Giri Tribroto, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra : Kondisi Industri Jasa Keuangan tetap bertahan akibat dampak Pandemi Covid-19 Kebijakan Restrukturisasi Kredit tetap dilanjutkan
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 12 Des 2020
- visibility 86
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gianyar, Sabtu 12 Desember 2020
Giri Tribroto, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra : Kondisi Industri Jasa Keuangan tetap bertahan akibat dampak Pandemi Covid-19 Kebijakan Restrukturisasi Kredit tetap dilanjutkan

Otaritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali-Nusra di acara Media Gathering bertempat di River Country Club Tlaga Singha di Desa Singapadu ,Kab.Gianyar-Bali, Jumat (11/12/2020) sore.
BALI, indonesiaexpose.co.id – Tahun 2020 ini ekonomi dunia dilanda krisis akibat wabah pandemi Covid-19. Hal ini tidak terlepas dari terpuruknya sektor pariwisata. Khususnya Provinsi Bali yang selama ini mengandalkan pariwisata sebagai sumber utama pendapatan asli daerah (PAD), namun saat ini sudah hampir 10 bulan pariwisata mati suri. Bahkan, di awal pandemi, pertumbuhan ekonomi minus 1 persen lebih. Kemudian berlanjut di triwulan II minus 12 persen lebih dan minus 13 persen di triwulan III.
Pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian nasional termasuk Bali membuat pemerintah mengeluarkan sejumlah strategi salah satunya gerakan pemulihan ekonomi nasional. Dalam kesempatan gathering bersama media yang mengambil tempat di River Country Club Tlaga Singha di Desa Singapadu, Gianyar dipaparkan tantangan dan peluang ekonomi khususnya di Bali untuk kembali pulih akibat pandemi.
Dalam kesempatan tersebut Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto optimis perekonomian Bali akan kembali pulih dengan seiring membaiknya kondisi pariwisata Bali. Diakuinya meskipun masih minus namun ekonomi Bali mulai menunjukan kenaikan.
“Kita belum tahu seperti apa pertumbuhan di triwulan IV ini. Tapi saya lihat pertumbuhannya mulai membaik, meski masih negatif,” tutur Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah 8 Bali-Nusa Tenggara, Giri Tribroto dalam acara media gathering di Kab.Gianyar-Bali, Jumat (11/12/2020) sore.
Lanjutnya, saat ini ekonomi Bali masih minus. Upaya pemerintah salah satunya lewat kebijakan vaksin diharapkan membuat kondisi akan membaik.
Kondisi industri jasa keuangan (IJK) di Bali juga diakui masih terbilang stabil dan mampu bertahan ditengah dampak pandemi, hal tersebut diakui karena kebijakan restrukturisasi kredit yang cukup membantu masyarakat sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik. Bahkan kedepan restrukturisasi kredit masih akan berlanjut sesuai yang tertera dalam POJK No.11/pojk.03/2020.
Giri juga menjelaskan untuk menjaga kepercayaan masyarakat di masa pandemi ini, perbankan harus bisa menjaga cadangan likuiditas dengan baik. Selain itu stimulus dari pemerintah juga sangat diperlukan sehingga ketahanan ekonomi masyarakat bisa meningkat.
Pihaknya optimis perekonomian berangsur akan membaik kedepan. OJK yang memiliki otoritas dalam pengawasan, diakui sudah memiliki rencana dan strategi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional terutama menyangkut kinerja industri jasa keuangan (IJK). “OJK harus ikut mendukung program PEN sehingga kondisi ekonomi semakin membaik kedepan,” ujarnya.
Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh I Nyoman Hermanto Darmawan, selaku Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK, dan Kemitraan Pemda, dijelaskan enam inisiatif strategis yang akan menjadi acuan OJK dalam menjalankan berbagai kebijakan di tahun 2021. Beberapa diantaranya adalah lebih fokus terhadap arah pengembangan dan pengawasan sektor lembaga keuangan dan melakukan perluasan akses keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan UMKM dan pemulihan ekonomi Nasional.
” Program inklusi keuangan terus didorong melalui TPKAD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) yakni peningkatan peran atau fasilitasi lembaga keuangan melalui program business matching, program kredit pembiayaan melawan rentenir (K PMR) dan program Kejar (Satu Rekening Satu Pelajar). OJK juga terus melakukan berbagai terobosan di bidang teknologi informasi untuk mendukung perluasan akses keuangan untuk semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.
(080)
- Penulis: Admin
