Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Ketut Boping Dukung Ketua Pansus TRAP, DPRD Bali Diminta Tegakkan Tata Tertib dan Kembalikan Wibawa Bamus

Ketut Boping Dukung Ketua Pansus TRAP, DPRD Bali Diminta Tegakkan Tata Tertib dan Kembalikan Wibawa Bamus

  • account_circle 080
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 311
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat 19  Juni  2026

Ketut Boping Dukung Ketua Pansus TRAP, DPRD Bali Diminta Tegakkan Tata Tertib dan Kembalikan Wibawa Bamus

 

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Dinamika pembahasan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Bali dari Daerah Pemilihan Tabanan, I Ketut Suryadi Komisi IV  atau yang akrab disapa Ketut Boping, secara terbuka menyatakan sependapat dengan Ketua Pansus TRAP, I Made Supartha, bahwa setiap rekomendasi yang dihasilkan Pansus harus terlebih dahulu melalui mekanisme dan tata tertib DPRD sebelum disampaikan kepada pihak eksekutif.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketut Boping dalam Rapat Paripurna ke-40 (Intern) DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Bali, Jumat (19/6/2026).

Menurut politisi senior asal Tabanan tersebut, rekomendasi yang dihasilkan Pansus TRAP merupakan produk politik DPRD yang memiliki konsekuensi hukum, administratif, serta kelembagaan. Karena itu, seluruh substansi yang masih memerlukan penyempurnaan harus terlebih dahulu dibahas secara tuntas di internal DPRD agar menghasilkan keputusan yang matang dan memiliki legitimasi yang kuat.

Ia menegaskan, proses pembahasan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa atau hanya bersifat formalitas. Jika masih terdapat hal-hal yang perlu diperdebatkan atau didiskusikan, maka pembahasan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum rekomendasi diteruskan kepada pemerintah daerah.

“Kalau memang masih ada hal-hal yang perlu dibahas atau diperdebatkan, maka itu harus dilakukan terlebih dahulu. Jangan kesannya hanya dibacakan sebentar lalu langsung disampaikan kepada eksekutif,” tegas Ketut Boping dalam rapat tersebut.

Menurutnya, mekanisme pembahasan yang komprehensif merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah. Dengan pembahasan yang matang, rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki kekuatan politik, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Ketut Boping juga mengingatkan pentingnya berpedoman pada tata tertib DPRD yang telah disepakati bersama sebagai landasan dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Setiap proses pengambilan keputusan, menurutnya, harus tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

Selain menyoroti mekanisme pembahasan rekomendasi Pansus TRAP, Ketut Boping juga memberi perhatian terhadap peran strategis Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Bali. Ia menilai kewibawaan Bamus belakangan mulai berkurang, padahal lembaga tersebut memiliki fungsi penting dalam menyusun agenda dan menentukan mekanisme persidangan.
Menurutnya, setiap perubahan agenda rapat, meskipun hanya memerlukan waktu singkat, seharusnya terlebih dahulu dibahas dan mendapat persetujuan melalui forum Bamus.

“Saya melihat kesakralan Bamus mulai berkurang. Padahal Bamus memiliki posisi yang sangat penting, sama pentingnya dengan Badan Anggaran. Jangan sampai mekanisme yang sudah diatur justru diabaikan,” ujarnya.

Bagi Ketut Boping, penguatan peran Bamus bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga marwah DPRD sebagai lembaga representasi rakyat. Ia menilai ketidakdisiplinan terhadap prosedur dapat memunculkan persoalan di kemudian hari dan berpotensi menimbulkan polemik.

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota dewan untuk kembali memperkuat budaya disiplin dan penghormatan terhadap tata tertib kelembagaan.

“Ke depan mari kita disiplin. Bamus harus dikembalikan pada fungsi dan kewibawaannya. Setiap perubahan agenda semestinya dibahas terlebih dahulu melalui Bamus sehingga keputusan yang diambil benar-benar sah sesuai mekanisme,” katanya.

Pandangan Ketut Boping tersebut sejalan dengan sikap Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr.(c) I Made Supartha, S.H., M.H., yang sebelumnya menegaskan bahwa rekomendasi Pansus tidak dapat langsung disampaikan kepada pihak eksekutif tanpa melalui tahapan kelembagaan yang telah diatur dalam tata tertib DPRD.

Menurut I Made Supartha, rekomendasi Pansus harus terlebih dahulu dibahas, disepakati, serta memperoleh legitimasi melalui mekanisme resmi DPRD sebelum diparipurnakan maupun diteruskan kepada pemerintah daerah.

Kesamaan pandangan antara Ketua Pansus TRAP dan Ketut Boping menunjukkan adanya dorongan kuat dari sebagian anggota DPRD Bali agar seluruh proses pengambilan keputusan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap persoalan tata ruang, aset daerah, dan perizinan di Bali, keberadaan Pansus TRAP dinilai menjadi instrumen penting dalam menjalankan fungsi pengawasan DPRD. Oleh karena itu, rekomendasi yang dihasilkan harus memiliki dasar yang kuat agar dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan.

Selain itu, pengembalian peran strategis Badan Musyawarah juga dianggap penting untuk memastikan setiap keputusan DPRD tidak menimbulkan persoalan prosedural di kemudian hari.

Badan Musyawarah sendiri merupakan alat kelengkapan dewan yang bertugas menyusun jadwal kegiatan DPRD, menetapkan agenda persidangan, serta memberikan pertimbangan terhadap perubahan agenda selama masa persidangan.
Melalui pernyataan yang disampaikannya dalam rapat paripurna tersebut, Ketut Boping sekaligus mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap tata tertib merupakan fondasi utama dalam menjaga kredibilitas lembaga legislatif.

Kesamaan sikap antara Ketut Boping dan Ketua Pansus TRAP I Made Supartha memperlihatkan satu semangat yang sama, yakni menjaga marwah DPRD Bali melalui penghormatan terhadap mekanisme, disiplin kelembagaan, dan pelaksanaan tata tertib secara konsisten.

Di tengah dinamika politik yang berkembang, keduanya menegaskan bahwa aturan harus tetap menjadi panglima agar setiap keputusan yang dihasilkan DPRD Bali memiliki kekuatan politik, legitimasi hukum, serta dapat dipertanggungjawabkan demi kepentingan masyarakat Bali.

(080)

  • Penulis: 080
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. Sucofindo Gelar Vaksinasi Menyeluruh di Kantor Cabang Seluruh Indonesia, (13/8/21) . Dok. Sucofindo

    PT. Sucofindo Gelar Vaksinasi Menyeluruh di Kantor Cabang Seluruh Indonesia, (13/8/21) . Dok. Sucofindo

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Jakarta,  Minggu  15  Agustus  2021   PT. Sucofindo Gelar Vaksinasi Menyeluruh di Kantor Cabang Seluruh Indonesia, (13/8/21) . Dok. Sucofindo     Jakarta, indonesiaexpose.co.id – PT Sucofindo (Persero) BUMN Jasa Survei terus mendorong agar program vaksinasi secara menyeluruh terlaksana oleh seluruh pegawai dan keluarga serta masyarakat sekitar di beberapa titik Kantor Cabang yang tersebar di […]

  • Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Upacara Atiwa Tiwa Dan Atma Wedana Desa Pakraman Ubung

    Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Upacara Atiwa Tiwa Dan Atma Wedana Desa Pakraman Ubung

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  27  September  2019   Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Upacara Atiwa Tiwa Dan Atma Wedana Desa Pakraman Ubung     Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat nyanggingin dalam Upacara Atiwa Tiwa, Manusa Yadnya dan Atma Wedana Desa Pakraman Ubung, Warespati Wage, Kamis (26/9) di Lapangan Jalan Pidada IX Ubung Denpasar.   BALI,  INDEX  […]

  • Anggaran  Rp3,5 M  MANDek! Pansus   TRAP DPRD Bali  Terhambat   Aturan,  Anggota  Keluar  Biaya  Sendiri

    Anggaran  Rp3,5 M  MANDek! Pansus   TRAP DPRD Bali  Terhambat   Aturan,  Anggota  Keluar  Biaya  Sendiri

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  04  Mei  2026 Anggaran  Rp3,5 M  MANDek! Pansus   TRAP DPRD Bali  Terhambat   Aturan,  Anggota  Keluar  Biaya  Sendiri   Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Kinerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan atau Pansus TRAP DPRD Bali saat ini menghadapi kendala serius. Anggaran sebesar Rp3,5 miliar yang telah dialokasikan dalam APBD Bali Tahun 2026 untuk mendukung […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  16  Juli  2025 Renungan  Joger  

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  02  April  2023   Renungan JOGER

  • Kabid Humas Polda Jabar : Polisi Salurkan Bansos Beras Kepada Para Penggali Kubur Ditengah PPKM

    Kabid Humas Polda Jabar : Polisi Salurkan Bansos Beras Kepada Para Penggali Kubur Ditengah PPKM

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Bandung, Senin 30  Agustus  2021   Kabid Humas Polda Jabar : Polisi Salurkan Bansos Beras Kepada Para Penggali Kubur Ditengah PPKM     Jawa Barat, indonesiaexpose.co.id  –  Bhabinkamtibmas Desa Ciluncat Bripka Dian Rosdiana, Minggu, (29/8/2021) melaksanakan penyaluran bansos beras bantuan Setpres RI kepada para penggali kubur TPU Rancatunggul Kp. Tenjolaya RW 07 Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, […]

expand_less