Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kalimantan Tengah » Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 30 Jan 2019
  • visibility 238
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta ,Rabu 30 Januari 2019

 

Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

(Foto/Istimewa)

Kalteng, INDEX – Komite III DPD RI berharap RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang disusun DPR RI memperhatikan kepentingan umat dengan mengedepankan akhlak mulia dan penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta serta negeri.

“RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan mencoba menjadi jawaban atas kegusaran mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan keagamaan,” kata Wakil Ketua Komite III DPD RI Novita Anakotta saat RDP tentang RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa.

Novita menjelaskan, dalam konteks konstitusional, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional masih memiliki permasalahan.

Dari sisi substansi, UU tersebut telah mengalami pembaharuan berupa pelaksanaan pendidikan agama dan akhlak mulia, penghapusan diskriminasi antara pendidikan yang dikelola pemerintah serta pendidikan yang dikelola masyarakat.

“Meskipun UU ini telah mengakomodir pendidikan keagamaan, namun pada kenyataannya masih banyak lembaga pendidikan keagamaan yang belum merasakan kehadiran pemerintah baik formal ataupun nonformal,” kata senator asal Maluku Utara itu.

Melalui metode berbasis pendekatan keagamanaan, Novita berharap bisa menambah keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia manusia Indonesia.

Hal Ini juga mampu menjaga kerukunan hubungan antar dan inter umat beragama.

“Dalam sistem ini, peserta didik mampu memahami dan menghayati nilai agama yang harmoni dengan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan seni,” kata dia.

Anggota Komite III DPD RI Abdul Azis Khafia menyatakan setuju dengan adanya RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Menurut dia, memang perlu ada kesetaraan pendidikan agama di Indonesia. “Memang jangan ada lagi ada dikotomi pendidikan agama,” katanya.

Namun, sampai saat ini belum ada pembahasan yang utuh mengenai RUU ini, antara Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Thomas Pentury beranggapan bahwa RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan memiliki kecenderungan membirokrasikan pendidikan nonformal.

Khususnya bagi pelayanan anak-anak dan remaja yang dilakukan sejak lama oleh gereja-gereja di Indonesia. “Gereja khawatir RUU ini menjadi model intervensi negara terhadap agama,” katanya.

Menurut Thomas, pada dasarnya gereja mendukung RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sejauh hanya mengatur pendidikan formal. Selain itu tidak memasukan pengaturan model pelayanan pendidikan nonformal gereja-gereja di Indonesia seperti pelayanan kategorial anak dan remaja.

“Kami mengusulkan untuk merekonstruksi ulang pendidikan keagaman Kristen melalui jalur pendidikan formal yang semula SDTK, SMPTK, SMAK/SMTK menjadi SDK, SMPK, SMAK/SMTK,” ujar Thomas.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Ahmad Zayadi sependapat bahwa RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sesuatu yang dibutuhkan. Selain itu, RUU ini juga sangat dibutuhkan pada pendidikan keagamaan agar ke depan bisa mendapatkan kesetaraan baik regulasi, program kegiatan dan anggaran.

Kewajiban negara memberikan pengakuan pesantren dan keagamaan dalam membetuk kesatuan NKRI yang merupakan menjaga kekhasan keagamaan.

“Inilah tradisi kita yang perlu kita rawat dalam perbedaan,” kata Zayadi.(Ant )

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempabumi M 5,3 Kabupaten Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar

    Gempabumi M 5,3 Kabupaten Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Malang, Jumat  22  Oktober  2021   Gempabumi M 5,3 Kabupaten Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar Anggota kepolisian mengangkat puing atap bagian teras gedung musala An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, yang mengalami kerusakan setelah terjadi gempabumi M5,3 di barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (22/10). (BPBD Kabupaten Blitar)(Foto/Ist) Jawa  Timur,  indonesiaexpose.co.id  […]

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  04  Juni  2025

  • Kunker ke Pelabuhan Kaliadem Muara Angke,Menhub RI  Scan Barcode Peduli Lindungi di Pos Pengawasan ProKes Polres Kep Seribu

    Kunker ke Pelabuhan Kaliadem Muara Angke,Menhub RI  Scan Barcode Peduli Lindungi di Pos Pengawasan ProKes Polres Kep Seribu

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin 03 Januari 2021 Kunker ke Pelabuhan Kaliadem Muara Angke,Menhub RI  Scan Barcode Peduli Lindungi di Pos Pengawasan ProKes Polres Kep Seribu (Foto/Ist)   Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Mentri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi melakukan Kunjungan Kerja di Pelabuhan Kaliadem Muara Angke dalam rangka peninjauan Pelabuhan pada masa libur Natal dan Tahun Baru, Minggu 2 […]

  • “Smart Coffee Monitoring”  XL Axiata Bangun Solusi IoT untuk Tingkatkan Kualitas Kopi

    “Smart Coffee Monitoring” XL Axiata Bangun Solusi IoT untuk Tingkatkan Kualitas Kopi

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, Sabtu  03  Oktober 2020.   “Smart Coffee Monitoring” XL Axiata Bangun Solusi IoT untuk Tingkatkan Kualitas Kopi     JAKARTA,  INDEX  –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengembangkan solusi berbasis Internet of Thing (IoT) di bidang agrikultur untuk meningkatkan kualitas kopi pascapanen. Solusi precision farming ini bernama “Smart Coffee Monitoring” yang dibuat untuk […]

  • Taman Safari Bali Goes to School: #LetsGoKebaikan di Bulan Ramadhan

    Taman Safari Bali Goes to School: #LetsGoKebaikan di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Gianyar, Rabu  27  Maret  2024 Taman Safari Bali Goes to School: #LetsGoKebaikan di Bulan Ramadhan     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Bertepatan momen Bulan Ramadhan yang identik dengan bulan penuh kebaikan dan berbagi. Taman Safari Bali kembali mengadakan kegiatan berbagi melalui campaign #Let’sGoKebaikan. Berkolaborasi dengan yayasan sosial Bali Life Foundation, Taman Safari Bali mengunjungi Suwung Community Center […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  17  April  2020   Renungan  JOGER  

expand_less