Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kelompok Wanita Tani Ayu Merta Lestari Batur Selatan : “IPAH, melestarikan budaya konservasi air di Bali”

Kelompok Wanita Tani Ayu Merta Lestari Batur Selatan : “IPAH, melestarikan budaya konservasi air di Bali”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 366
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bangli, Jumat  07  Maret  2025

Kelompok Wanita Tani Ayu Merta Lestari Batur Selatan : “IPAH, melestarikan budaya konservasi air di Bali”

 

(foto/ist)

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Hujan yang turun dari langit sejatinya adalah berkah dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber kehidupan bagi seluruh mahluk di muka bumi, baik untuk tanaman, satwa, dan tentunya untuk kebutuhan manusia. Air memegang peranan yang sangat penting bagi manusia dan menjadi salah satu kebutuhan dasar, baik untuk minum, masak, cuci, dll. Bahkan, berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 19-6728.1-2002 tentang Penyusunan Neraca Sumber Daya, kebutuhan air masyarakat pedesaan dan perkotaan di Indonesia sebesar 100-250 liter/ hari/orang.

Untuk pemenuhan kebutuhan dasar tersebut, belum semua daerah dapat terpenuhi kuantitas-kualitas dan kontinyuitasnya, diantaranya Masyarakat di desa Batur Selatan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Air menjadi sesuatu yang sangat berharga, dan memiliki nilai, bahkan masyarakat harus merogoh kocek + Rp.350ribu untuk satu tangki air 5.000liter pada saat musim kemarau.

“Sangat bermanfaat, hanya kami gunakan untuk keperluan memasak dan dapat mencukupi sampai dengan 1 bulan,” ujar Kadek Arpini ketua KWT Ayu Merta Lestari saat ditanya manfaat IPAH (instalasi pemanenan air hujan) bantuan dari BPDAS Unda Anyar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Melalui siaran tertulisnya dijelaskan, BPDAS Unda Anyar Bali, menetapkan Desa Batur Selatan menjadi salah satu percontohan kampung ramah air hujan (Krah) di provinsi Bali. Masyarakatnya telah memiliki nilai luhur yang turun temurun untuk mengkonservasi sumber daya air, bahkan di desa tersebut sebagian besar rumah telah memiliki cubang (kolam air penampungan) yang digunakan untuk menampung air guna keperluan sehari-hari. Secara bertahap, BPDAS Unda Anyar membangun sebanyak 10 Unit pada tahun 2023 dan tahun 2024 ini sebanyak 12 unit.

“ Masih kurang, kami masih perlu untuk 8 keluarga lagi untuk di banjar ini”,ungkapnya.

Saat ditanya jumlah bantuan yang sudah diberikan, mereka sangat berharap dapat memperoleh tambahan ipah lagi.

”Uang yang kami terima dan kelola, kami belikan toren air yang lebih besar kapasitasnya. Kami senang, KWT dapat mengelola langsung uang tersebut,” jelasnya.

Petugas BPDAS hanya membimbing teknis rencana dan pembangunannya secara berkala”. Kelompok wanita tani merasa mendapat kepercayaan lebih dan dihargai kemampuannya, manakala kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola oleh Masyarakat desa.

“Sistem pengelolaan air hujan berkelanjutan bukanlah semata-mata sistem yang bertujuan untuk mengatasi masalah limpasan air dan menghindari kontaminan yang tidak diinginkan. Melainkan menjadi suatu sistem untuk meningkatkan potensi dan kegunaan dari sumber daya air pada daerah tertentu dalam rangka adaptasi perubahan iklim dan respon terhadap kebutuhan air masyarakat serta melestarikan budaya Bali yang telah turun temurun” ujar Didiek PEH Muda dari BPDAS Unda Anyar.

“Sebaiknya, air hujan pertama s.d ketiga jangan langsung di konsumsi, tapi digunakan untuk keperluan lain seperti untuk menyiram tanaman,” tambah Didik lagi, seraya berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan bermanfaat untuk mendukung 3 pilar Pembangunan KLHK yaitu pilar lingkungan, sosial dan ekonomi di Bali, serta dalam rangka perlindungan danau prioritas nasional di Bali yaitu danau Batur.

(070)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Bali, Selasa 05 Juli 2022   Renungan  JOGER  

  • Hati-Hati, Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Penipuan yang Mengatasnamakan BPJS Kesehatan

    Hati-Hati, Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Penipuan yang Mengatasnamakan BPJS Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Jakarta , Kamis  27  Juli  2023 Hati-Hati, Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Penipuan yang Mengatasnamakan BPJS Kesehatan   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Merespon dengan adanya modus penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan, Asisten Deputi Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Agustian Fardianto mengatakan kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati terhadap modus tersebut. Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak […]

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Jumat, 17 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu 18  Maret  2023 Renungan JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  18 Desember  2022 Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 1 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  02  Januari  2021   Renungan  JOGER  

  • Polres Kuningan Ungkap Kasus Tindak Pidana Kriminal Umum dan Kasus Lahguna Narkoba

    Polres Kuningan Ungkap Kasus Tindak Pidana Kriminal Umum dan Kasus Lahguna Narkoba

    • calendar_month Jumat, 18 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Bandung, Jumat 18 Juni 2021   Polres Kuningan Ungkap Kasus Tindak Pidana Kriminal Umum dan Kasus Lahguna Narkoba     Jawa Barat,indonesiaexpose.co.id –  Polres Kuningan Polda Jabar, Jumat (18/6/2021) menggelar Konferensi Pers pengungkapan berbagai kasus tindak pidana baik kasus kriminal umum, maupun kasus tindak pidana penyalahgunaan (lahguna) narkoba yang terjadi dalam kurun waktu bulan Maret […]

expand_less