Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Penyaluran bantuan sosial di duga tidak  tepat sasaran

Penyaluran bantuan sosial di duga tidak  tepat sasaran

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kediri, Kamis  07  April  2022

 

Penyaluran bantuan sosial di duga tidak  tepat sasaran

(APBDes)T.A.2021 Desa  Desa Watugede, Kecamatan Puncu – Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

 

Jawa  Timur, indonesiaexpose.co.id –  PKH, BLT, BPNT atau bantuan sosial lainnya di berikan pemerintah kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.Berbagai bansos yang diberikan pemerintah kepada rakyat bertujuan untuk membantu perekonomian warga yang kesulitan salama pandemi.

Permendes dan PDTT Nomor 6 Tahun 2020 memiliki tujuan yang sangat baik dalam menyelamatkan ketahanan dan ketidakberdayaan masyarakat desa melalui BLT Dana Desa dalam penanganan COVID-19. Namun berbagai dinamika dan permasalahan menyelimuti program tersebut, sebab kenyataan di lapangan masih ada penyimpangan atau maladministrasi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Masyarakat yang kurang mampu menjadi sasaran utama penerima bantuan dari pemerintah.Pada kenyataannya dana bansos justru sering diterima pihak yang tidak sesuai kriteria.

” Selama ini dirinya tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. Ia mengaku sejak kasus pandemi ini kondisi ekonomi rumah tangganya benar-benar terpuruk,” ungkap oleh salah Ayuningtyas salah satu warga Desa Watugede, Kecamatan Puncu – Kabupaten Kediri kepada jurnalis indonesiaexpose.co.id di Kediri, Jawa Timur, Kamis (07/4/2022) .

Sementara  Sri Mintayu Ibu kandungnya yang bernama yang tinggal serumah dengan Ayuningtyas menambahkan, pihaknya  serumah ada tiga kk, Ayuningtyas bersama suami dan anak memang sejak dulu tidak pernah mendapat bansos dalam bentuk apapun, ekonominya cukup berat apalagi ia memiliki anak yang sudah SD, dan suaminya sebagai sopir.

” Saya  pernah menanyakan tidak diberikannya bansos kepada Ayunintyas ke Kepala Desa beserta pamongnya. Namun pertanyaannya justru dijawab, “Nama itu sudah dicoret wong dukuran (orang atas – red), coba saja tanyakan ning wong dukuran,” tiru Sri.

Hal yang sama dirasakan Fitria beserta suami dan 2 orang balitanya warga RT 01 RW 03, padahal yang bersangkutan orang asli Dusun Sawahan Desa Watugede. Orang tua kandungnya yang sering dipanggil Mbah Jan membenarkan, bahwa Fitria bersama suami sama sekali tidak menerima bantuan sosial baik PKH, BLT, BPNT atau bantuan sosial lainnya.

Menurutnya bantuan-bantuan tersebut lebih mengarah kepada mereka masih punya hubungan dengan aparat desa. “Itu faktanya,” ucap Mbah Jan saat dihubungi via seluler (Kamis, 7/4/2022).

Hal lain juga dialami seorang janda tua bernama Binti Wasiah RT.02 RW.03 Dusun Sawahan mengatakan kepada media ini, Awal pandemi saya mendapat BLT total 600 ribu, dan diambil tiga kali, yang pertama senilai 200 ribu diambil di Balai Desa Gadungan, sedangkan yang kedua dan ketiga diambil di Balai Desa Sidomulyo.

Ia juga mengaku pernah mendapat beras (5 kg) 1 kali saja. Namun dengan nada sedih Wasiah menyambung, “Hanya itu saja saya menerima bantuan, untuk saat ini sama sekali tidak mendapat bantuan lagi, padahal ekonomi saya benar-benar terpuruk.”

Hal senada juga diungkapkan Warga Desa Watugede lainnya yang bernama Tutik warga RT.03 RW.01 kepada wartawan mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah desa yang tiba-tiba menyetop bantuan ke pihaknya. “Mestinya disampaikan ke kami mengapa bantuan sosial ini dihentikan tanpa pemberitahuan, sampai-sampai saya berpikir dihentikan atau dialihkan ke pihak lain.

Anak saya sampai protes, kami anak banyak dan ekonomi terdampak covid,” cetus Tutik. Ia berharap pemerintah desa bisa menjelaskan secara transparan apa yang terjadi dengan pembagian bantuan sosial yang terkesan tertutup.

“Terima kasih pak, dalam pembagian BLT tidak ada pro dan kontra memang warga yang benar-benar yang belum dapat dari yang lain, ini dimasukan BLT, jadi tidak ada penerima dobel pak,” kata Joko Kepala Desa Watugede ikonfirmasi awak media via seluler,

Ia menegaskan, dalam pembagiannya sudah sesuai prosedur, setiap penerima per orang difoto satu per satu, dan untuk data jumlah penerima Bansos Kades mengaku tidak hafal, dan harus melihat data yang ada di kantor desa, mohon maaf pak saya tidak bisa beri info banyak karena sedang sakit.

(Irman 034/Tham 008)

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Kamis  08  Oktober  2020

  • Pegadaian Wilayah VII Denpasar Serahkan Bantuan CSR Senilai Rp.100 Juta.

    Pegadaian Wilayah VII Denpasar Serahkan Bantuan CSR Senilai Rp.100 Juta.

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Bangli, Selasa  27  Juni 2023 Pegadaian Wilayah VII Denpasar Serahkan Bantuan CSR Senilai Rp.100 Juta.   Bali, indonesiaexpose.co.id  – PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar melalui program Pegadaian Peduli kembali menyerahkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Insidentil PT. Pegadaian Tahun 2023 sebesar Rp.100 juta. Pemberian bantuan kali ini bertempat di Pura Tuluk […]

  • Respon perintah Presiden, PLN sudah siap Konversi LPG ke Kompor Induksi 

    Respon perintah Presiden, PLN sudah siap Konversi LPG ke Kompor Induksi 

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  23  November  2021   Respon perintah Presiden, PLN sudah siap Konversi LPG ke Kompor Induksi   Jakarta, indonesiaexpose.co.id  – PT PLN (Persero) siap mengawal program pengalihan kompor berbasis energi import (LPG) ke kompor berbasis energi domestik (kompor listrik) atau yang lebih dikenal kompor induksi, sebagai solusi menekan impor dan memperbaiki neraca perdagangan. Pekan […]

  • PREJURU DESA ADAT GIANYAR, PUTUSKAN TAWUR KESANGA SESUAI DRESTA DAN UGER UGER.

    PREJURU DESA ADAT GIANYAR, PUTUSKAN TAWUR KESANGA SESUAI DRESTA DAN UGER UGER.

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Gianyar, Selasa  14  Januari  2020   PREJURU DESA ADAT GIANYAR, PUTUSKAN TAWUR KESANGA SESUAI DRESTA DAN UGER UGER.   BALI, INDEX  –  Bertempat di Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Adat Gianyar Senen, 13 Januari 2020 malam Bendesa Adat Gianyar mengundang semua Prejuru Desa Adat Gianyar terdiri dari Pimpinan Sabha Desa Adat berserta Anggota, Para […]

  • Aktif Dalam Wujudkan Ketangguhan Bangsa Hadapi Bencana, BPBD Provinsi Bali Raih Penghargaan dari BNPB

    Aktif Dalam Wujudkan Ketangguhan Bangsa Hadapi Bencana, BPBD Provinsi Bali Raih Penghargaan dari BNPB

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Tangerang, Kamis  24  Februari  2022   Aktif Dalam Wujudkan Ketangguhan Bangsa Hadapi Bencana, BPBD Provinsi Bali Raih Penghargaan dari BNPB Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin mewakili Gubernur Bali meraih penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai salah satu Provinsi Terbaik atas Peran Aktif Dalam Mewujudkan Ketangguhan Bangsa Menghadapi Bencana.di Tangerang, Banten, Kamis (24/2/2022).   […]

  • Tim Yustisi Kota Denpasar adakan Rapid Test Antigen serta pentingnya Prokes pada Masyarakat

    Tim Yustisi Kota Denpasar adakan Rapid Test Antigen serta pentingnya Prokes pada Masyarakat

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin   24 Mei  2021    Tim Yustisi Kota Denpasar adakan Rapid Test Antigen serta pentingnya Prokes pada Masyarakat   Tim Yustisi Kota Denpasar melakukan rapid test kepada 28 orang masyarakat di Denpasar, Senin (24/5/2021)   Bali, indonesiaexpose.co.id  -Tim Yustisi Kota Denpasar melakukan rapid test kepada 28 orang masyarakat saat melakukan penertiban protokol kesehatan PPKM […]

expand_less