Wednesday , November 20 2019
Home / Jawa Barat / Ketua Komnas Perlindungan Anak lndonesia Temui Pelaku Pemerkosaan dan Kekerasan di Mapolres Sukabumi Kota

Ketua Komnas Perlindungan Anak lndonesia Temui Pelaku Pemerkosaan dan Kekerasan di Mapolres Sukabumi Kota

Bandung,  Rabu  02  Oktober  2019

 

Ketua Komnas Perlindungan Anak lndonesia Temui Pelaku Pemerkosaan dan Kekerasan di Mapolres Sukabumi Kota

 

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo, S.IK mendampingi Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Selasa (01/10/2019) saat konfrensi pers kasus pelaku pemerkosaan dan kekerasan terhadap anak yang berusia 5 tahun dan saat ini ditahan di Mapolres Sukabumi Kota (Foto:A.Hasibuan/indonesiaexpose.co.id)

 

Jawa Barat,INDEX  –  Kehadiran orang nomor satu di Komnas Perlindungan Anak Indonesia ke Mapolres Sukabumi Kota Arist Merdeka Sirait, Selasa (01/10/2019) dalam rangka menemui pelaku kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap anak.
“Peristiwa sadis yang sempat terjadi di Lembursitu Sukabumi tersebut menarik perhatian Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dan tim untuk melakukan wawancara khusus secara langsung dengan tersangka yang saat ini masih dalam proses penanganan Polres Sukabumi Kota,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada indonesiaexpose.co id melalui pesan tertulisnya, Selasa (01/10/2019) malam.

Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak menyebutkan setelah dirinya bersama tim dari Komnas Perlindungan Anak berdialog langsung dengan ketiga tersangka, ini merupakan kejadian yang luar biasa, tidak pernah saya secara pribadi maupun lembaga kita mendapatkan peristiwa seperti ini, pengakuan dari Ibu itu bahwa yang menjadi faktor terjadinya hubungan seksual dengan anaknya sendiri adalah karna hubungan dengan suami yang tidak intens,” tutur Arist.

Setelah melakukan hubungan dengan sang ibu, kedua anak laki-laki itu (RG dan R) kemudian mempraktikan tindakan yang serupa kepada adik angkatnya (Nad), Bocah berusia 5 tahun itu dijadikan pelampiasan seksual oleh kedua pelaku yang juga masih di bawah umur, imbuhnya.

“Apa yang terjadi antara ibu-anak itu menjadi motivasi terhadap korban karna satu-satunya anak perempuan yang diadopsi, berdasarkan pengakuan mereka setelah berhubungan dengan ibunya, mereka lalu mempraktikan kepada adik angkatnya,” tambahnya.

Saat peristiwa pembunuhan, Ibu Yuyu yang melihat kedua anak kandungnya memperkosa adik angkatnya malah melakukan inses dengan salah satu anak kandungnya. Salah satu mencekik korban hingga pingsan. Yuyu dengan tega mencekik anak angkatnya itu usai berhubungan.

“Setelah korban kehilangan nyawanya, korban dibopong pada jam 10 pagi oleh ketiga pelaku untuk dibuang ke sungai Cimandiri, saat itu suasana di kampung sepi, tidak ada yang lihat,” terang Arist.

Disamping itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak beserta Komisioner, mengapresiasi Polres Sukabumi Kota Polda Jabar yang telah memberikan kesempatan kepada Komnas Perlindungan Anak untuk berkunjung dan menemui tersangka.

“Terimakasih kepada Polres Sukabumi Kota, yang telah memberikan kesempatan bagi komnas perlindungan anak untuk bertemu tersangka pelaku tindak pidana kejahatan seksual yang diikuti pembunuhan, peristiwa ini kami sebut extra ordinary crime karena selain mengilangkan nyawa, ada pemerkosaan juga, perilaku salah dalam keluarga, hancurnya sebuah keluarga, dan ini harus dipublikasikan untuk membangun kesadaran publik,” ungkap Arist.

” Kami bersepakat dengan Polres Sukabumi Kota untuk mengangkat kasus luar biasa ini sebagai momentum gerakan nasional anti kekerasan terhadap anak dan perlindungan anak khususnya di Sukabumi, Jawa Barat, dan Indonesia, kita akan memulainya dari sini,”pungkasnya

(A.Hasibuan)

Check Also

Jadi Tuan Rumah The Climate Leadership Program Workshop Phase III, Jaya Negara Tekankan Strategi Inovatif Manajemen Perkotaan Berkelanjutan

Denpasar, Selasa  19  November  2019     Jadi Tuan Rumah The Climate Leadership Program Workshop …

Kabidkum Polda Jabar, “Setiap Personel Polda Jabar Harus Mengetahui dan Memahami Perundang-undangan, Guna Mempermudah Dalam Pelaksanaan”

Bandung, Selasa  19  November  2019   Kabidkum Polda Jabar, “Setiap Personel Polda Jabar Harus Mengetahui …