Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » BPJS Kesehatan Mendengar” Ajak Stakeholders JKN-KIS Suarakan Aspirasinya

BPJS Kesehatan Mendengar” Ajak Stakeholders JKN-KIS Suarakan Aspirasinya

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,  Senin   8 Maret 2021

 

“BPJS Kesehatan Mendengar” Ajak Stakeholders JKN-KIS Suarakan Aspirasinya

 

 

Jakarta ,  indonesiaexpose.co.id    – Dalam rangka membangun ekosistem Program JKN-KIS yang ideal, BPJS Kesehatan berupaya melakukan optimalisasi sinergi lintas sektoral dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, manajemen fasilitas kesehatan, tenaga medis, pemberi kerja, asosiasi fasilitas kesehatan, organisasi profesi, akademisi, pakar, dan stakeholders JKN-KIS
lainnya.

Untuk itu, BPJS Kesehatan menciptakan Program “BPJS Kesehatan Mendengar” guna menjaring berbagai masukan dan
saran yang konstruktif dari para stakeholders JKN-KIS tersebut.

Hal ini demi meningkatkan mutu layanan dan mendongkrak
kepuasan peserta JKN-KIS.

“BPJS Kesehatan Mendengar ini membantu kami melakukan pemetaan kebutuhan stakeholders untuk kami jadikan evaluasi, masukan, dan acuan dalam mengelola Program JKN-KIS lima tahun ke depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan bila suara
mereka akan menjadi sasaran strategis jangka panjang BPJS Kesehatan,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron
Mukti kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya, Senin (08/03/2021).

Ghufron menjelaskan, pelaksanaan kegiatan “BPJS Kesehatan Mendengar” menggunakan tiga metode yaitu melalui pertemuan offline atau kunjungan langsung ke pemangku kepentingan, melalui pertemuan online, serta melalui e-Form, yakni formulir elektronik yang akan diedarkan BPJS Kesehatan untuk diisi oleh para pemangku kepentingan.

Hasil kegiatan tersebut selanjutnya akan dikompilasi dan menjadi masukan bagi penyusunan strategi organisasi.

“Di samping itu, masukan tersebut juga akan kami manfaatkan untuk mengembangkan inovasi dalam rangka peningkatan mutu layanan, kepuasan peserta serta menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS,” kata Ghufron yang bersama-sama melakukan Kick Off BPJS Kesehatan Mendengar dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Achmad Yurianto.

Menurutnya, berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPJS Kesehatan, stakeholders yang menjadi prioritas utama untuk dikelola secara intensif adalah mereka yang memiliki wewenang besar serta kepentingan tinggi terhadap organisasi.

Misalnya, peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan, dan pemerintah (dalam hal ini, kementerian/lembaga yang terkait langsung dengan operasional BPJS Kesehatan, seperti Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Dewan Jaminan Sosial Nasional, Otoritas Jasa Keuangan, Kejaksaan Republik Indonesia, dan sebagainya).

Sementara, Direktur Pengawasan, Pemeriksaan, dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno selaku pengarah
kegiatan BPJS Kesehatan Mendengar mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mempererat jalinan komunikasi yang lebih baik lagi antara BPJS Kesehatan dengan berbagai stakeholders, yang pada akhirnya diharapkan dapat makin memperkuat ekosistem penyelenggaraan JKN-KIS ke depan.

“Dengan terjalinnya komunikasi yang baik dengan berbagai stakeholders, diharapkan ekosistem JKN-KIS dapat lebih kondusif dan pada akhirnya Program JKN-KIS dapat dilaksanakan lebih baik lagi. Untuk itu kepada seluruh jajaran BPJS Kesehatan kami menekankan tentang pentingnya mendengar suara publik; mendengar dengan empati untuk memahami dan mengerti, bukan sekedar mendengar untuk menjawab dengan kata-kata. Pemikiran dan masukan-masukan mereka merupakan hal yang sangat penting karena Program JKN-KIS merupakan program nasional yang dalam pelaksanaannya perlu dukungan dari berbagai stakeholders, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah,” ujar Mundiharno.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, ada sejumlah upaya yang harus dilakukan untuk menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS antara lain dengan menyesuaikan besaran iuran, redefinisi paket manfaat JKN berbasis kebutuhan dasar kesehatan dan rawat inap standar, peningkatan kepatuhan pembayaran iuran (khususnya dari sektor informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah/PBPU), dan perbaikan tata kelola JKN. Selain itu, dalam hal keadilan dan mutu layanan, juga diperlukan penambahan fasilitas kesehatan di daerah, penguatan mutu layanan, serta penguatan manfaat promotif preventif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Kementerian Kesehatan berperan sebagai regulator sistem dan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Segala peraturan
terkait JKN-KIS perlu diharmonisasikan dengan peraturan Presiden, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan, agar sesuai dengan kerangka pembangunan kesehatan. Kami juga siap bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk menguatkan kerja sama dalam peningkatan akses fasilitas pelayanan, sustainabilitas finansial, integrasi data, dan hal prioritas nasional lainnya, seperti vaksinasi Covid-19. Kami dari Kementerian Kesehatan sangat mendukung Program JKN-KIS,” tutup Dante.

(002)

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle 110
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  04  April  2026 Renungan  JOGER

  • CJIBF 2023, Upaya Jateng Gelar Karpet Merah bagi Investor Ekonomi Hijau

    CJIBF 2023, Upaya Jateng Gelar Karpet Merah bagi Investor Ekonomi Hijau

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Magelang, Senin   21  Agustus  2023 CJIBF 2023, Upaya Jateng Gelar Karpet Merah bagi Investor Ekonomi Hijau (Foto/ist)   Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Pemerintah Provinsi Jawa menggelar karpet merah kepada para investor, melalui ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2023. Pertemuan bisnis yang digelar di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur Senin (21/8/2023) itu, menghasilkan potensi kepeminatan […]

  • Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Tanjung Emas , Semarang

    Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Tanjung Emas , Semarang

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Semarang,  Kamis  17  Agustus  2023 Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Tanjung Emas , Semarang  

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  18  April  2021   Renungan  JOGER  

  • Wawali Kadek Agus Arya Wibawa Dilantik.Jadi Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar

    Wawali Kadek Agus Arya Wibawa Dilantik.Jadi Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  20   Mei 2022   Wawali Kadek Agus Arya Wibawa Dilantik.Jadi Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar       Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi dilantik sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar pengganti antar waktu masa bakti 2020-2025, Jumat (20/5) di Kantor […]

  • Puspa Negara : Imigrasi  Tindak Tegas WNA  Nakal

    Puspa Negara : Imigrasi  Tindak Tegas WNA  Nakal

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Kuta, Senin 28  Maret  2023 Puspa Negara : Imigrasi  Tindak Tegas WNA  Nakal Ketua Aliansi Pelaku Pariwista Marginal Bali Wayan Puspa Negara Bali, indonesiaexpose.co.id – Rencana Surat Edaran (SE) terkait turis tidak boleh sewa motor, kini mendapat sorotan banyak pihak terutamanya para pelaku usaha penyewaan motor. Dimana para pelaku usaha ini cari makannya dari sini, […]

expand_less