Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2024
  • visibility 275
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mangupura, Sabtu 16 Maret 2024

Rakorwil Bali Nusra : TPID Bali, Pengendalian Inflasi Tugas Bersama Antar Daerah di Wilayah Bali Nusra

 

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur melaksanakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra). Rakorwil mengangkat tema ”Penguatan Kelembagaan Pangan di Daerah (BUMD/Koperasi) untuk Pengendalian Inflasi dan Mendorong Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di Wilayah Balinusra”.

 

Rakorwil ini merupakan wadah yang tepat untuk berbagi pengalaman, menyusun strategi bersama, dan memperkuat kerjasama antar daerah dalam hal pengendalian inflasi dan pengembangan kelembagaan sektor pangan. Oleh sebab itu, sangatlah penting apabila upaya pengendalian inflasi bisa dilakukan secara “Ngrombo” bersama-sama antar stakeholder tidak hanya dalam lingkup antar Kabupaten/ Kota se-Bali namun antar wilayah khususnya Bali Nusra.

 

Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Ahli Utama Kementerian Dalam Negeri Rolekson Simatupang menyampaikan, pengendalian inflasi Bali, NTB, dan NTT masih perlu ditingkatkan, mengingat tingkat inflasi Bali, NTB, dan NTT masih berada di atas nasional. Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga. Terdapat beberapa hal yang dapat dioptimalkan, di antaranya pemanfaatan APBD untuk mendukung transportasi pangan.

 

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan, kerja sama antardaerah menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pengendalian inflasi merupakan tugas bersama, sehingga perlu adanya kolaborasi dari berbagai stakeholders. Pada April 2024, potensi luas panen padi di Bali cukup besar, dan diprakirakan dapat mencukupi kebutuhan di Bali.

 

“Provinsi Bali juga telah memiliki Paiketan Perumda Pangan Bali yang berperan aktif dalam pengendalian inflasi di Bali. Dewa Made Indra mendorong agar setiap kabupaten/kota memiliki Perumda Pangan yang dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan,” papar Dewa Made Indra .

 

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menyampaikan, target inflasi 2024 adalah 2,5±1%, sehingga Balinusra harus memiliki langkah yang tepat untuk memitigasi potensi risiko inflasi di tahun 2024. Berbagai tantangan mengemuka di awal tahun, yaitu: (i) rangkaian HBKN dari Januari hingga April, dan peningkatan permintaan saat musim liburan seiring dengan kenaikan jumlah wisatawan; (ii) penurunan produksi komoditas pangan sesuai dengan pola musiman sehingga kurang mencukupi saat terjadi kenaikan permintaan; (iii) hampir meratanya kenaikan harga komoditas pangan di Nusantara sebagai dampak faktor cuaca; serta (iv) kekeringan dan semakin tingginya biaya input pertanian, seperti pupuk dan bibit.

 

“Rakorwil diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan untuk menjaga ketahanan pangan dan mengoptimalkan kelembagaan BUMD Pangan yang memiliki peran strategis sebagai counterpart atau kanal dalam menjaga inflasi daerah,” terang Erwin.

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali GA Diah Utari menyampaikan, volatilitas inflasi bulanan di Balinusra semakin rendah, namun tekanan inflasi pada Februari cukup tinggi, utamanya untuk inflasi tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang masih di atas 5%. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan sinergi program pengendalian inflasi untuk mendukung tercapainya sasaran inflasi tahunan bahan makanan di bawah 5%. Utari menekankan poin penting upaya pengendalian inflasi melalui 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi rantai pasok, dan komunikasi yang efektif.

 

“Aspek keterjangkauan harga dapat dicapai melalui pengaktifan gerai inflasi, intensifikasi operasi pasar dan bazar pangan murah, serta alokasi anggaran pemerintah daerah untuk cadangan beras pangan (CBP). Sementara, ketersediaan pasokan dapat didorong melalui peningkatan akses KAD dengan berbagai wilayah sentra produksi yang melibatkan BUMD koperasi untuk menjamin kontinuitas pasokan dan harga yang kompetitif,” tambah Diah.

Dari sisi kelancaran distribusi, pemerintah daerah dapat menyediakan alokasi subsidi ongkos angkut untuk menjamin biaya distribusi yang terjangkau serta kerja sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk menjamin kecukupan bahan bakar subsidi. Selanjutnya, komunikasi yang efektif dapat direalisasikan melalui diseminasi rutin mengenai pengendalian inflasi serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam gerakan tanam di lingkungan rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran.

 

Rakorwil Balinusra menghasilkan beberapa kesimpulan yang akan ditindaklanjuti, di antaranya:

  1. ) Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi, terutama melalui 6 langkah kongkret yang meliputi operasi pasar, sidak pasar dan distributor, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi, gerakan tanam, peningkatan realisasi belanja tak terduga (BTT), dan dukungan transportasi dari APBD
  2. ) Mendorong pembentukan atau penguatan kelembagaan. Perumda/BUMD/BUMDes/koperasi yang bergerak di sektor pangan dan meningkatkan perannya dalam pengendalian inflasi di daerah, seperti sebagai offtaker produk pertanian, pelaksana KAD, dan mendukung pelaksanaan kegiatan operasi pasar
  3. ) Mendukung Perumda/BUMD/koperasi/BUMDes pangan untuk mendapatkan fasilitasi distribusi pangan (subsidi ongkos angkut) serta memperoleh akses ke hulu pertanian. Selain itu, diperlukan fleksibelitas tingkat pengembalian oleh Perumda/BUMD pangan kepada Pemda agar dapat berkontribusi lebih besar dalam kegiatan intervensi harga pangan; serta
  4. ) Meningkatkan KAD, baik B2B maupun G2G, terutama antara daerah sentra produksi dengan daerah kekurangan pasokan. Pemda akan melakukan pemetaan champion produk di masing-masing wilayah serta memberikan dukungan akses dan referensi untuk terhubung dengan produsen champion.

Hadir dalam kegiatan tersebut , pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Asisten Perekonomian Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, NTT dan NTB, Paiketan Perumda Pangan Bali, serta TPID se-Bali.

(110)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update, Pasien Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 10 Orang

    Update, Pasien Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 10 Orang

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 16  Juni  2020     Update, Pasien Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 10 Orang     Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai   “GTPP Covid 19 Tekankan Pentingnya Protokol Kesehatan di Masyarakat”. BALI,  INDEX  –  Setelah sehari sebelumnya mencatatkan jumlah pasien sembuh yang dignifikan, kali […]

  • LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum 4,25%  , TBP simpanan rupiah pada BPR ialah 6,75%

    LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum 4,25%  , TBP simpanan rupiah pada BPR ialah 6,75%

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu  13  Oktober  2024 LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum 4,25%  , TBP simpanan rupiah pada BPR ialah 6,75% Jakarta,  indonesiaexpose.co.id   –   Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Senin 30 September 2024, LPS telah melakukan evaluasi dan menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) bagi simpanan dalam Rupiah di bank umum dan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Minggu, 11 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bali, Senin 12 September 2022 Renungan  JOGER  

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  16   Januari  2026 Renungan JOGER

  • Diberbagai kesempatan, Walikota Denpasar, mengajak masyarakat taat pada Prokes dengan rutin menghimbau menggunakan Mobil Calling

    Diberbagai kesempatan, Walikota Denpasar, mengajak masyarakat taat pada Prokes dengan rutin menghimbau menggunakan Mobil Calling

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 30  Juli  2021   Diberbagai kesempatan, Walikota Denpasar, mengajak masyarakat taat pada Prokes dengan rutin menghimbau menggunakan Mobil Calling   Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar  I Dewa Gede Rai   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar  I Dewa Gede Rai mengatakan, pihaknya terus mengimbau masyarakat setempat untuk menegakkan atau mematuhi protokol […]

  • ITB Stikom  Bali

    ITB Stikom  Bali

    • calendar_month Senin, 7 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Bali, Selasa 8  Juni  2021   ITB Stikom  Bali

expand_less