Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  08  Maret  2020

 

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

 

BALI,  INDEX  –  Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memandang penting peran tokoh masyarakat, agama, dan adat dalam memberikan dukungan untuk program pengendalian penyakit hewan. Hal tersebut disampaikan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita saat berdiskusi dengan para tokoh yang hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Babi Wilayah Bali dan NTT, (06/02/2020).

 

Menurutnya, selama ini pengendalian penyakit hewan lebih banyak mengandalkan aspek teknis saja, padahal aspek lain seperti sosial budaya dan dukungan politis tidak kalah pentingnya. Ia kemudian mengambil contoh pentingnya pelibatan tokoh yang dipercaya oleh masyarakat dalam pengendalian penyakit hewan.

 

“Saya berharap para tokoh masyarakat, agama, dan adat yang hadir khususnya dari Bali dan NTT dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang saat ini mengakibatkan kematian babi di Bali dan NTT,”ungkap Ketut Diarmita kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya, Minggu (08/3/2020).

 

Ketut kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Ditjen PKH terus fokus dalam penanganan penyakit yang mengakibatkan kematian pada Babi. Kejadian tersebut berawal di Sumatera Utara pada akhir 2019, yang kemudian dinyatakan secara resmi sebagai wabah African Swine Fever (ASF).

 

Menurutnya, ASF merupakan penyakit yang sudah lama ada, diawali di Afrika pada tahun 1920-an, penyakit ini menyebar ke Eropa dan akhirnya dalam beberapa tahun terakhir masuk ke dan menyebar di Asia.

 

“Penyakit ASF ini sangat menular, dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Sekali ASF masuk ke suatu wilayah, sulit untuk diberantasnya. Oleh karenanya, sejak China dinyatakan wabah pada akhir tahun 2018, sebenarnya Indonesia sudah mempersiapkan diri menghadapi masuknya penyakit ini,” ujar Ketut.

 

Langkah-langkah yang telah dilakukan dari sejak wabah ASF terjadi di China, yakni membuat Surat Edaran kewaspadaan penyakit ASF, memberikan Bimtek dan Simulasi Penyakit ASF kepada petugas, melakukan sosialisasi secara langsung kepada petugas dan peternak, serta memberikan bahan sosialiasasi terkait ASF kepada dinas PKH di daerah.

 

“Kita juga telah siapkan bantuan desinfektan, sprayer, alat pelindung diri dan bahan pendukung lainnya, serta dana tambahan untuk pencegahan dan pengendalian ASF,” tambah Ketut.

 

Ditjen PKH juga telah berkoordinasi dan meminta Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang pesawat atau kapal laut dari luar negeri yang membawa produk segar dan olahan babi, serta meminta stakeholder lain melakukan pengawasan penggunaan sisa-sisa makanan sebagai pakan babi (swill feed).

 

Ia menjelaskan bahwa selain pengendalian penyakitnya, pemerintah juga memikirkan jalan untuk pemulihan ekonomi bagi peternak dan pekerja di peternakan tersebut. Bagi peternak terdampak, telah diberikan bantuan penguburan atau pembakaran bangkai.

 

Ketut juga memberikan alternatif bagi pekerja yang terdampak kemungkinan fasilitasi pemberian bantuan ternak selain babi sebagai sumber penghidupan.

 

“Saat ini kita akan coba fasilitasi dengan pihak bank agar ada kebijakan yang meringankan peternak terkait kredit, pemberian kredit dengan bunga murah bagi peternak yang mau memulai usaha kembali, dan fasilitasi asuransinya,” ucapnya.

Perkembangan Kasus Kematian Babi

Ketut kemudian menyampaikan update tentang data kematian babi akibat ASF di Sumut yang saat ini mencapai 47.534 di 21 kabupaten/kota.

 

Ia menegaskan bahwa tanpa adanya pengetatan dan pengawasan lalu lintas hewan yang baik serta penerapan biosekuriti, sangat sulit membendung penyakit ASF ini.

 

“Belajar dari Sumut, dimana partisipasi masyarakat dalam program itu sangat penting, kita harapkan peran dan sumbangsih para tokoh masyarakat, agama, dan adat untuk dapat membantu memberikan pemahaman pada masyarakat terkait hal ini,” harapnya.

 

Lebih lanjut, Ketut juga menjelaskan tentang data kematian babi di NTT yang saat ini mencapai 3.299 di 6 kabupaten/kota. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang menunjukan hasil positif ASF di Kabupaten Belu, Ia menduga bahwa kasus kematian babi di kabupaten/kota lain di NTT juga disebabkan oleh penyakit yang sama.

 

Sementara itu di Bali angka kematian babi akibat penyakit yang disebut peternak sebagai Grubug Babi yang dinyatakan pemerintah sebagai suspek ASF telah mencapai 2.804 di 8 kabupaten/kota.

 

“Ke depan, kita coba tingkatkan terus upaya-upaya pengendalian yang kita lakukan. Dengan adanya dukungan para tokoh, harapannya kerja kita nantinya bisa lebih efektif menekan kasus,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  27  Februari  2021   Renungan  JOGER  

  • FK PUSPA Gandeng PKK Kota Denpasar, Gelar Talk Show Kesehatan Reproduksi dan Kecantikan

    FK PUSPA Gandeng PKK Kota Denpasar, Gelar Talk Show Kesehatan Reproduksi dan Kecantikan

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  21  Desember  2021   FK PUSPA Gandeng PKK Kota Denpasar, Gelar Talk Show Kesehatan Reproduksi dan Kecantikan   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak ( FK PUSPA ) Kota Denpasar gandeng PKK Kota Denpasar gelar talk show kesehatan reproduksi dan kecantikan di Taman Inspirasi Muntig Siokan Pantai […]

  • Optimalkan Potensi Daerah Untuk Denpasar Maju, Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denpasar Timur.

    Optimalkan Potensi Daerah Untuk Denpasar Maju, Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denpasar Timur.

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  25  Januari  2023 Optimalkan Potensi Daerah Untuk Denpasar Maju, Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denpasar Timur.   Bali,  indonesiaexpose.co.id   -Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Denpasar Timur Tahun Anggaran 2024 ditandai dengan pemukulan gong yang digelar di Kantor Desa Sumerta Kelod pada Rabu (25/1/2023). […]

  • Pratisentana Ksatria Kembengan Bisa Bangun Kepekaan Sosial : Bantu Sesama Dan Tingkatkan SDM

    Pratisentana Ksatria Kembengan Bisa Bangun Kepekaan Sosial : Bantu Sesama Dan Tingkatkan SDM

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Bangli, Minggu  15  Oktober  2023 Pratisentana Ksatria Kembengan Bisa Bangun Kepekaan Sosial : Bantu Sesama Dan Tingkatkan SDM   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menghadiri Pengukuhan Pasemetonan Ksatria Kembengan Taman Bali di GOR Desa Adat Taman Bali, Bangli, Minggu,  15 Oktober 2023. Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Bali S. M. […]

  • Pansus TRAP  DPRD Bali: Tanpa Integrasi Pusat-Daerah, Tata Ruang Bali Rawan Disalahgunakan

    Pansus TRAP  DPRD Bali: Tanpa Integrasi Pusat-Daerah, Tata Ruang Bali Rawan Disalahgunakan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 12 September 2025 Pansus TRAP  DPRD Bali: Tanpa Integrasi Pusat-Daerah, Tata Ruang Bali Rawan Disalahgunakan   Pansus TRAP DPRD Bali Gelar rapat bersama akademisi bertempat di Denpasar, Jumat (12/9/2025).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset DPRD Bali mengingatkan bahaya tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Ketua […]

  • Arya Wibawa : Bangun Perekonomian Yang Inovatif dan Kreatif Di Masa Pandemi

    Arya Wibawa : Bangun Perekonomian Yang Inovatif dan Kreatif Di Masa Pandemi

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  9  April  2021   Arya Wibawa : Bangun Perekonomian Yang Inovatif dan Kreatif Di Masa Pandemi     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa hadir menyaksikan pengukuhan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Denpasar masa bakti 2020-2025 bertempat di Dharma Negara Alaya Lumintang Denpasar pada Jumat (9/4/2021). Dalam […]

expand_less