mei  2026

Pansus   TRAP DPRD Bali  Bongkar  “Kotak  Pandora ” PT. Jimbaran  Hijau,Warga  Bali  Minta  Presiden  Prabowo  Turun  Tangan !

 

Bali , indonesiaexpose.co.id  — Alam Bali Dirusak, Hak Rakyat Diduga Dirampas Investor.

Gelombang protes masyarakat kembali mencuat terkait dugaan perampasan hak warga dan pembatasan akses tempat suci di kawasan Bali Selatan. Warga bersama tim kuasa hukum masyarakat korban  konflik lahan dengan PT Jimbaran Hijau (PT.JH) meminta Presiden Prabowo Subianto segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang dinilai telah melukai rasa keadilan masyarakat adat Bali.

Tim kuasa hukum masyarakat menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Pansus yang disebut mulai membuka “kotak pandora” dugaan pelanggaran hak masyarakat oleh investor. Menurut mereka, sejumlah fakta di lapangan menunjukkan adanya pembatasan akses masyarakat menuju rumah tinggal hingga tempat ibadah.

“Rumah warga sampai ditembok. Untuk masuk ke rumah sendiri warga disebut harus memutar bahkan melompati tembok. Ini sangat ironis terjadi di tanah leluhur masyarakat Bali,” ujar tim kuasa hukum masyarakat UPE TAUFANI MOKOAGOW, SH saat di temui di Jimbaran,Kab.Badung, Jumat (8/5/2026).

Selain persoalan akses rumah warga, masyarakat adat juga menyoroti dugaan pembatasan aktivitas ibadah menuju pura. Warga menilai tindakan tersebut bertentangan dengan perlindungan terhadap tempat suci dan hak konstitusional masyarakat adat.

Tempat Suci Tidak Boleh Disertifikatkan

Masyarakat menegaskan bahwa aturan mengenai kawasan suci dan tempat ibadah di Bali sudah jelas. Tempat suci keagamaan tidak boleh diperjualbelikan maupun disertifikatkan untuk kepentingan bisnis tertentu apabila menghilangkan fungsi sakral dan akses publik adat.
Sejumlah pihak menilai dugaan praktik penguasaan lahan yang menutup akses masyarakat dapat melanggar berbagai ketentuan hukum nasional.

Dugaan Pelanggaran UUD 1945 dan Aturan Hukum

1. Pasal 28H Ayat (1) UUD 1945
Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, serta mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Diduga dilanggar apabila:
Warga kehilangan akses menuju rumah.
Lingkungan hidup rusak akibat pembangunan yang tidak berpihak pada masyarakat.
2. Pasal 28E Ayat (1) dan (2) UUD 1945
Menjamin kebebasan memeluk agama dan beribadah.
Diduga dilanggar apabila:
Akses masyarakat menuju pura dibatasi.
Aktivitas keagamaan masyarakat adat terganggu.
3. Pasal 18B Ayat (2) UUD 1945
Negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya.
Diduga dilanggar apabila:
Tanah leluhur masyarakat adat dikuasai tanpa perlindungan hak adat.
Hak tradisional masyarakat diabaikan.
4. UU Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960
Mengatur tanah harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
5. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pihak yang menyebabkan kerusakan lingkungan dapat dikenai:
Sanksi administratif
Ganti rugi lingkungan
Pidana penjara
Denda miliaran rupiah
6. KUHP Pasal 167
Tentang larangan memasuki atau menguasai pekarangan tanpa hak dan menghalangi pemilik sah menggunakan haknya.
Warga Desak Pemerintah Pusat Bertindak
Masyarakat berharap pemerintah pusat, Kementerian ATR/BPN, hingga aparat penegak hukum segera turun melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan pelanggaran hak masyarakat adat tersebut.
Warga menegaskan perjuangan ini bukan hanya soal tanah, tetapi menyangkut harga diri masyarakat adat, kelestarian alam Bali, dan kesucian pura yang diwariskan turun-temurun.

Bali bukan untuk dijual. Tanah leluhur dan tempat suci harus dilindungi negara,” tegas perwakilan warga.

Kasus dugaan konflik lahan dan pembatasan akses warga di Bali ini kini menjadi sorotan publik. Masyarakat meminta negara hadir melindungi hak rakyat kecil serta menjaga kesucian tanah adat dan tempat ibadah di Pulau Dewata.

(110)

  • Penulis: 110
  • Editor: Siregar
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasien Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 6 Orang

    Pasien Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 6 Orang

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  01 Juni  2020   Pasien Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 6 Orang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai   BALI,  INDEX  –  Kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar kembali bertambah. Pada Senin (1/6/2020) tercatat 6 orang dinyatakan positif Covid-19. Diketahui keenamnya masing-masing terdiri atas laki-laki […]

  • Aktivitas Digital Masyarakat Meningkat Selama Libur Pergantian Tahun  Trafik Data XL Axiata Melonjak 70%

    Aktivitas Digital Masyarakat Meningkat Selama Libur Pergantian Tahun Trafik Data XL Axiata Melonjak 70%

    • calendar_month Senin, 4 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  5  Januari 2021.   Aktivitas Digital Masyarakat Meningkat Selama Libur Pergantian Tahun Trafik Data XL Axiata Melonjak 70%   JAKARTA,  indonesiaepose.co.id  –  Jaringan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil melalui masa libur panjang Natal hingga Tahun Baru 2021 dengan baik tanpa hambatan yang berarti. Selama periode 24 Desember 2020 hingga 2 Januari […]

  • Wakil Bupati Bangli Hadiri Serah Terima Barang dan Pekerjaan TPS 3R Untuk 3 Desa di Kecamatan Kintamani

    Wakil Bupati Bangli Hadiri Serah Terima Barang dan Pekerjaan TPS 3R Untuk 3 Desa di Kecamatan Kintamani

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Bangli, Rabu  15  November  2023 Wakil Bupati Bangli Hadiri Serah Terima Barang dan Pekerjaan TPS 3R Untuk 3 Desa di Kecamatan Kintamani   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Serah terima pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) program kegiatan TPS 3R dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali (BPPW BALI) […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  09  September  2025 Renungan  Joger

  • Bali  Bangkit : Pemprov Bali Gelar Kick Off Meeting AIHSP

    Bali  Bangkit : Pemprov Bali Gelar Kick Off Meeting AIHSP

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  22  Oktober  2021   Bali  Bangkit : Pemprov Bali Gelar Kick Off Meeting AIHSP Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Walaupun masih dimasa pandemi Covid-19, namun secara berangsur-angsur pemulihan kesehatan dan ekonomi terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Salah satunya melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang menyelenggarakan Kick Off Meeting Penguatan Kegiatan Komunikasi Risiko & Komunikasi […]

  • Presiden Jokowi: Pencabutan PSBB dan PPKM Tunggu Kajian

    Presiden Jokowi: Pencabutan PSBB dan PPKM Tunggu Kajian

    • calendar_month Senin, 26 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  27  Desember  2022   Presiden Jokowi: Pencabutan PSBB dan PPKM Tunggu Kajian   Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangannya kepada awak media usai meresmikan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 26 Desember 2022. Foto: BPMI Setpres Kajian tersebut antara lain mencakup sero survei untuk melihat tingkat antibodi pada populasi masyarakat. Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Presiden Joko Widodo […]

expand_less