Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Indonesia Health Economic Assosiation : Munculnya diabetes lebih dominan akibat Pola makan

Indonesia Health Economic Assosiation : Munculnya diabetes lebih dominan akibat Pola makan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
  • visibility 228
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nusa Dua, Rabu  06  November  2019

 

Indonesia Health Economic Assosiation : Munculnya diabetes lebih dominan akibat Pola makan

 

Prof.DR. dr. Ketut Suastika Sp.PD – KEMD yang juga mantan Rektor Unud, saat menjadi salah satu nara sumber dalam acara “Indonesia Health Economic Association (InaHEA) di BNDCC Nusa Dua,Badung-Bali, Rabu (6/11/2019).

 

BALI,  INDEX  –  Kadar  gula darah yang terkendali merupakan kunci untuk menghindari atau memperlambat timbulnya komplikasi akibat penyakit diabetes mellitus.Namun, sebagian besar pasien diabetes jarang memeriksakan kadar gula darahnya.

Prof.DR. dr. Ketut Suastika, Sp.PD – KEMD, “How to Reduce Diabetes With Complication” mengatakan, pemeriksaan kadar gula darah pasien diabetes harus dilakukan berkala sehingga bisa dipantau apakah diperlukan penyesuaian pola makan atau obat.

” Dalam pemeriksaan kadar gula darah, indikator yang dipakai adalah HbA1c, yang mengukur jumlah rata-rata gula dalam darah selama tiga bulan terakhir.Hasilnya jauh lebih akurat dibandingkan pemeriksaan gula darah harian yang sangat fluktuatif,” jelas Prof.DR. dr. Ketut Suastika Sp.PD – KEMD yang juga mantan Rektor Unud ini saat menjadi salah satu nara sumber dalam acara “Indonesia Health Economic Association (InaHEA) di BNDCC Nusa Dua,Badung-Bali, Rabu (6/11/2019).

InaHEA yang berlangsung tiga hari hingga tanggal 8 November membahas isu-isu seputar beban ekonomi kesehatan termasuk diabetes. Dalam InaHEA juga tampil sebagai pembicara merangkap pemandu acara Prof. Budi Hidayat,SKM, MPPM.,Ph.D. yang membawakan materi “The Burden of Diabetes From Cost Perspective”.

Prof. Suastika yang mengangantarkan materi “How to Reduce Diabetes With Complication” mengatakan sesungguhnya pangkal munculnya diabetes selain karena faktor genetik juga lebih dominan akibat gaya hidup seperti pola makan.

“Sekarang ini umumnya penduduk perkotaan inginnya yang praktis. Karena ekonominya mampu sehingga makannya juga banyak. Makanan yang dikonsumsi banyak lemak, gula dan garam tanpa diimbangi sayuran yang cukup serta aktivitas seperti olahraga,” ujarnya.

Jadi energi yang masuk tak seimbang dengan yang keluar. Yang tak keluar ini tersisa dalam tumbuh yang kemudian menjadi obesitas. “Jadi obesitas ini yang kemudian memicu munculnya diabetes,” jelasnya.

Jadi bukan karena makan gula lantas diabetes. Namun konsumsi gula yang berlebihan ini yang akan memicu naiknya kadar gula pada penderita diabetes. Menurut Prof. Suastika seluruh makanan berkarbohidrat mengandung gula. Kalau tidak terpakai maka akan mengendap di dalam tubuh.

Di sisi lain, Prof. Suastika mengingatkan kalau diabetes bukan penyebab kematian. Tapi diabetes ini kerap menimbulkan komplikasi seperti penyakit jantung dan ginjal. Penyakit kronis tersebut yang menyebabkan kamatian.

Menurut Prof. Suastika diabetes awal tak jelas gejalanya. Saat ini diabetes lebih banyak terjadi pada orang dewasa. Bahkan yang masih berumur muda sudah terkena. Ini karena pengaruh dari obesitas itu.

Sementara itu Prof. Budi Hidayat Prof. Budi Hidayat, S.KM., MPPM.,Ph.D, “The Burden of Diabetes From Cost
Perspective” mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi situasi ancaman diabetes. International Diabetes
Federation (IDF) Atlas 2017 menyebutkan epidemi diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat. Indonesia adalah negara peringkat keenam di dunia, dengan jumlah penyandang diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang.

Diabetes adalah salah satu penyakit dengan biaya ekonomi terbesar. Ini terlihat dari pengeluaran BPJS untuk menangani pasien diabetes yang sudah mengalami komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal (hemodialisa) sampai luka diabetes. “Pencegahan komplikasi adalah salah satu strategi terpenting dalam mengurangi beban
biaya ekonomi akibat diabetes,” jelas Prof. Budi Hidayat.

Maka dari itu dibutuhkan terobosan untuk mencegahnya. Dijelaskan bagi yang sudah terkena diabetes bisa dicegah agar tak komplikasi seperti dengan pemberian insulin. Saat ini sekitar 73 persen warga terkena diabetes, namun kebanyakan mereka tidak tahu.

” Penderita diabetes harus menjaga asupan makanan,olahraga dengan teratur,dan menaati rencana pengobatan yang diberikan oleh dokter,demi kontrol penyakit diabetes yang lebih maksimal,” tandas Prof.DR. dr. Ketut Suastika Sp.PD – KEMD.

(080)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator Sepakat Perampingan BUMN Demi Bangun Iklim Bisnis Produktif

    Legislator Sepakat Perampingan BUMN Demi Bangun Iklim Bisnis Produktif

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin  20  Januari  2025 Legislator Sepakat Perampingan BUMN Demi Bangun Iklim Bisnis Produktif   Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya (foto/ist)   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id   – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana akan melakukan rasionalisasi BUMN pada tahun 2025. Salah satu upaya rasionalisasi yang dilakukan ialah dengan menggabungkan sejumlah BUMN melalui […]

  • Kelurahan Sumerta Berikan Sembako Kepada 18 Keluarga Yang Melaksanakan Karantina Mandiri

    Kelurahan Sumerta Berikan Sembako Kepada 18 Keluarga Yang Melaksanakan Karantina Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  25  Juli  2020   Kelurahan Sumerta Berikan Sembako Kepada 18 Keluarga Yang Melaksanakan Karantina Mandiri   BALI,  INDEX  –  Untuk meringankan beban masyarakat dalam masa pademi covid 19, Satgas Covid Kelurahan Sumerta bersinergi dengan Dinas Sosial Kota Denpasar membantu warga diwilayah Kelurahan Sumerta yang melaksanakan karantina mandiri dirumah, sebanyak 18 kepala keluarga, yang […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  27   September  2025 Renungan  Joger

  • Indonesia Expose.co.id

    Indonesia Expose.co.id

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Jakarta,  Selasa  02   April  2024

  • Forum Advokasi Hindu Dharma Gelar Simposium Demografi

    Forum Advokasi Hindu Dharma Gelar Simposium Demografi

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  21  Mei  2019   Forum Advokasi Hindu Dharma Gelar Simposium Demografi   BALI, INDEX  –  Bertepatan dengan hari Tumpek Lamdep, Sabtu tanggal 25 Mei 2019 pukul 08.30 – 11.30 WITA Forum Advokasi Hindu Dharma (FAHD) akan mengadakan Simposium Demografi dengan tema “Dampak Perubahan Struktur Penduduk Bali terhadap Tatanan Kehidupan Masyarakat Bali yang Dilandasi […]

  • Tahun 2020, Pemkot Denpasar Tata Tukad Lobong  Juga Lanjutkan Penataan Tukad Badung dan Tukad Tag-Tag

    Tahun 2020, Pemkot Denpasar Tata Tukad Lobong Juga Lanjutkan Penataan Tukad Badung dan Tukad Tag-Tag

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Denpaasar, Jumat  10  Januari  2020   Tahun 2020, Pemkot Denpasar Tata Tukad Lobong Juga Lanjutkan Penataan Tukad Badung dan Tukad Tag-Tag   Penataan Sungai di Kota Denpasar.     BALI, INDEX  –  Komitmen Pemkot Denpasar untuk melaksanakan penataan sungai berkelanjutan memang bukan isapan jempol semata. Di tahun 2020 ini, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan […]

expand_less