Mahasiswa Kepung DPRD Bali, Legislator Janji Kawal Tuntutan ke Pusat
- account_circle 080
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Senin 22 Juni 2026
Mahasiswa Kepung DPRD Bali, Legislator Janji Kawal Tuntutan ke Pusat

Bali, indonesiaexpose.co.id — Mahasiswa Bali Turun Jalan, DPRD Janji Kawal Aspirasi ke Jakarta. Publik Kini Menunggu, Apakah Tuntutan Rakyat Benar-Benar Sampai ke Pusat atau Sekadar Berhenti di Gedung Dewan?
Gelombang kritik terhadap berbagai kebijakan nasional menggema di depan Kantor DPRD Bali, Senin (22/6/2026). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana (BEM Unud) bersama Aliansi Bali Bergerak turun ke jalan membawa sederet tuntutan dan kegelisahan rakyat.
Aksi mahasiswa itu langsung mendapat respons dari jajaran DPRD Bali. Wakil Ketua III DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra, turun menemui massa aksi didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, Dr. C. I Made Supartha, SH, MH, serta Anggota DPRD Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga.
Dalam pertemuan terbuka yang berlangsung di depan gedung parlemen Bali tersebut, mahasiswa menyerahkan dokumen tuntutan kepada pimpinan DPRD sebagai bentuk tekanan politik agar suara rakyat tidak berhenti di jalanan.
Komang Nova Sewi Putra menegaskan DPRD Bali memahami kegelisahan yang disuarakan mahasiswa. Ia mengakui sebagian besar tuntutan berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, namun DPRD tetap memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan menyampaikan aspirasi tersebut melalui fungsi pengawasan dan jalur kelembagaan.
“Suara mahasiswa adalah suara masyarakat yang harus didengar. Kami akan menjalankan fungsi pengawasan dan meneruskan aspirasi ini kepada pihak terkait,” tegas Nova di hadapan massa aksi.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Dr.(c) I Made Supartha S.H.,M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan mahasiswa yang dinilainya masih memiliki idealisme kuat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Supartha menegaskan , kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang wajib dihormati seluruh elemen bangsa. Ia menyebut kehadiran mahasiswa menjadi bukti bahwa generasi muda Bali masih peduli terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia.
“Mahasiswa datang dengan pikiran yang masih jernih dan idealis. Mereka hadir membawa suara rakyat dan itu dijamin oleh konstitusi. Karena itu kami menyampaikan terima kasih,” ujarnya.
Tak hanya itu, Supartha memastikan seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan diteruskan ke pemerintah pusat dan lembaga terkait. Bahkan, seluruh dokumen dan materi tuntutan telah didokumentasikan DPRD Bali sebagai bentuk komitmen politik untuk mengawal aspirasi tersebut.
Ia menegaskan perjuangan mahasiswa dan DPRD Bali sejatinya berada pada jalur yang sama, yakni memastikan kebijakan negara tetap berpihak kepada rakyat kecil.
“Seluruh aspirasi ini akan kami perjuangkan. Bali tidak boleh diam ketika rakyat sedang menghadapi berbagai persoalan,” tegas politisi senior PDIP tersebut.
Aksi yang berlangsung tertib dan damai itu akhirnya ditutup dengan penyerahan resmi dokumen tuntutan kepada pimpinan DPRD Bali. Meski tanpa kericuhan, pesan yang disampaikan mahasiswa terdengar lantang: rakyat menuntut perubahan dan DPRD Bali kini ditagih untuk membuktikan keberpihakannya.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
