Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Pijat  TUINA Sebagai  Terapi  Komplementer  Dalam  Upaya  Percepatan  Penurunan  Stunting

Pijat  TUINA Sebagai  Terapi  Komplementer  Dalam  Upaya  Percepatan  Penurunan  Stunting

  • account_circle Admin
  • calendar_month 33 menit yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  3 Oktober  2026

Pijat  TUINA Sebagai  Terapi  Komplementer  Dalam  Upaya  Percepatan  Penurunan  Stunting

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Selama hampir sebulan lebih secara berturut – turut, Tim Peneliti Jurusan Gizi yang terdiri atas Dr. I Wayan Juniarsana, SST, M.Fis; Ir. Hertog Nursanyoto, M.Kes; dan I Made Suarjana, SKM, M.Kes serta didukung oleh perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi (HMJ Gizi) melaksanakan safari kesehatan dalam bentuk penyelenggaraan Latihan Penyegaran Kader yang diikuti oleh perwakilan Kader dari seluruh Posyandu yang ada di 4 desa lokasi khusus stunting yaitu:

  1.  Bajera Utara Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan
  2. Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung
  3. Batubulan Kangin Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar serta
  4. Tegalkertha Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar.

Pelatihan Kader ini menurut Wayan Juniarsana yang ditemui di Denpasar Sabtu (3/10/2026) mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai tahapan kegiatan Penelitian Model Integrasi Ginalatrik (Edukasi Gizi, Pijat Tuina, dan Latihan Psikomotorik Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Kurang pada Anak Balita di Provinsi Bali yang merupakan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) di Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar.

Keterlibatan HMJ Gizi dalam kegiatan ini pada dasarnya merupakan implementasi dari model inovasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dikembangkan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Gizi melalui konsep OSOB (one student one banjar). Melalui konsep ini, dalam setiap pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar, mahasiswa dilibatkan secara aktif untuk terjun langsung ke masyarakat sebagai agent of chance untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan kesehatan. Dengan dilibatkan langsung pada kegiatan kemasyarakatan sejak menjadi mahasiswa, diharapkan lulusan yang dihasilkan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar, menjadi tenaga

kesehatan yang siap pakai dan langsung memahami masalah kesehatan yang harus ditanggulangi di wilayah kerjanya.
Seluruh kader yang dilatih menyambut antusias kegiatan ini, karena materi yang disajikan merupakan inovasi baru yang dapat dijadikan sebagai tambahan pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam mengelola posyandu. Dalam sambutannya, Perbekel Desa Pelaga, I Ordin berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam upaya percepatan penurunan stunting yang terus digiatkan sesuai taget yang ditetpkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Model ini merupakan integrasi dari edukasi gizi, stimulasi pijat Tuina, dan latihan psikomotorik bagi balita stunting.

“Karena penyegaran kader ini merupakan kegiatan inovatif, Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan posyandu dan menurunkan angka stunting di Desa Pelaga,” tambahnya. Bahkan ketua tim Penggerak PKK Desa Batubulan Kangin, menekankan kepada para kader, tentang pentingnya materi pelatihan ini, dan berharap agar menularkan pengetahuan ini kepada kader yang tidak berkesempatan mengikuti pelatihan penyegaran kader ini.
Dalam penyampaian materinya, narasumber pertama Dr. I Wayan Juniarsana, SST, M.Fis menuturkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting di Bali masih harus digencarkan karena selama ini masih tumbuh persepsi yang keliru tentang stunting. Anak yang terlihat lebih pendek dibanding yang seusianya hanya dipandang sebagai gangguan pertumbuhan fisik, sehingga intervensi utama yang dilakukan berupa pemberian makanan tambahan (PMT) yang bernilai gizi tinggi pada sasaran.

Padahal PMT yang diberikan belum tentu dikonsumsi oleh sasaran. Bahkan bisa jadi paket PMT itu dimakan oleh anggota keluarga yang lain. Faktor yang memicu kehilangan selera makan, terlebih bagi mereka yang mengalami stunting, terjadi karena memang tubuhnya belum siap mereka asupan gizi yang adekuat. Perkembangan sistem dalam tubuhnya memang belum mampu menyerap optimal asupan zat gizi yang diberikan. Akibatnya PMT yang diberikan tidak dihabiskan oleh anak stunting dan dikonsumsi oleh anggota keluarga lain. Disinilah letak pentingnya Pijat Tuina. Terapi komplementer yang diadaptasi dari metode pengobatan tradisional China ini merupakan upaya meningkatkan selera makan, menstimulasi pertumbuhan, mencegah dan meredakan gejala penyakit pada anak. Pijat Tuina dilakukan dengan menekan titik – titik akupunktur pada tubuh anak menstimulasi fungsi pencernaan dan mengharmonisasikan sirlukasi chi (pergerakan energi) dalam tubuh anak. Kelancaran aliran energi ini sangat menentukan kesehatan organ tubuh, sehingga diharapkan dapat mengatasi kesulitan makan dan mengejar ketertinggalan proses pertumbuhan anak stunting.

Untuk mengetahui efektifitas terapi komplementer pijat tuina ini narasumber kedua Ir. Hertog Nursanyoto, M.Kes memaparkan suatu aplikasi berbasis jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk monitoring pertumbuhan dan perkembangan anak secara realtime. Dengan mengoperasikan aplikasi ini maka kader akan mendapatkan informasi tentang perkembangan anak tanpa harus menunggu laporan hasil penimbangan. Melalui aplikasi ini edukasi gizi di Posyandu dapat dilakukan dengan tepat sasaran disesuaikan dengan kondisi anak saat itu juga setelah anak diukur.

Penyegaran kader diakhiri oleh penyampaian materi gizi seimbang oleh HMJ Gizi. Gizi seimbang pada dasarnya merupakan pengaturan jenis, jumlah dan frekuensi pemberian makan yang terpola setiap harinya. Pola makan yang benar sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan anak. Sebaliknya pola makan yang salah justru akan memicu gangguan pertumbuhan pada anak. Materi ini sangat berguna sebagai pedoman bagi ibu untuk mengatur pemberian makan anaknya, manakala selera makannya sudah kembali sebagai dampak pijat tuina. Tanpa dibekali dengan pengetahuan gizi seimbang, selera makan anak yang baik bukan tidak mungkin justru akan menyebabkan anak mangalami masalah gizi kembali akibat pemberian makanan yang keliru. Sebagai contoh, pada kasus gizi lebih pada anak seringkali terjadi karena anak dijejali makanan empty caloric dan junkfood akibat ketidaktahuan ibunya.

Penyegaran kader diakhiri dengan praktek langsung pengoperasian aplikasi berbasis jaringan oleh kader dengan sasaran anak yang mengalami masalah gizi yang berada di wilayah kerja Banjar Bukian.

Para kader yang berlatih mengoperasikan aplikasi monitoring tumbuh kembang berbasis jaringan merasa puas dengan hasil penyegaran ini. Aplikasi ini sangat memudahkan kami dalam menjalankan tugas kader dilapangan. Apalagi ditambah dengan bekal pengetahuan yang diperoleh dari hasil penyegaran membuat para kader memiliki panduan yang lebih pasti untuk memilih tema edukasi yang harus disampaikan pada ibu – ibu yang anaknya mengalami masalah gizi. Dengan adanya respons positif semacam ini, diharapkan kader posyandu dapat menjadi agen perubahan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali. Dari Tim Peneliti Jurusan Gizi khususnya HMJ Gizi juga terus berkomitmen yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat semacam ini guna meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.

(112)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuki Musim Penghujan, Bandara I Gusti Ngurah Rai Lakukan Langkah Antisipasi

    Masuki Musim Penghujan, Bandara I Gusti Ngurah Rai Lakukan Langkah Antisipasi

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Kuta, Kamis  02 Januari  2020   Masuki Musim Penghujan, Bandara I Gusti Ngurah Rai Lakukan Langkah Antisipasi     BALI,  INDEX  – Memasuki musim penghujan di awal tahun 2020, Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali menerapkan beberapa langkah antisipasi. Langkah tersebut diambil untuk memastikan kondisi bandar […]

  • Pemprov Sultra Gelar Doa Bersama Untuk Indonesia Yang di Pimpin 5 Pemuka Agama

    Pemprov Sultra Gelar Doa Bersama Untuk Indonesia Yang di Pimpin 5 Pemuka Agama

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Kendari, Selasa  13  Februari  2024 Pemprov Sultra Gelar Doa Bersama Untuk Indonesia Yang di Pimpin 5 Pemuka Agama     Sulawesi Tenggara, indonesiaexpose.co.id – Pemprov Sulawesi Tenggara menggelar “Doa Bersama Dari Sultra Untuk Indonesia” dipimpin oleh 5 Pemuka Agama, bertempat di halaman kantor Gubernur Sultra, Senin (12/02/24). “Kita berdoa, bermunajat kepada Allah SWT semoga pada masa […]

  • Hadapi Serbuan Media Digital, Sekda Dewa Indra Dorong Kolaborasi Perusahan Pers

    Hadapi Serbuan Media Digital, Sekda Dewa Indra Dorong Kolaborasi Perusahan Pers

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  11  Agustus  2023 Hadapi Serbuan Media Digital, Sekda Dewa Indra Dorong Kolaborasi Perusahan Pers     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Menghadapi ‘tsunami informasi’ yang tersebar melalui media sosial dan media digital lainnya, termasuk platform asing yang dikendalikan oleh AI (kecerdasan buatan), Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mendorong perusahaan media konvensional yang tergabung […]

  • Peringati Sumpah Pemuda, Pemuda Bali bersama KNPI ‘Deklarasikan’ Empat Point Pernyataan

    Peringati Sumpah Pemuda, Pemuda Bali bersama KNPI ‘Deklarasikan’ Empat Point Pernyataan

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  29  Oktober  2019     Peringati Sumpah Pemuda, Pemuda Bali bersama KNPI ‘Deklarasikan’ Empat Point Pernyataan   Ketua KNPI Bali , Fabian Andrianto Cornelis     “Pemuda Punya Energi Besar Untuk Perubahan”   BALI,  INDEX  –  Dalam rangkan memperingati Hari Sumpah Pemuda, Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Bali […]

  • Kresna Budi  Wakil  II DPRD Bali Usulkan Batas Durasi Kendaraan Plat Luar Bali 3 Bulan

    Kresna Budi  Wakil  II DPRD Bali Usulkan Batas Durasi Kendaraan Plat Luar Bali 3 Bulan

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Denpasar,  Senin  13  Januari  2025 Kresna Budi  Wakil  II DPRD Bali Usulkan Batas Durasi Kendaraan Plat Luar Bali 3 Bulan   Ida Gede Komang Kresna Budi wakil II DPRD Bali dari Fraksi Golkar   Bali, indonesiaexpose.co.id – Kendaraan luar daerah yang terlalu lama berada di Bali, misalnya lebih dari tiga bulan, diusulkan pelat nomornya diubah […]

  • Tinjau Sosialisasi JKN Goes to Banjar di Kelurahan Serangan, Wawali Arya Wibawa Pastikan Warga Ikut Jaminan Kesehatan Nasional

    Tinjau Sosialisasi JKN Goes to Banjar di Kelurahan Serangan, Wawali Arya Wibawa Pastikan Warga Ikut Jaminan Kesehatan Nasional

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 02 Mei  2024   Tinjau Sosialisasi JKN Goes to Banjar di Kelurahan Serangan, Wawali Arya Wibawa Pastikan Warga Ikut Jaminan Kesehatan Nasional   Bali,  indonesiaexpose.co.id   –  Pemkot Denpasar terus aktif dalam meningkatkan jumlah kepesertaan aktif warga untuk mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah dilaksanakan melalui sinergitas bersama BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dalam kegiatan […]

expand_less