Dari “Macan Dewan” menuju ruang meditasi—sebuah sisi lain I Dewa Nyoman Rai Bertemu Baba Bageshwar Dham.
- account_circle 080
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mangupura, Sabtu 08 Agustus 2026
Dari “Macan Dewan” menuju ruang meditasi—sebuah sisi lain I Dewa Nyoman Rai Bertemu Baba Bageshwar Dham.

Bali, indonesiaexpose.co.id — Sosok yang dikenal garang dalam menjalankan fungsi pengawasan sebagai anggota DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H., ternyata memiliki sisi lain yang jarang diketahui publik.
Politisi PDIP yang kerap dijuluki “Macan Dewan” ini ternyata menekuni dunia spiritual dan mengaku rutin melakukan meditasi.
Hari ini,Sabtu (8/8/2026) bertempat di InterContinental Bali Resort, I Dewa Rai Nyoman Rai sekretaris PANSUS TRAP DPRD Bali bersama Dr. Somvir, Ketua Fraksi NasDem dan Demokrat DPRD Bali, bertemu dengan tokoh spiritual asal India, Dhirendra Krishna Shastri, yang dikenal luas sebagai Baba Bageshwar Dham.
Baba Bageshwar Dham diketahui tengah singgah di Bali dalam rangkaian perjalanan spiritualnya.
Seorang tokoh spiritual muda Baba Bageshwar berusia 29 tahun, mempertemukan para tokoh dan perwakilan komunitas spiritual dari berbagai negara di Bali.Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan dari sekitar 12 negara, di antaranya India, Australia, Selandia Baru, Fiji, Inggris dan sejumlah negara lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi momen khusus bagi Dewa Rai. Di balik ketegasannya sebagai wakil rakyat, ia mengaku mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa melalui meditasi.
Dewa Rai bahkan mengungkapkan pengalaman personalnya, bahwa dirinya pernah berjumpa dengan Baba Bageshwar Dham dalam mimpi.
Pertemuan secara langsung di Bali ini pun menjadi pengalaman yang semakin memperkuat kekaguman Dewa Rai terhadap sosok spiritual asal India tersebut.
“Macan Dewan” ternyata bukan hanya dikenal karena sikapnya yang keras dan kritis dalam mengawal kepentingan rakyat. Di balik itu, Dewa Rai juga memiliki ketertarikan mendalam terhadap spiritualitas dan meditasi.
Pertemuan dengan Baba Bageshwar Dham menjadi gambaran lain dari sosok Dewa Rai—tegas di ruang politik, namun mencari ketenangan dan pengalaman batin melalui jalan spiritual.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa Bali masih menjadi magnet bagi tokoh-tokoh spiritual dunia untuk melakukan perjalanan, mencari kedamaian, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai spiritual Bali ke tingkat internasional.
Sementara Dr.Somvir menjelaskan , ratusan murid Guru Bagishwardam juga hadir dalam pertemuan khusus di Hotel InterContinental Bali. Jumlah peserta disebut mencapai sekitar 250 orang.
” Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mempromosikan Bali kepada dunia melalui jalur spiritual,” ungkap Dr.Somvir.
Guru Bagishwardam bersama para murid dan tokoh spiritual yang hadir membawa pesan bahwa Bali bukan hanya memiliki kekuatan di sektor pariwisata dan ekonomi, tetapi juga mempunyai jati diri spiritual dan budaya yang kuat.
Bali dipandang sebagai tempat yang memiliki energi spiritual dan nilai-nilai kedamaian yang dapat menjadi bagian dari upaya membangun perdamaian dunia.Atas dasar itu, Bali dipilih sebagai salah satu tempat untuk mempertemukan komunitas spiritual internasional.
Kehadiran para guru dan praktisi spiritual dari berbagai negara juga dinilai dapat membuka perspektif baru mengenai investasi spiritual bagi Bali—sebuah investasi yang tidak hanya berbicara mengenai modal dan pembangunan fisik, tetapi juga mengenai nilai, budaya, kedamaian dan kemanusiaan.
Pesan utama yang dibawa adalah menjadikan Bali sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan antarbangsa sekaligus menyebarkan nilai-nilai kedamaian ke berbagai penjuru dunia.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
