Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Dea Imut Bicara Harmonisasi Bali di ITB STIKOM Bali

Dea Imut Bicara Harmonisasi Bali di ITB STIKOM Bali

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Senin 31 Mei 2021

 

Dea Imut Bicara Harmonisasi Bali di ITB STIKOM Bali

 

 

Bali, indonesiaexpose.co.id   – Artis peran Claudia Annisa atau akrab dipanggil Dea) Annisa atau Dea Imut Senin (31/06/2021) siang hadir di kampus ITB STIKOM Bali. Dea ditemani ibunya Massayu Chairini yang juga seorang sineas dan KH Imam Asosrie, Ketua Forum Pemerhati Sejarah Islam (FPSI) Bali.

Ternyata kehadiran mereka untuk berdialog dengan para pentolan organisasi mahasiswa seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (Balma) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tentang harmonisasi kehidupan antar umat beragama di kampus ITB STIKOM Bali. Maklum, FPSI dan Massayu Chairini serta Dea Imut tengah mempersiapkan sebuah proyek pembuatan film layar lebar yang menggambarkan harmonisasi kehidupan umat bergama di Bali. Dalam film ini, ibunda Dea Imut, Massayu Chairini sebagai produser sedangkan Dea Imut sebagai pemeran utama.

“Walaupun film ini dibuat oleh mama saya tapi saya sendiri tertarik main karena saya melihat filmnya bagus, membawa pesan yang baik, mengisahkan harmonisasi hidup dalam masyarakat Bali. Semoga segera shooting sehingga kita bisa nikmati filmnya,” kata Dea Imut.

Menurut Massayu Chairini, pihaknya sudah melakukan survey pada 8 – 9 desa muslim di Bali yang bakal menjadi lokasi shooting.

“Di situlah kami ingin menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat, toleransi bergama antara umat Hindu dan Islam di desa tersebut. Bahkan Dea sendiri akan berperan sebagai gadis Bali yang jatuh cinta dengan pemuda Islam,” beber Massayu Chairini.

Menurut Ketua FPSI Bali KH Imam Asrorie, akulturasi budaya yang melahirkan semangat toleransi kehidupan umat beragama, terutama Islam dan Hindu di Bali dapat ditelusuri sejak abad ke-13. Yakni sejak kedatangan Islam pertama kali di Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung.

Disebutkan, akuluturasi Budaya ini melalui beberapa cara. Pertama, proses geneologi atau asimiliasi perkawinan. Kedua, proses kekerabatan secara alamiah sebagai akibat dari asimilasi perkawinan tadi. Ketiga proses identitas nama misalnya Nyoman, Made, Ketut yang diikuti dengan nama Islam seperti Abdullah. Keempat, proses pembauran dalam kehidupan, yaitu proses sosial yang alamah dalam seriap masyarakat.

Intinya FPSI Bali ingin memperkuat kembali harmonisasi seperti yang telah dilakukan para raja terdahulu terhadap komunitas Islam pada massa itu yang kini dilanjutkan oleh keturunan mereka.

” Bali ini daerah tujuan wisata dunia jadi syaratnya harus tetap damai. Kalau yang mau ribut-ribut biarlah terjadi di daerah lain,” tegas Asrorie.

Sementara itu Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB STIKOM Bali Ida Bagus Suradarma, SE, M.Si menambahkan, mengenai kehidupan beragama di kampus sampai saat ini berjalan wajar karena semua mahasiswa berbaur secara harmonis

“Semua mahasiswa apapun agamanya berbaur dengan harmonis, semua kegiatan ekstrakurikuler melibatkan mahasiswa dari berbagai agama. Kegiatan keagamaan berjalan lancar lancar saja,” tutup Suradarma.

(071)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Administrasi Dalam Pelaksanaan Program, PKK Denpasar Utara Lakukan Monev di Setiap Kecamatan

    Pentingnya Administrasi Dalam Pelaksanaan Program, PKK Denpasar Utara Lakukan Monev di Setiap Kecamatan

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Denpasar,  Selasa  05  November  2019   Pentingnya Administrasi Dalam Pelaksanaan Program, PKK Denpasar Utara Lakukan Monev di Setiap Kecamatan   BALI,  INDEX  –  Program yang direncanakan sejak awal telah dilaksanakan dengan baik oleh masing-masing PKK Desa/Kelurahan yang ada di Kota Denpasar. Namun dalam pengadministrasian terkadang tidak dilaksanakan dengan baik. Tentunya ini menjadi sebuah kendala untuk […]

  • ITB Stikom Bali

    ITB Stikom Bali

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  10  Agustus 2021 ITB Stikom Bali    

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  26  September   2024 Renungan  Joger

  • Jelang Hari Raya Galungan & Kuningan, PLN Himbau Pemasangan Penjor 2,5 Meter dari Jaringan Listrik

    Jelang Hari Raya Galungan & Kuningan, PLN Himbau Pemasangan Penjor 2,5 Meter dari Jaringan Listrik

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  03  Juni  2022   Jelang Hari Raya Galungan & Kuningan, PLN Himbau Pemasangan Penjor 2,5 Meter dari Jaringan Listrik   (Foto/ist)   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Untuk melindungi masyarakat dari bahaya sengatan listrik serta untuk menjaga keandalan pasokan listrik menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang akan berlangsung pada tanggal 8 dan 18 Juni […]

  • ITB Stikom Bali

    ITB Stikom Bali

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  22  Agustus  2021 ITB Stikom Bali    

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Bali, Minggu 31 Juli  2022   Renungan  JOGER  

expand_less