Monday , October 14 2019
Home / Bali / Ida Gd.Km Krisna  Budi, Ketua Komisi II DPRD Prov.Bali :  Solusi Overload  Bandara Ngurah Rai, Bandara Bali Utara segera  direalisasikan

Ida Gd.Km Krisna  Budi, Ketua Komisi II DPRD Prov.Bali :  Solusi Overload  Bandara Ngurah Rai, Bandara Bali Utara segera  direalisasikan

Denpasar, Selasa  01  Oktober  2019

 

 

Ida Gd.Km Krisna  Budi, Ketua Komisi II DPRD Prov.Bali :  Solusi Overload  Bandara Ngurah Rai, Bandara Bali Utara segera  direalisasikan

 

Anggota DPRD Bali Ida Gd.Km Kresna Budi dari partai Golkar di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, Selasa (01/9/2019).(Foto/INDEX/002)

 

BALI, INDEX – Bandara Bali Utara merupakan salah satu potensi terbaik yang akan memberikan solusi atas permasalahan kemacetan di wilayah Bandara Internasional Ngurah Rai dan mencegah terjadinya sentralisasi di Kota Denpasar terutama dari segi ekonomi dan tata kota. Dengan adanya Bandara Bali Utara, maka perekonomian di wilayah Bali Utara seperti diterpa angin sepoi-sepoi yang sangat menyegarkan karena berpotensi menciptakan ladang usaha baru dalam skala besar untuk masyarakat sekitar terutama dari segi pariwisata.

Anggota DPRD Bali Ida Gd.Km Kresna Budi dari partai Golkar mengatakan, konsep awal pembangunan bandara baru di Kab. Buleleng untuk pemerataan pembangunan antara Bali selatan dan Bali utara. Terhadap niat yang baik ini, pihaknya sangat mendukung pembangunan Bandara di kawasan Bali Utara tersebut bisa terlaksana dengan cepat.

” Selain itu dengan adanya Bandara Internasional Bali Utara, maka suplai logistik yang masuk ke wilayah Buleleng dan sekitarnya menjadi sangat lancar karena pengiriman logistik terutama dari luar Bali bisa dicapai hanya dalam hitungan jam. Tidak perlu lagi menghitung berapa hari waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan barang dari Bandung ke Buleleng yang mana jika kondisi sekarang, barang akan masuk terlebih dahulu ke Bandara Ngurah Rai dan dibutuhkan waktu tambahan kurang lebih 3 hari untuk barang tersebut sampai di Buleleng,” tutur Aji Kresna panggilan akrabnya saat ditemui indonesiaexpose.co.id di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, Selasa (01/9/2019).

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan akses dari Denpasar untuk sampai di Buleleng masih minim yang hanya di fasilitasi ruas jalan raya antarkabupaten, yang sangat tidak praktis untuk pengiriman logistik. Keuntungan lainnya dari adanya Bandara Bali Utara adalah jenis penerbangan menuju Bali maupun ke luar Bali lebih beragam sehingga overload yang terjadi di Bandara Internasional Ngurah Rai menjadi dapat teratasi dengan baik.

” Jika berbicara dari segi tata kota, Kabupaten Buleleng merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah terluas di Bali yang memiliki pusat ibu kota di Singaraja. Dilihat dari kondisi eksisting, masih terdapat banyak lahan kosong yang bertebaran di Buleleng menandakan bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Buleleng masih tertutup oleh awan kelabu yang harus segera disingkirkan sehingga Buleleng dapat bersinar kembali seperti sedia kala,” ungkap Aji Krisna yang juga menjabat sebagai ketua komisi II DPRD Prov. Bali

Lanjutnya, dengan adanya Bandara Bali Utara, perekonomian Buleleng akan mekar kembali dan menunjukkan sinar emasnya, wirausaha-wirausaha baru mulai bermunculan, Gross Domestic Product meningkat, UMR meroket, dan yang paling penting adalah masyarakat Bali Utara yang kini bekerja di Denpasar atau daerah Bali Selatan lainnya tidak perlu lagi merantau jauh dari kota kelahiran mereka. Mereka bisa pulang ke kampung halamannya untuk merintis usaha dan memulai perjalanan baru dalam upaya pengembangan Kabupaten Buleleng.

Bandara Internasional Bali Utara adalah suatu keharusan jika masyarakat Bali menginginkan pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi dan pemerataan pembangunan di wilayah Provinsi Bali. Tidak ada yang dirugikan dalam pembangunan bandara tersebut. Bahkan perkembangan ekonomi akan semakin meningkat dan pesat karena ada dua gerbang masuk wisatawan ke dalam Bali sehingga pesawat yang membawa wisatawan tidak perlu lagi mengantre berjam-jam untuk dapat mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai yang sudah penuh dan sesak.

” Tenaga kerja yang sebelumnya terkonsentrasi di Bali Selatan akan mulai beralih ke Bali Utara, pengusaha-pengusaha baru akan bermunculan karena melihat adanya kesempatan yang besar untuk mendirikan usaha, investor maupun pengembang akan bermunculan karena melirik indahnya Bali Utara yang memiliki segudang pesona alam dan potensi sumber daya yang dapat dikembangkan. Dengan demikian, maka langkah pemerataan pembangunan dan pengembangan ekonomi yang sejak dulu sudah didengungkan oleh pemerintah pusat akan segera terealisasi dengan baik dan bukan hanya isapan jempol belaka,” pungkasnya.

(002)

Check Also

HIPMI Festival Tahun 2019 Siap Digelar Kemas Beragam Kegiatan Bertajuk Senggol Sulawesi, Hadiah Utama 1 Unit Rumah

Denpasar,Minggu 13 Oktober 2019   HIPMI Festival Tahun 2019 Siap Digelar Kemas Beragam Kegiatan Bertajuk …

Seminar Nasional UNMAS Denpasar Hadirkan Dr. Hotman Paris

Denpasar, Minggu  13  Oktober  2019   Seminar Nasional UNMAS Denpasar Hadirkan Dr. Hotman Paris Teks …