Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Bersama Ida Shrii Bhraja Ganaachakra Mencari Solusi Upacara Biaya Mahal Bagi Umat Kurang Mampu

Bersama Ida Shrii Bhraja Ganaachakra Mencari Solusi Upacara Biaya Mahal Bagi Umat Kurang Mampu

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu 23 Juli 2022

Bersama Ida Shrii Bhraja Ganaachakra
Mencari Solusi Upacara Biaya Mahal Bagi Umat Kurang Mampu

 

(Foto/ist)

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Ida Shrii Bhraja Ganaachakra termasuk sosok sulinggih yang berani melawan arus. Sebagai respon atas masalah umat Hindu, beliau berani membuat terobosan yang sangat berarti bagi umat yang tidak mampu untuk melakukan upacara keagamaan karena keterbatasan dana. Ini berawal dari pengalaman pahit beliau sendiri saat upacara pengabenan Ayahanda tercinta. Sebagai wujud pemberontakan, beliau sempat beralih keyakinan, namun kembali kedalam pangkuan Dharma semenjak bertemu seorang Guru Spiritual.

Didiksa sebagai Sulinggih pada tahun 2015, sekitar tahun 2018, Ida Shrii Bhraja Ganaachakra sempat membuat Surat terbuka untuk Ketua Umum PHDI Pusat, terkait mahalnya biaya upacara. Saat konflik antar Hindu Tradisional Ritualistik versus Hindu Universal Humanis, beliau juga berkirim surat langsung kepada Presiden Jokowi, tertanggal 17 Agustus 2021, perihal Pengusiran Aliran Hindu.

“Solusi kesederhanaan upacara hanya bisa DIMULAI DAN DIBERIKAN CONTOH oleh para pemuka agama mulai dari Pandita, Pinandita, pengurus pura / organisasi keumatan dan para pejabat / publik figur. Banyak sekali susastra Veda yang memberikan berbagai pilihan di dalam menjalankan upacara-upacara tradisi Veda”, ujar Ida Shrii Bhraja Ganaachakra saat di temui di Denpasar, Sabtu (23/7/2022).

Menurutnya, di Lombok sudah ada terobosan yang sangat baik dan berani dari seorang Pedanda yakni Ida Pedanda Gde Puja (Grya Gunung Sari) yang berkenan menyelesaikan Ngaben dengan biaya 3 juta saja dan seorang Mpu yakni Ida Pandita Mpu Mas Suyasa (Grya Taman Emas) dengan banten Ngaben 1,5 juta saja.

“Selama ini para pemuka agama (apalagi umat) takut bahkan dihindari untuk berupacara pada tingkatan KANISTA karena KETIDAKTAHUAN dan MULE KETO akibat dari gelapnya jalan beragama tanpa diterangi PENGETAHUAN/VEDA. Generasi muda dilarang untuk bertanya karena mule keto dari dulu harus dilaksanakan tanpa boleh ada pertanyaan apapun apalagi sanggahan, ”paparnya.

Ida Shrii mengungkap, bahwa sejatinya SEORANG PANDITA TIDAK LAGI MEMBUTUHKAN SARANA APAPUN DALAM BERUPACARA atau setidaknya sanggup untuk menyelesaikan upacara apapun hanya dengan banten sebiji buah, setangkai bunga, sehelai daun sebagaimana dijelaskan secara rinci oleh Shri Krishna di Bhagavadgita IX.26, yang mau versi manapun terjemahannya akan mengatakan kurang lebih “cukup dengan sebiji buah, seteguk air, setangkai bunga atau sehelai daun sebagai persembahan yang tulus kepada Tuhan.

Inilah yang membutuhkan kajian-kajian di lembaga terhormat kita PHDI kedepannya, agar para pemuka agama kita MENGAPLIKASIKAN SASTRA AGAMA yang dikuasainya dengan baik di lapangan. Jangan lagi menolak muput upacara BANTEN KANISTA bila perlu sosialisasikan tanpa henti.

Ida Shri memberi saran, lebih baik uangnya dimanfaatkan untuk peningkatan SDM Hindu dan menjangkau umat-umat Hindu di pedalaman yang selama ini jarang tersentuh karena terkendala anggaran/biaya. Mari pergunakan uangnya untuk membuka kelas-kelas Bahasa Sanskrta agar generasi muda berikutnya melek bahasa Veda, tidak hanya bisa menguncarkan mantra dan membaca sloka akan tetapi memahami maknanya dengan benar.

“Mari kita pergunakan uangnya untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan ekonomi kerakyatan berbasis desa adat, karena lagi-lagi FAKTANYA saat ini ekonomi Bali utamanya UMKMnya dikuasai oleh non Hindu. Orang-orang non Hindu meminjam uang di Bank untuk modal usaha untuk menguasai ekonomi Bali sementara orang-orang Hindu meminjam uang di bank untuk upacara menegakkan dresta”, sambungnya.

Lanjutnya, kami sesungguhnya tidak alergi dengan upacara besar, bahkan senang dan bahagia, asalkan dilaksanakan oleh umat yang memiliki dana berlebih. Bahkan oleh sebuah catatan indah dari Sugi Lanus bahwa upacara besar dari masa lampau umumnya hanya dilaksanakan oleh para RAJA, namun sekarang rakyat kecilpun rela berhutang demi melaksanakan upacara besar yang biasanya dilakukan oleh seorang raja.

Pihaknya tidak mau memperkeruh polemik yang ada, yang entah ini semua karena politik, kebangkitan feodalisme gaya baru, atau yang lainnya.

Sebenarnya kami berusaha untuk lebih banyak diam dan menarik diri dari diskusi-diskusi di medsos yang sudah sangat keterlaluan buruknya, sangat jauh melenceng dari manusia beragama yang beradab.

” Tak lupa kami mohon maaf yang sebesar-besarnyanya bila mesti mengungkapkan FAKTA yang barangkali menyakitkan, namun percayalah kita butuh SAKIT untuk bisa BERUBAH lebih baik, sebagaimana ulat bersakit sakit dahulu dalam kepompong untuk kemudian bertransformasi menjadi kupu-kupu yang indah,” tandasnya.

(A.A.Md Sudarsana/071)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Denpasar Gandeng Pertuni Gelar Utsawa Dharma Gita Untuk Penyandang Disabilitas

    Pemkot Denpasar Gandeng Pertuni Gelar Utsawa Dharma Gita Untuk Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 20  Pebruari  2025 Pemkot Denpasar Gandeng Pertuni Gelar Utsawa Dharma Gita Untuk Penyandang Disabilitas   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar berkolaborasi dengan Persatuan Tunanetra Indosesia (Pertuni) Kota Denpasar menggelar Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas, di Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar, Kamis (20/2/2025). Acara dibuka langsung Staf Ahli Bidang […]

  • Kapolda Jabar Sambut Kepulangan 96 Personel Brimob Jabar BKO Polda Papua

    Kapolda Jabar Sambut Kepulangan 96 Personel Brimob Jabar BKO Polda Papua

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Bandung, Senin 01 Maret 2021   Kapolda Jabar Sambut Kepulangan 96 Personel Brimob Jabar BKO Polda Papua     JAWA  BARAT,  indonesiaexpose.co.id  –  Sebanyak 96 personel Satuan Brigade Mobile (Sat Brimob) Polda Jabar BKO di Papua akhirnya dapat kembali pulang ke Tanah Pasundan, setelah kurang lebih 8 bulan menjalankan tugas operasi pengamanan daerah rawan dan […]

  • 2 Siswa Denpasar Ikuti Ajang Global Responsibility Conference di Barcelona

    2 Siswa Denpasar Ikuti Ajang Global Responsibility Conference di Barcelona

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu 04 Agutus 2019   2 Siswa Denpasar Ikuti Ajang Global Responsibility Conference di Barcelona   Sebanyak 2 siswa yang tergabung dalam Forum Peneliti Remaja Kota Denpasar kembali dari mengikuti lomba Global Responsibility Converence 2019 di Barcelona.   BALI, INDEX  – Dua siswa dari SMAN 3 Denpasar yang tergabung dalam Forum Peneliti Remaja Kota […]

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Denpasar,Sabtu 30  Oktober  2021   Sekda Denpasar IB. Wiradana Terima Kunjungan Kehormatan Komandan KRI Bima Suci       Bali,  indonesiaexpose.co.id   –  Sekda Denpasar, IB Alit Wirdana menerima Courtessy Call atau kunjungan kehormatan dari rombongan KRI Bima Suci-945 yang tergabung dalam Satuan Latihan Kartika Jala Krida (KJK) tahun 2021, di Kantor Walikota Denpasar pada Kamis […]

  • 18 Desa/Kelurahan di Kota Denpasar Nol Kasus Positif Covid-19

    18 Desa/Kelurahan di Kota Denpasar Nol Kasus Positif Covid-19

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  03  November  2021   18 Desa/Kelurahan di Kota Denpasar Nol Kasus Positif Covid-19     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Kota Denpasar kini didominasi oleh zona hijau penularan Covid-19.Dari 43 desa/kelurahan yang ada di Denpasar, sebanyak 35 desa/kelurahan sudah masuk zona hijau.Sementara itu, sebanyak 8 wilayah masuk zona kuning. “Selain itu, sebanyak 18 wilayah juga […]

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Nusa Dua, Kamis 01 September  2022 Kolaborasi Sambut Era EV, Kementerian ESDM dan PLN Gelar Parade Motor Listrik di Bali Menteri ESDM Arifin Tasrif di  acara Parade Konversi Sepeda Motor BBM ke Listrik, di Nusa Dua, Bali, Kamis (1/9/2022).(Foto/indonesiaexpose.co.id/080)   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus berkolaborasi untuk mengakselerasi tumbuhnya ekosistem kendaraan […]

expand_less