Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Pelebon   Agung  Raja  Gianyar , Ide  Anak  Agung  Ngurah  Agung, dinodai insiden politik

Pelebon   Agung  Raja  Gianyar , Ide  Anak  Agung  Ngurah  Agung, dinodai insiden politik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 28 Mei 2023
  • visibility 210
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Senin  29  Mei  2023

Pelebon   Agung  Raja  Gianyar , Ide  Anak  Agung  Ngurah  Agung, dinodai insiden politik

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Masih menurut Ida Bagus Rai Djendra alias Kakiang Rai ketika ditemui di Gerya Gde Kawan Gianyar, Senen, 22 Mei 2023 yang lalu, Raja Gianyar, Ide Anak Agung Ngurah Agung sangat peduli dengan masalah pendidikan dan prihatin dengan fasilitas sekolah yang hanya ada 1 sekolah rendah (SR) dan itupun hanya mengajarkan bahasa dan menulis saja sehingga sangat susah bagi siswa pribumi untuk melanjutkan kejenjang lebih tinggi.

Raja telah meminta penguasa kolonial agar bisa dibangun sekolah memadai setara NHIS (SD sekarang), tapi cuma bisa diijinkan dibangun di Klungkung saja untuk 4 wilayah, Klungkung, Bangli, Karangasem dan Gianyar dengan dana bersama keempat wilayah dimaksud.

Demikian pula dibidang kesehatan, Raja sangat kecewa dengan penguasa kolonial yang kurang memperhatikan fasilitas kesehatan terutama ketersediaan tenaga dokter yang tidak ada di Gianyar. Di Bali pada waktu itu cuma ada 4 dokter masing2 untuk Denpasar, Singaraja, Bangli dan Karangasem.

Raja Gianyar Ide Anak Agung Ngurah Agung menjadi salah satu Raja yang dikagumi, dihormati dan disegani karena berani bersikap tegak berdiri sederajat dengan penguasa kolonial. Dalam situasi bagaimanapun, Sang Raja tetap mempertahankan status ningrat Bali, mempertahankan posisi sebagai kepala pemerintahan dan memimpin dengan kedaulatan penuh.

Raja beranggapan bahwa Gubernur Jenderal Belanda setara dengan posisi Raja di Bali. Dengan sikap wajar serta menguasai tradisi dan tata krama pemerintahan, posisi Raja Gianyar tetap penting dan setara dengan pejabat tinggi Belanda. Sikap Beliau itu sama ketika Puri Agung Gianyar menerima kunjungan kenegaraan, Gubernur Jenderal Belanda.

“Tercatat ada dua Gubernur Jenderal yang berkunjung ke Puri Agung Guanyar, adalah Jhr Mr BC de Jonge yang datang tgl 11 April 1935 dan Tjarda van Strakenborg Stachouwer bulan Juli 1937. Rupanya, sebagai pejabat tertinggi di Batavia, Gubernur Jenderal de Jonge kurang menyukai sikap Raja Gianyar tersebut sebagaimana diungkapkan dalam memoarnya terbitan Prof. Dr. S. Van der Wal, Gubernur de Jonge mengkritik keras Raja Gianyar dengan menuangkan ketidak senangannya terhadap Raja Gianyar dengan kata-kata yang tidak simpatik.” jelas Kakyang Rai.

“Demi melindungi adat tradisi budaya Bali yang adi luhung agar jangan sampai tergerus , Beliau menjadi Raja terdepan yang menolak rencana penguasa kolonial untuk membangun Jembatan yang menghubungkan Jawa-Bali pada waktu itu. ” tegas Kakyang Rai.

Lebih lanjut Kakyang Rai menyebutkan, demi melindungi kebutuhan pokok rakyat pribumi, Beliau berani menolak keiinginan penguasa kolonial Jepang untuk diberikan bantuan logistik beras, ternak dan sayur guna memenuhi kebutuhan pasukan tentara diraja Jepang dalam menghadapi perang Asia Timur Raya melawan sekutu pimpinan Amerika. Beliau lebih mementingkan kebutuhan untuk rakyat agar jangan sampai kelaparan dan Beliau bersedia menerima resiko seberat apapun.

Dan karena sikapnya ini , akhirnya beliau ditangkap/ditahan atas tuduhan : menghasut rakyat untuk memberontak terhadap penguasa Jepang dan sampai Beliau dicopot sebagai Raja serta selanjutnya dibuang/diselong diasingkan ke Lombok Timur.

Namun sangat disayangkan sekali, Karya Agung sakral yang telah berlangsung dengan sangat baik, rapi tertib dan dikagumi masyarakat secara nasional dan internasional, selang beberapa bulan setelahnya ternodai dengan fitnah tuduhan yang tidak berdasar yang dilakukan oleh agen2 rezim demokrasi terpimpin orde lama bahwa para undangan dari Jakarta bersama Ide Anak Agung Gde Agung telah mengadakan rapat gelap pada saat upacara di Puri Agung Gianyar.

Tuduhan palsu dan kasar, karena tidak mungkin upacara keagamaan yang sakral disertai rapat politik, apalagi untuk menjatuhkan pemerintah. Akibat dari tuduhan fitnah itu, maka terjadilah penangkapan2 para tokoh nasional pejuang demokrasi di bulan Januari 1962 di Jakarta, Bandung dan Bali.

Di Jakarta: Mantan PM Sutan Sjahrir, Soebadio Sastrosatomo, Ide Anak Agung Gde Agung, Prawoto, Mantan Menlu Mr Mohammad Roem, Yunan Nasution , Mantan PM Burhanuddin Harahap, Wartawan Kawakan Mochtar Lubis.

Dari Bandung adalah E. Z. Mutaqien, Gozali dan Kiai Isa Anshary. Semuanya ditahan dirumah tahanan militer di Jakarta Pusat dan selanjutnya sebagian dipindahkan ke rumah tahanan di Madiun. Dan setelah ditahan selama 4 tahun 5 bulan tanpa proses hukum apapun baru dibebaskan setelah rezim Orde Lama dijatuhkan oleh Rezim Orde Baru.

Dan yang menyedihkan dan ironis adalah penangkapan terhadap puluhan kerabat teman dekat Ide Anak Agung Gde Agung di Gianyar Bali yang dikaitkan dengan keikut sertaan mereka dalam upacara pelebon Raja Gianyar. Mereka ditahan sementara di rumah tahanan Tabanan. Setelah beberapa hari ditahan mereka dibebaskan, tetapi 6 orang diantaranya dipindahkan ke rumah tahanan di Jakarta yaitu: Ida Bagus Suta, Anak Agung Gde Taman, I Gusti Ngurah Dauh, I Gusti Ngurah Alit Mataram, I Ajin dan I Pasek Dugrugan.

Akhirnya mereka juga dibebaskan tanpa proses hukum selama beberapa tahun. Selama menjalani tahanan mereka diberhentikan dari pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil, seperti Ide Bagus Suta direhabilitasi kembali bertugas di dinas sosial yang sebelumnya di pemda Gianyar. Sebagai pejuang demokrasi di daerah Gianyar, Ide Bagus Suta dengan Juniornya Ide Bagus Putra dan I Gusti Ngurah Dauh tetap konsisten memperjuangkan untuk tegaknya demokrasi di Daerah.

“Perlu diketahui bahwa ketika PDIP mulai berkembang sekitar awal tahun 1990 an , tatkala masih dipimpin oleh Ida Bagus Wesnawa untuk Bali dan I Wayan Djana untuk wilayah Gianyar dimana saat itu banyak mendapat tekanan dari penguasa orde baru, maka tampillah Ide Bagus Suta dengan mengerahkan anak2 beliau, Ida Bagus Gaga Ardana, Ida Bagus Gaga Partama, Ide Bagus Gaga Adisaputra, Ida Bagus Gaga Sudibya, Ide Bagus Nyoman Rai dengan massa yang luas solid dan berani untuk mengawal dan membantu perjuangan PDIP saat itu tanpa pamerih dan benar2 tulus demi menegakkan keadilan dalam berdemokrasi, tutup Kakyang Rai.

(072)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  29  Mei 2023 Sekda Alit Wiradana Buka Kegiatan Pembinaan dan Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2023 Kota Denpasar Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Guna mendudukkan Insan Awak Kendaraan Umum sejajar dengan insan pembangunan lainnya dengan cara meningkatkan motivasi melalui pemberian penghargaan terhadap profesinya dan untuk membangun sikap dan perilaku serta mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan lalu-Lintas jalan […]

  • Serangkaian Hut ke 821, Penkab Bangli Laksanakan Persembahyangan Bersama

    Serangkaian Hut ke 821, Penkab Bangli Laksanakan Persembahyangan Bersama

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Bangli, Rabu 07 Mei  2025 Serangkaian Hut ke 821, Penkab Bangli Laksanakan Persembahyangan Bersama     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Bupati Bangli SN Sedana Arta beserta Ny. Sariasih Sedana Arta didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar memimpin persembahyangan bersama yang dilaksanakan di Pura Kehen pada Selasa, (6/5/2025). Acara ini merupakan salah satu rangkaian penting dalam peringatan […]

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  07  April  2023 Gubernur Bali Wayan Koster Serahkan Hadiah Lomba Ogoh-Ogoh dari Rp 50 Juta sampai Rp 25 Juta ke Juara I,II,III Kabupaten/Kota se-Bali     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster ‘di-applause’ tepuk tangan oleh ratusan Yowana Desa Adat se-Kabupaten/Kota di Bali, karena komitmennya memperhatikan kreatifitas para pemuda di Bali […]

  • Cegah Virus Corona di Lingkungan Kerja, XL Axiata Terapkan Aturan Ketat

    Cegah Virus Corona di Lingkungan Kerja, XL Axiata Terapkan Aturan Ketat

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu 11  Maret  2020     Cegah Virus Corona di Lingkungan Kerja, XL Axiata Terapkan Aturan Ketat Petugas pengamanan melakukan pengecekan suhu tubuh Direktur-Chief Information and Digital Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya di XL Axiata Tower, Rabu (11/3/2020).   ” Guna mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan kerja, XL Axiata terus memperketat lingkungan […]

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  9  Februari  2021 Rai Mantra Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat     BALI,  indonesiaexpose.co.id  – Menjelang mengakhiri masa jabatan yang kedua, Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra berhasil meraih Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat. Penganugerahan ini diserahkan saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 yang diterima langsung oleh IB. Rai […]

    • calendar_month Selasa, 22 Feb 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  22  Februari  2022   Hadiri Pelantikan Pengurus Provinsi IMI Bali, Wagub Cok Ace Harapkan Bali Mampu Kembangkan Sport Tourism di Masa Yang Akan Datang       Bali, indonesiaexpose.co.id   – Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati memberi apresiasi dan menyambut gembira atas dilaksanakannya acara Pelantikan Pengurus IMI Provinsi Bali pada hari […]

expand_less