Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2019
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Kamis  17  Oktober  2019

 

BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr. Muhammad Ali (kiri), pada acara diskusi bareng rekan media, Rabu (16/10/2019), di Warunk Upnormal Bali, Renon.(Foto/INDEX/2019)

 

BALI, INDEX – Rencana kenaikan besaran iuran BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari semula Rp 23 ribu per orang menjadi sebesar Rp 42 ribu pada awal 2020 mendatang, tentu perlu diantisipasi Pemerintah Daerah (Pemda) agar keberlangsungan PBI tetap berlanjut pada tahun berikutnya dari sisi ketersediaan anggaran.

“Kami mengharapkan Pemda bisa lebih tepat menentukan segmentasi peserta Jaminan Kesehatan Nasional untuk kategori Penerima Bantuan PBI,” kata  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr. Muhammad Ali, pada acara diskusi bareng rekan media, Rabu (16/10/2019), di Warunk Upnormal Bali, Renon.

dr. Muhammad Ali mengunkapkan, pihaknya tidak hanya mengharapkan kepesertaan JKN dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas, khususnya tepat segmentasinya. Terlebih rencana penyesuaian besaran iuran nanti, tentu pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit.

“Oleh karena itu, kami tidak menginginkan kalau ada peserta yang seharusnya masuk sebagai pekerja penerima upah dari badan usaha, tetapi masuk sebagai peserta PBI,” jelasnya.

Pihaknya saat ini terus memantapkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memvalidasi kepesertaan pengguna program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk di kabupaten/kota yang menjadi wilayah unit kerjanya yakni di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Badung, jenis peserta yang masuk sebagai PBI dari APBD (446.714), PBI APBN (223.243), Pekerja Penerima Upah/PPU (582.500), Pekerja Bukan Penerima Upah/PBPU (277.150) dan Bukan Pekerja (47.141).

“Yang masuk PBI APBD itu cukup besar sekitar 28 persen, sedangkan PBI yang dibayarkan dari APBN jumlahnya 14 persen. Kami juga mengapresiasi kesadaran dari sejumlah badan usaha yang sudah mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang jumlah PPU sebanyak 37 persen dari total kepesertaan di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan,” katanya.

Dari data yang dihimpun, sekitar 80 persen dari kepesertaan PBPU atau jalur mandiri juga aktif membayar iurannya tepat waktu.

Kenaikan iuran BPJS diwacanakan akan segera dinaikkan. Namun keputusan itu masih menunggu Praturan Presiden (Perpres). Dalam realisinya nanti, kenaikan iuran BPJS diperuntukkan bagi peserta dengan gaji Rp 8 juta hingga Rp 12 juta.

Muhammad Ali menjelaskan, gaji dibawah Rp 8 juta masih perhitungan pembayaran iuran masih menggunakan skema lama.

“Apabila gaji dibawah Rp 4 juta berhak di kelas 2. Sedangkan untuk buruh hanya berdampak pada pekerja dengan upah Rp 8 juta sampai dengan Rp 12 juta, gaji dibawah itu tidak terdampak,” jelasnya.

Menurut Muhammad Ali, dari data yang ada, total jumlah pekerja sebanyak 97 persen dengan 50,2 juta jiwa memiliki upah di bawah Rp 8 juta per bulan. Sedangkan, 3 persen atau 1,5 juta pekerja memiliki penghasilan di atas Rp 8 juta per bulan. Perubahan iuran baru terjadi sekali pada tahun 2016 dan masih berlaku sampai sekarang.

Ditambahkan lagi, besaran iuran yang disesuaikan tidaklah besar jika dibandingkan manfaat yang diberikan program JKN-KIS ketka sakit dan membutuhkan bantuan layanan kesehatan. Untuk peserta mandiri kelas 3, kenaikannya tidak sampai Rp 2.000/hari, sedangkan iuran peserta mandiri kelas 1 besaran iurannya tak sampai Rp 5.000/hari.

” Dari 223 peserta JKN-KIS hampir separuhnya dibiayai pemerintah. Atau, sebanyak 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu iuran JKN-KIS ditanggung negara melalui APBN. Sementara, 37,3 juta penduduk, iuran JKN-KIS ditanggung oleh APBD,” pungkas Ali.

(075)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Puncak Peringatan Hari Ibu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

    Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Puncak Peringatan Hari Ibu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Tabanan, Jumat  27   Desember  2024 Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Puncak Peringatan Hari Ibu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan       Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Puncak peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan pada Jumat (27/12/2024), di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, dihadiri oleh sejumlah tokoh perempuan dari seluruh Indonesia. […]

  • Pemkot Denpasar Luncurkan Aplikasi DEVI, Memandu Masyarakat Via WhatsApp

    Pemkot Denpasar Luncurkan Aplikasi DEVI, Memandu Masyarakat Via WhatsApp

    • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 11 Juni 2021   Pemkot Denpasar Luncurkan Aplikasi DEVI, Memandu Masyarakat Via WhatsApp   Bali, indonesiaexpose.co.id  – Pemkot Denpasar meresmikan Pemandu Virtual Layanan Informasi Publik DEVI (Denpasar Virtual Asistant) dan Literasi Media. Peresmian digelar Kamis 10 Juni 2021 di Ruang Cyber Monitor Damamaya Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang. Aplikasi ini bertujuan untuk memandu […]

  • Hut Ke-6 Bali Deaf Community dan Putra Putri Tuli

    Hut Ke-6 Bali Deaf Community dan Putra Putri Tuli

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Denpasar,  Senin  30  September  2019   Hut Ke-6 Bali Deaf Community dan Putra Putri Tuli   ”   Ketua K3S Ny. IA. Selly Mantra Berbagi Kasih, Dukung Kreatifitas Disabilitas “   BALI,  INDEX  –  Bali Deaf Community dan Putra Putri Tuli menjadi wadah bagi kaum disabilitas penyandang Tuli. Berbagai kreatifitas mereka terangkum dalam komunitas dengan berbagai […]

  • Operasi Prokes Di Kelurahan Sesetan Terjaring 18 Pelanggar

    Operasi Prokes Di Kelurahan Sesetan Terjaring 18 Pelanggar

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  27  Januari  2021   Operasi Prokes Di Kelurahan Sesetan Terjaring 18 Pelanggar   BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Tim yustisi Kota  Denpasar yang teridiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, serta Linmas kembali melaksanakan operasi Yustisi Pendisiplinan Penetapan Prokes PPKM. Kali ini operasi penertiban dalam penegakan disiplin protokol kesehatan dilaksanakan di wilayah Kelurahan Sesetan, […]

  • Pengalaman Pelanggan Makin Meningkat.XL Axiata Menangi 4 Kategori Opensignal Award Desember 2022

    Pengalaman Pelanggan Makin Meningkat.XL Axiata Menangi 4 Kategori Opensignal Award Desember 2022

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta,  Kamis  15 Desember 2022. Pengalaman Pelanggan Makin Meningkat.XL Axiata Menangi 4 Kategori Opensignal Award Desember 2022       Berbagai inisiatif dan inovasi telah diimplementasikan oleh XL Axiata untuk meningkatkan kinerja jaringan. Upaya-upaya tersebut antara lain berupa menjaga ketersediaan dan kualitas sinyal pada seluruh BTS XL Axiata, serta optimisasi di sisi jaringan dan service […]

  • KPK Ajari Ribuan Kades di Jateng Perangi Korupsi

    KPK Ajari Ribuan Kades di Jateng Perangi Korupsi

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Semarang, Senin 26  September  2022 KPK Ajari Ribuan Kades di Jateng Perangi Korupsi (Foto/ist) Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id   – Sebanyak 7.809 kepala desa di Jawa Tengah diberi edukasi tentang pencegahan korupsi oleh KPK RI. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan rasuah, mengingat berdasarkan catatan KPK RI, sebanyak 686 kades se-Indonesia terjerembab dalam kasus korupsi dana desa. […]

expand_less