Tuesday , September 21 2021
Home / Berita Utama / Kunjungi Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan : Kapolri ingatkan Masyarakat dan Komunitas Pasar untuk patuhi Prokes yang ketat

Kunjungi Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan : Kapolri ingatkan Masyarakat dan Komunitas Pasar untuk patuhi Prokes yang ketat

Tanggerang Selatan, Jumat  30  Juli  2021

Kunjungi Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan : Kapolri ingatkan Masyarakat dan Komunitas Pasar untuk patuhi Prokes yang ketat

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Tinjau Pasar Modern BSD, Tanggerang Selatan, Kamis 29 Juli 2021. Dok. Humas Polri

 

Jakarta, indonesiaexpose.co.id –  Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat dan komunitas pasar untuk patuh menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dengan penyesuaian dapat diturunkan level sehingga perekonomian masyarakat kembali berputar.Hal ini disampaikan Kapolri saat meninjau operasional Pasal Modern BSD Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (29/7/2021)kemarin.

 

Pemerintah telah memutuskan memperpanjang PPKM Level 4 dengan penyesuaian terhadap pusat perekonomian masyarakat seperti pasar agar tetap beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Sigit dikutip dalam keterangan pers Divisi Humas Polri.

 

Kepada masyarakat di pasar, Sigit menjelaskan Instruksi Mendagri Nomor 24 Tahun 2021 terdapat tingkat level dalam penerapan PPKM mulai dari level 3 sampai level 4, yang mana setiap level berbeda aturan pengetatannya.

 

Untuk itu, Sigit mengingatkan penurunan level dalam penerapan PPKM merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat dengan tetap menegakkan protokol kesehatan.

 

“Ini adalah kesempatan untuk semua bergerak di seluruh wilayah bisa menurunkan level PPKM ini. Dengan menurunkan level otomatis akan ada peningkatan pelonggaran sehingga aktivitas ekonomi bisa lebih baik di level yang diturunkan,” ujarnya.

 

Mantan Kapolda Banten ini menyebutkan akan ada asesmen setiap minggunya oleh Kementerian Kesehatan bagi wilayah yang memang memenuhi syarat untuk diturunkan level PPKM-nya.

 

Oleh karena itu, Sigit mendorong agar masyarakat dan pemerintah daerah dikawal TNI-Polri untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan secara kuat.

 

“Dengan prokes yang kuat tentunya akan menurunkan angka positif harian dan mingguan atau ‘positivity rate’, menurunkan angka kematian, meningkatkan angka kesembuhan, menurunkan BOR rumah sakit,” kata Sigit.

 

Sigit optimistis apabila penegakan protokol kesehatan dilakukan secara disiplin, hal itu akan menurunkan tingkat level PPKM. Dengan begitu, pembatasan berkurang dan perekonomian masyarakat akan kembali bergerak.

 

“Saat level PPKM turun maka pembatasan juga akan berkurang disesuaikan dengan level yang baru, artinya pergerakan di sektor ekonomi untuk pedagang dan kelompok yang ditentukan juga akan semakin meningkat karena adanya berkurangnya pembatasan sesuai dengan level.Perlu kerja sama semua pihak untuk menurunkan level PPKM, mulai dari masyarakat dengan Satgas COVID-19 pemda, TNI dan Polri,” ungkap Sigit.

 

Menurut Sigit, dengan prokes yang kuat tentunya akan menurunkan angka positif harian dan mingguan atau ‘positivity rate’, menurunkan angka kematian, meningkatkan angka kesembuhan, menurunkan BOR rumah sakit.

 

Sigit optimistis apabila penegakan protokol kesehatan dilakukan secara disiplin, hal itu akan menurunkan tingkat level PPKM. Dengan begitu, pembatasan berkurang dan perekonomian masyarakat akan kembali bergerak.

 

“Pelonggaran terhadap sektor perekonomian masyarakat ini, harus dipertanggungjawabkan secara bersama-sama dengan betul-betul memperhatikan kapasitas pengunjung pasar yang diperbolehkan hanya 50 persen dan mengatur alur masuk pengunjung,” tutup Sigit.

 

(Hartono)

 

Check Also

Kabag Psikologi dan Tim Adakan Pembekalan Peningkatan Konselor di Polres Majalengka

Majalengka, Selasa  21  September  2021   Kabag Psikologi dan Tim Adakan Pembekalan Peningkatan Konselor di …

Indonesia termasuk yang di kritik PBB , Soal Perubahan Iklim

Jakarta, Selasa 21  September  2021   Indonesia termasuk yang di kritik PBB , Soal Perubahan Iklim …