Monday , September 16 2019
Home / Bali / Dharmaning Gesing : Sanur Village Festival (Sanfes) XIV Tahun 2019

Dharmaning Gesing : Sanur Village Festival (Sanfes) XIV Tahun 2019

Denpasar, Senin  19  Agustus  2019

 

Dharmaning Gesing : Sanur Village Festival (Sanfes) XIV Tahun 2019

Suasana konferensi pers Sanur Village Festival (Sanfes) XIV tahun 2019 Senin (19/8) di Griya Santrian Art Gallery, Sanur-Bali.(Foto/indonesiaexpose.co.id/074)

 

BALI,  INDEX  –  Sanur Village Festival (Sanfes) XIV tahun 2019 yang masuk 8 besar kegiatan kalender Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kembali digelar dalam waktu dekat.

Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ke XIV ini kembali menyajikan kreasi,inovasi dan kolaborasi berbasis komunitas warga yang kian menjadi daya tarik wisatawan.

Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan,  branding yang telah terbangun hingga memasuki kegiatan tahun keempat belas ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang dinilai masih lesu.

“Kami terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas kemasan festival agar tetap menjadi daya tarik dan menjadi kenangan mengesankan bagi para penggunjung termasuk wisatawan,” tutur Ida Bagus Gede Sidharta Putra di acara Jumpa Pers SVF 2019, Senin (19/8) di Griya Santrian Art Gallery, Sanur-Bali.

Lanjut pria yang akrab dipanggil Gusde ini, rata-rata tingkat hunian kamar di kawasan Sanur pada semester I/2019 hanya sekitar 55% dan ini menjadi salah satu konsnetrasi berbagai pemangku kepentingan agar dapat mendorongnya bersama indikator lainnya.

Gusde yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur bersama warga ingin terus memberikan sumbangsih bagi keberlanjutan pariwisata yang menjadi penopang ekonomi terbesar di wilayah ini. Salah satunya melalui festival yang kalini bertena ‘Dharmaning Gesing’ yang menggerakkan berbagai komunitas untuk tak henti melakukan kreasi dan inovasi terhadap kemanfaatan tanaman bambu yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali.

Sanur Village Festival XIV digelar selama 5 hari pada 21-25 Agustus 2019 di Pantai Matahari Terbit Sanur. Seluruh persiapan hingga Minggu (18/8/2019) petang telah mencapai sekitar 75% dan dipastikan rampung menjelang pembukaan yang rencananya dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (21/8/2019) petang.

Dalam festival kali ini warga Sanur juga bersuka cita karena salah satu tokoh dan Founder Santrian Group Ida Ratu Pedanda Gede Dwija Ngenjung atau dikenal dengan Ida Bagus Tjetana Putra memperoleh Tanda Kehormatan Satya Lencana Kesetiaan Pariwisata dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Secara simbolis telah diserahkan kepada putra ketiga IB Agung Partha Adnyana di Jakarta dan akan diserahkan langung oleh Menpar pada malam pembukaan festival.

Gusde menjelaskan panitia berupaya menerjemahkan tema ke dalam berbagai perangkat dan peranti di arena festival mulai dari gerbang masuk hingga ke panggung utama yang didominasi bahan bambu. Memang, belum seluruh keinginan dapat terwujudkan, tetapi paling tidak upaya ini diharapkan memantik keinginan bersama untuk kembali memanfaatkan bahan ramah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan kegunaannya.

Salah satu kolaborasi yang bakal ditampilkan pada malam pembukaan adalah kolaborasi musisi jazz Indra Lesmana dengan seniman I Nyoman Windha bersama sekehe jegog yang menggunakan instrumen berbahan bambu. ”Ini merupakan pengalaman kedua bekerja sama dengan Pak Winda setelah 14 tahun berlalu,” kata Indra Lesmana.

Kolaborasi dengan Windha pernah dilakukan Indra dalam konser ’Megalitikum Kuantum’ di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana pada 2005 silam. Selain membawakan komposisi ketika itu, pada malam pembukaan nanti kolaborasi Indra dengan musik jegog akan menampilkan kejutan baru.

Festival kali ini menghadirkan dua panggung yang secara bergantian menyajikan pergelaran di antaranya berbagai jenis kesenian tradisional, fashion, dan musik. Khusus untuk musik telah dijadwalkan penampil dari luar Bali dan musisi asal Pulau Dewata.

Pada Rabu (21/8/2019) akan tampil Koko Harsoe & Kuba Korownski, Pongki Barata, Indra Lesmana Jegog Orchestra, Trio Lestari feat Mostly Jazz Group, dan Crazy Horse feat Ocha. Kamis (22/8/2019): Ito Kurdhi, Nostress, Dewa Budjana Mahandini, Katon Bagaskara.

Jumat (23/8/2019): Moonglade, Kunto Aji feat Mostly Jazz Group, Eva Celia feat Teza Sumendra, dan Andre Dinuth feat Anda. Sabtu (24/8/2019): Nancy Ponto, Gus Tedja, Krakatau, dan Classic Rock. Minggu (25/8/2019): Old Taroo, Isyana Saraswati, Navicula dan Joni Agung.

Sepanjang lima hari pelaksanaan festival sejak pagi hingga malam diisi berbagai aktivitas di antaranya futsal, kite surfing, sepeda gembira, fun beach games, aksi lingkungan, Sanur Golf Tournament, Santrian Regatta Sailing, Bali International Triathlon, yoga, balap jukung, pameran usaha mikro, kecil dan menengah, bazar kuliner, kontes selancar, dan parade budaya.

Beberapa kegitan juga telah dilakukan terlebih dulu seperti Sanur International Kite Festival yang diikuti peserta dari 26 negara, dialog budaya SVF menghadirkan 4 narasumber, dan pameran foto karya 31 fotografer yang seluruhnya merespons tema tentang bambu.

Dalam festival kali ini warga Sanur juga bersuka cita karena salah satu tokoh dan Faunder Santrian Group, Ida Ratu Pedande Gede Dwija Ngenjung atau dikenal dengan Ida Bagus Tjetana Putra memperoleh Tanda kehormatan Satya Lencana Kesetian Pariwisata dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

(074)

Check Also

Pemkot Gandeng Musisi Bali Gencarkan Sosialisasi Inovasi Si-Darling

Denpasar, Selasa  17  September  2019   Pemkot Gandeng Musisi Bali Gencarkan Sosialisasi Inovasi Si-Darling Sosialisasi …

WOW Smartfren “Raih Mimpi Semudah Aktlvasl”

Denpasar,  Selasa  16 September 2019   WOW Smartfren “Raih Mimpi Semudah Aktivasi”   Djoko Tata …