Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kawasan Pantai Padanggalak Ditutup Sementara Untuk Aktivitas Melayangan, Rare Angon Diminta Maklum dan Bersabar Demi Kebaikan Bersama

Kawasan Pantai Padanggalak Ditutup Sementara Untuk Aktivitas Melayangan, Rare Angon Diminta Maklum dan Bersabar Demi Kebaikan Bersama

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2020
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Senin  20  Juni  2020

 

 

Kawasan Pantai Padanggalak Ditutup Sementara Untuk Aktivitas Melayangan, Rare Angon Diminta Maklum dan Bersabar Demi Kebaikan Bersama

 

 

 

BALI,  INDEX  –  Untuk mencegah penyebaran covid 19 semakin meluas di Kota Denpasar, akses menuju pantai Padanggalak ditutup sementara untuk aktivitas melayangan. Dimana, penutupan ini bersifat sementara dan dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurai kerumunan yang sangat riskan menjadi pusat penyebaran baru Covid-19.

“Iya memang ditutup, tapi sifatnya sementara, sembari terus dievaluasi, mengingat saat ini hampir semua desa dan kelurahan terdapat kasus Covid-19, jadi kita menghindari adanya orang tanpa gejala yang tidak terdeteksi, mengingat yang memanfaatkan bukan hanya masyarakat sekitar, melainkan dari berbagai daerah luar Denpasar,” ujar Wakil Bendesa Kesiman Wayan Sukana di Denpasar, Senin (20/7/2020).

Dijelaskan Wayan Sukana pada prinsipnya pihak Desa Adat tidak ada melarang masyarakat untuk menaikkan layang-layang. Namun demikian aspek pencegahan Covid-19 juga harus dikedepankan. Mengingat kasus positif Covid-19 masih tinggi terjadi di Kota Denpasar.

Penutupan sementara akses menuju pantai Padanggalak sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, namun kami memastikan ini sementara, jika dituasi sudah memungkinkan akan dibuka kembali. Terkait kondisi ini kami berharap Semeton Rare Angon untuk maklum, ini demi kebaikan bersama,” kata Sukana.

Kebijakan penutupan akses tersebut dilakukan sesuai hasil paruman prajuru Desa Adat Kesiman bersama pemerintah dari tiga desa yakni Desa Kesiman Kertalangu, Desa Kesiman Petilan, dan Kelurahan Kesiman untuk sepakat menutup akses sementara agar penghoby layangan tidak menaikan layangan di kawasan Padanggalak dan sekitarnya.

Sebab, dari pantauan yang dilakukan Desa Adat termasuk laporan kekhawatiran warga Kesiman terkait penyebaran Covid-19. Sebab, yang menaikkan layang-layang di kawasan Padanggalak bukan hanya warga Denpasar melainkan warga luar Denpasar yang ramai-ramai membawa layangan besar untuk diterbangkan.

“Bukan hanya warga Denpasar, tetapi banyak warga yang dari luar Denpasar membawa truk ramai-ramai untuk menaikkan layang-layang. Selain itu juga banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan baik Physical Distancing dan tidak memakai masker. Itu yang menjadi kekhawatiran warga kami, Satgas, dan prajuru desa adat jika salah satu ada yang terpapar sudah pasti akan menyebarkan ke yang lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya tidak pernah melarang warga bermain layang-layang dikawasan tersebut. Tetapi harusnya warga juga paham dengan masa pandemi saat ini jangan sampai membuat kerumunan. “Kami tidak melarang sebenarnya orang hoby menaikan layang-layang. Terapi harusnya mereka bisa menerapkan protokol kesehatan. Itu yang membuat kami mengambil kebijakan untuk menutup sementara akses menuju pantai, disamping juga saat ini kami sedang menerapkan PKM mandiri,” imbuhnya.

Dikatakan Sukana, penutupan tersebut akan berlangsung sampai kondisi Covid-19 ini mereda. Namun, ada pengecualian jika kedepannya warga mau membatasi orang bermain layang-layang di kawasan pantai Padanggalak. “Kami akan buka kembali jika kondisi sudah membaik. Atau pengecualian jika warga tidak lagi berkerumun. Kalau mau hanya satu dua orang dengan jarak jauh dengan warga lain posisinya mungkin kami akan toleransi untuk membuka kembali kawasan itu. Kalau tidak kami batasi dulu,” pungkasnya.

Sementara, Perbekel Kesiman Petilan, I Wayan Mariyana mengatakan, untuk proses penutupan tersebut pihaknya memberikan kekuatan hukum untuk desa adat. Penutupan tersebut kata dia bukan semata-mata melarang melainkan memberikan pemahaman kepada warga untuk tetap waspada dengan Covid-19 saat ini.

Mariana mengatakan, pihaknya sempat melakukan sidak Kamis kemarin dan mendapati warga sangat ramai menaikan layang-layang.

“Padahal tahun ini tidak ada festival, tetapi suasananya seperti festival. Padahal, kawasan tersebut belum dibuka untuk umum. Dari hasil sidak itulah kami membackup desa adat dari segi aturan hukumnya. Kami terapkan aturan yang ada dalam Perwali. Apalagi, PKM Khusus di Desa Kesiman Petilan masih berlangsung,” tutupnya.

(070)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Sabtu, 10 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  10  Juli  2021   Denpasar Alokasikan Rp 3 Miliar Lebih untuk Pemberian BLT di Kelurahan, untuk Desa Gunakan BLT Dana Desa   Wali Kota Denpasar Jaya Negara   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Terkait dengan penerapan PPKM darurat di Denpasar, Pemkot Denpasar menganggarkan Rp 3.035.700.000 atau Rp 3 miliar lebih untuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). […]

  • “Skandal Sertifikat ” : BPN Bali Dituding Terbitkan Ratusan Sertifikat Tanpa Kajian Tata Ruang!

    “Skandal Sertifikat ” : BPN Bali Dituding Terbitkan Ratusan Sertifikat Tanpa Kajian Tata Ruang!

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  24  September  2025 “Skandal Sertifikat ” : BPN Bali Dituding Terbitkan Ratusan Sertifikat Tanpa Kajian Tata Ruang!   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Kabar mengejutkan datang dari Pulau Dewata. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali diduga telah menerbitkan ratusan sertifikat tanah tanpa melalui kajian tata ruang dan legalitas yang memadai. Hal ini diungkap langsung oleh Panitia Khusus […]

  • Hari Tari Sedunia di Denpasar, Seniman dari Berbagai Daerah Meriahkan “Naluriku Menari”

    Hari Tari Sedunia di Denpasar, Seniman dari Berbagai Daerah Meriahkan “Naluriku Menari”

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle 112
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  29  April  2026 Hari Tari Sedunia di Denpasar, Seniman dari Berbagai Daerah Meriahkan “Naluriku Menari”   Pelaksanaan Hari Tari Sedunia Tahun 2026 dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar, pada Rabu (29/4/2026) dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus […]

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  20   Mei 2022

  • Wawali Arya Wibawa Buka HLM Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

    Wawali Arya Wibawa Buka HLM Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  05  Desember  2023 Wawali Arya Wibawa Buka HLM Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah       Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan Perluasan dan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Denpasar Tahun 2023, Selasa (5/12) di Prama Hotel Sanur. Program ini terus digenjot […]

  • Pemkab Bekasi Tunda Pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2020

    Pemkab Bekasi Tunda Pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2020

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  24 Maret  2020   Pemkab Bekasi Tunda Pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2020   (foto/ist)   JAWA  BARAT,  INDEX  –  Pemerintah Kabupaten Bekasi menunda penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2020 akibat semakin mewabahnya virus Corona.   Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, pelaksanaan pemungutan suara yang rencananya akan diselenggarakan pada 19 April 2020 […]

expand_less