Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali »

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Senin  28  Februari 2022

 

Jaya Negara-Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Caka 1944

Jadi Ajang Mulat Sarira, Tingkatkan Semangat Menyama Braya


Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara & Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id – Umat Hindu akan segera memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1944 tahun 2022, seluruh rangkaian akan dimulai dari Pemelastian, Tawur Agung Kesanga, Nyepi dan Ngembak Geni yang sarat makna. Hari Suci Nyepi yang diperingati setiap tahun sekali, kali ini jatuh pada 3 Maret mendatang. Kendati ditengah mewabahnya Virus Covid-19 yang melanda hampir semua negara, seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi dapat dilaksanakan dengan khidmat sesuai dengan dresta masing-masing tanpa mengurangi makna, walaupun pelaksanaan rangkaianya menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Upacara Pemelastian atau Melasti dilaksanakan sebagai bentuk penyucian bhuana alit dan bhuana agung. Dimana, pelaksanaan melasti di Kota Denpasar disepakati berlangsung secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, namun tidak mengurangi makna yang terkandung didalamnya pun masih kental dan tidak mengubah esensi makna pemelastian. Usai Melasti, dilanjutkan dengan pelaksanaan Tawur Agung Kesanga bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga yang serentak dilaksanakan di Catus Pata Desa, Catus Pata Kabupaten/Kota. Sesuai maknanya, hal ini dimaksudkan sebagai upaya menetralisir aura negatif yang berada pada palemahan serta nyomya bhuta kala.

Pada Malam Pangerupukan yang identik dengan Nyomya Bhuta Kala dengan media Ogoh-ogoh, namun berkenaan dengan kewaspadaan dan pencegahan penularan Covid-19, pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar disepakati dengan peserta terbatas serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan keesokan harinya merupakan pelaksanaan Hari Suci Nyepi (sipeng) mengawali Tahun caka 1943 dilaksanakan Catur Brata Penyepian yakni, Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan yang semuanya bermakna sebagai ajang penyucian diri dengan mulatsarira serta meningkatkan sradha dan bhakti. Pelaksanaan Catur Berata Penyepian ini diakhiri dengan Ngembak Geni yang bermakna penyucian lingkungan sosial melalui Dharma Shanti.

Beranjak dari makna Hari Suci Nyepi, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Senin (24/2) mengajak segenap umat Hindu dan masyarakat Kota Denpasar untuk melaksanakan seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi sebagai suatu Yadnya Suci meningkatkan sradha bhakti dalam melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara.

Dalam pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi ini Walikota Jaya Negara menghimbau segenap komponen masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk saling menghormati, mengembangkan rasa toleransi berdasarkan konsep Catur Paramitha dan Tri Hita Karana hidup berdampingan menghormati keragaman budaya dengan sepirit Vasudhaiva Khutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

Selain itu Jaya Negara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Nyepi sebagai kontrol diri dan mulat sarira, mengingat saat ini Virus Covid-19 masih terjadi, karenanya diperlukan upaya penanggulangan dengan meningkatkan kesadaran bersama.

Sementara Wawali Kadek Agus Arya Wibawa turut berpesan agar senantiasa bersama-sama dalam meningkatkan kewaspadaan dan mawas diri sebagai ajang mulat sarira. Sehingga seluruh umat manusia dapat terbebas dari mara bahaya serta mampu meningkatkan kesejahteraan hidup.

Arya Wibawa juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan semangat menyama braya, saling mambantu, saling memiliki dan saling asah, asih asuh di masa pandemi saat ini. Sehingga, sebagai masyarakat Bali yang diwarisi falsafah yang adi luhung dapat selalu menjadi landasan dalam menghadapi situasi sulit saat ini.

“Selamat melaksanakan rangkaian upacara Hari Suci Nyepi Caka 1944 kepada segenap umat Hindu dan masyarakat yang melaksanakannya. Semoga kita selalu dapat melakukan sradha bakti sesuai dengan swadarma kita masing-masing untuk mewujudkan Denpasar Kota Kreatif Berwawasan Budaya Menuju Denpasar Maju, Pelestarian budaya terus dilaksanakan, protokol kesehatan diterapkan,” jelasnya

“Serta tak lupa juga untuk selalu waspada dan mulatsarira bersama untuk meningkatkan kesadaran dalam pencegahan penularan Covid-19, semoga pandemi lekas usai dan ekonomi kembali pulih,” tutup Jaya Negara dan Arya Wibawa.

(Adv).

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta,  Selasa  16  Februari  2021     JAKARTA,  indonesiaexpose.co.id  –

  • Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kawasan Monkey Forest untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kawasan Monkey Forest untuk Pariwisata Berkelanjutan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Ubud, Sabtu  18  Januari  2025 Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kawasan Monkey Forest untuk Pariwisata Berkelanjutan   Wamenpar Ni Luh Puspa saat mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal yang berada di dalam Kawasan Monkey Forest, Ubud, Sabtu (18/1/2025).(foto/ist) Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi inisiatif warga Desa Adat Padangtegal, Kabupaten Gianyar, […]

  • Jelang Moto GP 2022, Kakorlantas Lepas Personil BKO Mandalika

    Jelang Moto GP 2022, Kakorlantas Lepas Personil BKO Mandalika

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  15  Maret  2022   Jelang Moto GP 2022, Kakorlantas Lepas Personil BKO Mandalika   (Foto/ost)   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi melepas personil Bawah Kendali Operasi (BKO) Mandalika. Personel yang dilepas akan membantu kelancaran MotoGP 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Pagi ini kami […]

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Denpasar,  Senin  25   April 2022.

  • Langkah Jitu membantu Generasi Muda Kuliah di ITB Stikom Bali dalam situasi Pamdemi Covid-19

    Langkah Jitu membantu Generasi Muda Kuliah di ITB Stikom Bali dalam situasi Pamdemi Covid-19

    • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 17 Juni  2021   Langkah Jitu membantu Generasi Muda Kuliah di ITB Stikom Bali dalam situasi Pamdemi Covid-19   Wakil Rektor 3 Bidang Kerja Sama dan Inovasi, I Made Sarjana, SE., MM.   Bali, indonesiaexpose.co.id   –  PANDEMI covid-19 yang berlangsung lama, tidak hanya menyebabkan learning loss, namun juga berdampak pada generation loss di sektor […]

  • Keturunan Leluhur Kerajaan Sumedang Larang, Menolak Keras Rencana Revitalisasi Kompleks Srimanganti

    Keturunan Leluhur Kerajaan Sumedang Larang, Menolak Keras Rencana Revitalisasi Kompleks Srimanganti

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Bandung,  Sabtu  20  Februari  2021   Keturunan Leluhur Kerajaan Sumedang Larang, Menolak Keras Rencana Revitalisasi Kompleks Srimanganti Ist JAWA BARAT,indonesiaexpose.co.id – Lembaga Kerajaan Sumedang Larang lahir dan dibentuk oleh seluruh para ahli waris Kerajaan Sumedang Larang, dengan tujuan untuk mengelola seluruh aset dan wakaf yang diatasnamakan pemberi wakaf Pangeran Aria Soeria Atmadja (PASA) yang hasilnya untuk […]

expand_less