Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)

OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
  • visibility 241
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Selasa  05  Februari  2024

OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)

 

 

Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) berkomitmen untuk bersama memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar lebih kontributif dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah melalui penguatan dan konsolidasi BPD.

Demikian kesimpulan Focus Group Discussion (FGD) dalam Penguatan dan Konsolidasi Bank Pembangunan Daerah, yang dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Suhajar Diantoro di Jakarta. Senin, (4/3/2024).

“OJK berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah. Kolaborasi dan sinergi akan terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan investment matching BPD dengan pengusaha untuk mengembangkan sektor potensial di daerah. Hal ini diharapkan dapat menopang perekonomian daerah,” kata Mahendra.

Lebih lanjut Mahendra menyampaikan bahwa pertumbuhan perekonomian di daerah akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan BPD memegang peranan penting untuk mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

“Untuk mendukung penguatan BPD dan perekonomian daerah maka OJK melakukan dua hal, yaitu penguatan dan konsolidasi BPD serta mewajibkan seluruh Kantor OJK di daerah untuk mengutamakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah wilayah kerja masing-masing,” ungkapnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut bahwa penguatan permodalan menjadi salah satu langkah yang perlu untuk dilakukan. Peran serta pemerintah daerah sebagai pemegang saham pengendali (PSP) juga memegang peranan penting untuk memenuhi ketentuan pemenuhan modal inti yang diatur dalam POJK yang mewajibkan bank milik pemerintah daerah untuk memenuhi modal inti minimum (MIM) paling sedikit Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2024,” kata Dian.

Data per 31 Desember 2023, terdapat 105 bank umum termasuk 27 di antaranya adalah BPD (24 BPD konvensional dan 3 BPD syariah). Sampai saat ini terdapat 12 BPD yang belum memenuhi ketentuan dimaksud, dua di antaranya akan melakukan pemenuhan MIM melalui setoran modal mandiri dan 10 BPD akan melakukan konsolidasi dalam bentuk kelompok usaha bank (KUB).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Suhajar Diantoro menyatakan bahwa Kemendagri mendukung langkah OJK untuk melakukan penguatan BPD.

“BPD diharapkan dapat mengisi kekosongan akan kebutuhan permodalan masyarakat khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah. Selain itu, BPD juga diharapkan mampu untuk menjangkau kebutuhan akses keuangan masyarakat di daerah yang masih terkendala dengan jarak (inklusi keuangan),” kata Suhajar.

Menurutnya, untuk mewujudkan BPD yang menjadi regional champion di daerah masing-masing dibutuhkan komitmen bersama dalam peningkatan permodalan BPD, sehingga akan terbentuk BPD yang kuat dan resilien.

“Kami mengimbau pemerintah daerah untuk ikut serta memenuhi ketentuan POJK 12 tahun 2020. Pemerintah daerah sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dapat melakukan penyertaan modal pada BPD,” kata Suhajar.

Sebelumnya, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum (POJK Tata Kelola). POJK ini menekankan pada prinsip tata kelola pada Bank dengan dukungan manajemen risiko dan kepatuhan yang terintegrasi untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan bank yang sehat, berdasarkan prinsip kehatihatian dan beretika, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional.

Selain itu, POJK Tata Kelola juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing bank, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, serta berkontribusi dalam penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan, dengan tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan.

POJK Tata Kelola ini juga sejalan dan sebagai tindak lanjut dari amanat pengaturan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Data OJK mencatatkan bahwa aset BPD terus tumbuh terhadap total aset perbankan nasional, dari 7,66 persen pada tahun 2016 menjadi 8,17 persen pada tahun 2023. Pada periode yang sama porsi kredit BPD juga tumbuh menjadi 8,44 persen dengan rasio NPL turun menjadi 2,10 persen lebih rendah 0,21 basis poin dibandingkan NPL perbankan nasional yang sebesar 2,31 persen.

(011)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersama WMD 10 Tahun Membangun Denpasar  Rai Mantra Optimis Bentuk Ekosistem Ekonomi Inklusif

    Bersama WMD 10 Tahun Membangun Denpasar Rai Mantra Optimis Bentuk Ekosistem Ekonomi Inklusif

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu 24 November 2019   Bersama WMD 10 Tahun Membangun Denpasar Rai Mantra Optimis Bentuk Ekosistem Ekonomi Inklusif Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka acara Festival Wirausaha Muda Denpasar “WMD 10TH Membangun Denpasar” di Plaza Renon, Sabtu (23/11) BALI, INDEX – Wirausaha Muda Denpasar (WMD) konsisten berikan ruang dan peluang kepada anak-anak […]

  • Indonesiaexpose.co.id

    Indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu  25  Mei  2025

    • calendar_month Minggu, 13 Des 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  13  Desember  2020   Jadi Narasumber Talkshow Interaktif Ny. IA. Selly Mantra Harapkan UKM Terus Survive di Masa Pandemi   BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Perubahan pola konsumsi barang dan jasa masyarakat dari offline ke online merupakan salah satu tantangan di masa pandemi saat ini. Perubahan pola tersebut, seyogyanya dapat diikuti pelaku UKM agar dapat […]

  • Berkah Bulan Ramadan: Hangatnya Berbagi Takjil Pegawai PLN UP2D Bali untuk Pengendara di Senja Ramadan

    Berkah Bulan Ramadan: Hangatnya Berbagi Takjil Pegawai PLN UP2D Bali untuk Pengendara di Senja Ramadan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle 112
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Denpasar,  Minggu  15 Maret 2026 Berkah Bulan Ramadan: Hangatnya Berbagi Takjil Pegawai PLN UP2D Bali untuk Pengendara di Senja Ramadan     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Suasana di depan Kantor PLN UP2D Bali pada Jumat sore tampak sedikit berbeda dari biasanya. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah pegawai bersama tenaga alih daya (TAD) Muslim PLN UP2D Bali […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  29  November  2019   Renungan  JOGER  

  • PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 Triliun di Semester I 2021 , Tetap Positif Saat Pandemi

    PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 Triliun di Semester I 2021 , Tetap Positif Saat Pandemi

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  30  Juli 2021   PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 Triliun di Semester I 2021 , Tetap Positif Saat Pandemi     Jakarta, indonesiaexpose.co.id   –  Di tengah tekanan pandemi Covid-19, PLN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp6,6 triliun hingga semester I 2021. Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi PLN semester I 2021 _(unaudited)_ yang diterbitkan pada […]

expand_less