Saturday , April 20 2024
Home / Jawa Timur / Jalur Alternatif Lumajang-Malang Lewat Ranupani Kembali Longsor

Jalur Alternatif Lumajang-Malang Lewat Ranupani Kembali Longsor

Lumajang , Selasa 29 Januari 2019

Jalur Alternatif Lumajang-Malang Lewat Ranupani Kembali Longsor

Tanah longsor yang terjadi di jalur alternatif Lumajang-Malang lewat Desa Ranupani pada Senin (28/1) malam. (Foto BPBD Lumajang)

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya saat melintas di jalur tersebut karena ada beberapa titik rawan di sepanjang hutan kawasan TNBTS itu baik rawan longsor maupun pohon tumbang”

JATIM, INDEX – Jalur yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur, melalui Desa Ranupani kembali longsor hingga menyebabkan akses jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat karena sebagian longsor menutup badan jalan pada Senin (28/1) malam.

“Tadi malam terjadi tanah longsor di daerah Krepelan atau sebelum Watu Tulis yang merupakan kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswoyo di Lumajang, Selasa.

Menurutnya titik longsor tersebut terjadi di akses jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Malang lewat Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, sehingga masyarakat yang menggunakankendaraan tidak direkomendasikan melewati jalan tersebut karena longsor menutup sebagian badan jalan dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

“Kami juga sudah menginformasikan kepada masyarakat melalui media sosial sejak Senin (28/1) malam, agar sementara tidak melewati jalur tersebut dan hari ini petugas akan membersihkan sisa longsoran, agar jalur tersebut bisa dilewati oleh kendaraan baik roda empat maupun roda dua,” tuturnya.

Ia menjelaskan kendaraan roda dua sebenarnya bisa melewati jalur tersebut karena longsor tidak menutup seluruh badan jalan, namun untuk kendaraan roda empat tidak direkomendasikan untuk melalui jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Malang tersebut.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya saat melintas di jalur tersebut karena ada beberapa titik rawan di sepanjang hutan kawasan TNBTS itu baik rawan longsor maupun pohon tumbang,” katanya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya memberikan peringatan dini cuaca di Jawa Timur pada 28 Januari 2019 pukul 22.20 WIB yakni berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir pada pukul 22.40 WIB di Kabupaten Lumajang, Jember, dan Banyuwangi, Bondowoso.

Sebelumnya longsor dan pohon tumbang menerjang sejumlah titik di jalur penghubung Kabupaten Lumajang – Kabupaten Malang yang berada di kawasan hutan TNBTS, sehingga akses jalan di kawasan tersebut lumpuh total karena tidak bisa dilalui oleh kendaraan pada 23 Januari 2019.

Pohon yang tumbang tersebut berdiameter 30 centimeter (cm) hingga 130 cm, sehingga petugas gabungan dari Tim Reaksi Cepat BPBD, Polri, TNI, TNBTS, dan masyarakat membersihkan akses jalan tersebut dengan menggunakan enam unit chansaw dan parang untuk memotong pohon tumbang yang melintang di jalan.(Ant)

415

Check Also

Indonesia Expose.co.id

Denpasar, Rabu  17  April  2024     68

Rapat Paripurna Ke-6 Masa Persidangan I DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Kinerja LKPJ Walikota Denpasar TA. 2023

Tabanan, Rabu  17  April  2024 Rapat Paripurna Ke-6 Masa Persidangan I DPRD Denpasar Apresiasi Capaian …