ILC 2025 : Berkomitmen Dunia Tanpa Kusta
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 7 Jul 2025
- visibility 98
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nusa Dua, Senin 07 Juli 2025
ILC 2025 : Berkomitmen Dunia Tanpa Kusta

Konferensi pers The 22nd International Leprosy Congress (ILC) 2025 bertempat di BNDCC,Nusa Dua,Bali, Senin (07/7/2025).
Bali, indonesiaexpose.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Sasakawa Health Foundation menyelenggarakan International Leprosy Congress (ILC) 2025 yang akan pada 7 s/d 8 Juli 2025 di BNDCC , Nusa Dua, Bali.
Pertemuan internasional ini bertujuan untuk memperkuat komitmen percepatan eliminasi kusta (leprosy) di Indonesia. Pertemuan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Yohei Sasakawa, perwakilan organisasi internasional, lembaga non-pemerintah, peneliti, jajaran pemerintah daerah serta Penyintas Kusta (OYPMK).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia baru-baru ini merilis data yang mengkhawatirkan: Indonesia menduduki peringkat ketiga di dunia dalam kasus kusta baru. Pada tahun 2023, tercatat 14.376 kasus baru kusta, menempatkan Indonesia setelah India dan Brasil, yang masing-masing memiliki 107.851 dan 22.773 kasus baru. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian penyakit ini.
Menkes Budi menyampaikan bahwa kusta sempat tidak menjadi prioritas utama dibandingkan penyakit menular lain seperti tuberkulosis, HIV, dan malaria. Namun demikian, pertemuan dengan Sasakawa pada World Health Assembly tahun 2023 menginspirasi komitmen baru pemerintah Indonesia dalam menghapus penyakit yang seharusnya sudah tidak ada lagi.
“Saya menyadari bahwa kusta bukan sekadar persoalan angka kasus. Kusta adalah penyakit yang membawa stigma dan diskriminasi. Karena itu, kita perlu langkah luar biasa agar Indonesia segera mencapai 0 kusta, 0 disabilitas, dan 0 stigma,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Dalam kesempatan ini, Yohei Sasakawa memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Indonesia atas kepemimpinan yang kuat dalam upaya eliminasi kusta.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Menkes Budi atas komitmen yang luar biasa. Indonesia adalah negara besar dengan tantangan geografis yang kompleks. Namun saya percaya, dengan kerja sama semua pihak, mimpi menuju Indonesia bebas kusta bukanlah sesuatu yang mustahil. Saya sudah berusia 86 tahun, tetapi saya berharap dapat menyaksikan hari ketika Indonesia berhasil menghapus kusta sepenuhnya,” ungkap Sasakawa.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di acara ILC 2025 bertempat di BNDCC,Nusa Dua,Bali, Senin (07/7/2025).
Pada pertemuan ini, Kementerian Kesehatan menyampaikan lima langkah strategis percepatan eliminasi kusta, yaitu:
- Perluasan wilayah akselerasi target eliminasi kusta dari 42 menjadi 111 kabupaten/kota pada 2030.
- Pelaksanaan skrining masif yang dimulai Juli 2025 di lima kabupaten prioritas: Tangerang, Kab. Bekasi, Kab. Brebes, Kota Jayapura, dan Kab Sampang.
- Penerapan skrining bagi populasi dengan risiko tinggi sindrom hipersensitivitas Dapsone, khususnya di Papua, Maluku, dan Sulawesi.
- Penguatan ketersediaan pengobatan MDT.
- Partisipasi aktif dalam riset dan uji klinis vaksin kusta internasional.
Yohei Sasakawa juga mendorong semua pemangku kepentingan, yakni pemerintah, organisasi internasional, akademisi, pemimpin agama, hingga komunitas untuk bersatu menghadapi tantangan kusta dan diskriminasi yang ditimbulkannya.
“Saya telah mengunjungi 125 negara untuk mendorong penghapusan kusta. Saya yakin Indonesia memiliki kapasitas, semangat, dan kemauan politik yang kuat untuk menjadi teladan global dalam eliminasi kusta,” terang Yohei Sasakawa.
Sementara, Menurut Prof.Dr.dr.M.Yulianto Listiawan,Sp.DVE,Subsp.OBK, Ketua ILC 2025 dengan terpilihnya Indonesia untuk pertama kali menjadi tuan rumah konferensi ini diharapkan semakin meningkatnya kepedulian serta kesadaran seluruh stakeholder termasuk masyarakat untuk membasmi penyakit yang kerap disebut lepra ini di Indonesia.
“Indonesia menjadi negara nomor 3 di dunia yang memiliki jumlah kasus terbesar penyakit kusta dan baru kali ini menjadi tuan rumah, diharap semua pihak ikut menyuarakan pentingnya penanggulangan penyakit ini juga menghilangkan stigma negatif pada pasien yang selama ini terjadi tak hanya di Indonesia tetapi di negara lain,” ujar Yulianto dalam jumpa pers yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center Senin 7 Juli 2025.
Ajang ini mempertemukan para ilmuwan, profesional kesehatan, pembuat kebijakan, orang yang terkena kusta, dan masyarakat sipil di bawah satu tujuan bersama, “Menuju Dunia Tanpa Kusta.
” Kongres Kusta Internasional (ILC) adalah pertemuan ilmiah internasional yang diadakan untuk memajukan penelitian, pengobatan, dan pemahaman tentang kusta, yang juga dikenal sebagai penyakit Hansen.
Peluncuran Peta Jalan Kusta Global 2025–2035, yang menguraikan tonggak-tonggak strategis untuk eliminasi. Presentasi tentang diagnostik mutakhir, terapi generasi berikutnya, dan penelitian genomik. Dalam ajang ini juga digemakan suara-suara orang yang terkena kusta, berbagi kisah-kisah hebat tentang ketahanan dan advokasi.
Negara-negara seperti India, Republik Korea, Jepang, dan Indonesia telah memperbarui strategi eliminasi nasional, sementara kemitraan yang muncul dengan sektor swasta dan lembaga penelitian mempercepat inovasi di bidang ini.
Kasus kusta anak juga menjadi perhatian serius. Pada 31 Mei 2025, terdapat 484 kasus kusta anak, yang setara dengan 13% dari total kasus baru. Angka ini menurun dibandingkan dengan 1.420 kasus pada tahun 2024, namun Ina mengingatkan bahwa data dapat berubah akibat keterlambatan pelaporan dari sejumlah daerah.
” Penanganan kusta di Indonesia perlu terus diperkuat, dan investigasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang membuat beberapa daerah tetap mengalami tingkat penularan yang tinggi menjadi sangat penting. Edukasi serta penyuluhan kepada masyarakat tentang gejala, penularan, dan pengobatan kusta harus terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam penanggulangan penyakit ini,” tutupnya.
Sebanyak 1.000 delegasi dari 12 negara yang hadir dalam acara The 22nd International Leprosy Congress (ILC) 2025 atau Kongres Kusta Internasional ke-22 tahun 2025 menggemakan 3 misi utama yaitu Zero Transmission, Zero Disability & Zero Discrimination (Nol Penularan, Nol Disabilitas dan Nol Diskriminasi).
(110)
- Penulis: Admin
