Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Kasus Suap CPO yang Libatkan Tiga Hakim Cederai Sistem Peradilan Indonesia

Kasus Suap CPO yang Libatkan Tiga Hakim Cederai Sistem Peradilan Indonesia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
  • visibility 405
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kamis  19   Juni  2025

Kasus Suap CPO yang Libatkan Tiga Hakim Cederai Sistem Peradilan Indonesia

 

Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez (foto/ist).

 

Jakarta , indonesiaexpose.co.id  – Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez menilai terbongkarnya kasus korupsi ekspor CPO (crude palm oil) yang melibatkan suap terhadap hakim, telah mencederai sistem peradilan. Hal ini sekaligus membuka kembali luka lama masyarakat yang dulu kesulitan mendapatkan minyak goreng.

“Publik masih sangat ingat betul bagaimana minyak goreng menghilang dari rak toko-toko, harga meroket, dan antrean panjang terjadi di mana-mana. Sekarang kita tahu, ternyata ada permainan besar yang membuat rakyat sengsara demi keuntungan korporasi,” ujar Gilang dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Kejahatan korporasi ini, lanjut Gilang, membuat rakyat kesulitan mencari minyak goreng, belum lagi harganya juga menjadi selangit. Muncul kegaduhan di tengah masyarakat. Sehingga penanganan kasus tersebut juga harus melihat pendekatan psikososial.

Tidak hanya itu, Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini khawatir keterlibatan tiga hakim yang diduga menerima suap dalam penanganan kasus tersebut – yakni Djuyamto selaku Ketua Majelis, Agam Syarif Baharuddin dan Ali Muhtarom selaku anggota – akan berpengaruh pada kepercayaan publik terhadap institusi peradilan.

“Vonis lepas (ontslag van alle rechtsvervolging) yang diberikan kepada Wilmar Group dan sejumlah korporasi sawit lainnya tidak hanya merusak asas keadilan, tetapi juga menghambat upaya penegakan hukum terhadap korporasi yang nyata-nyata menyebabkan kerugian publik. Kasus ini sekaligus menjadi indikator bahwa mafia hukum dan mafia pangan saling berkelindan (saling terkait),” jelasnya.

Dijelaskannya, ketika korporasi bisa menyuap hakim demi vonis lepas, maka keadilan menjadi barang dagangan, dan masyarakat menjadi korban dua kali, yaitu saat minyak goreng langka, dan saat pelaku dilepaskan dengan skema hukum yang dimanipulasi.

Oleh karenanya, ia menegaskan kasus ekspor CPO ini tidak boleh berhenti pada penyitaan uang dan penetapan tersangka saja. Melainkan harus ada proses hukum yang transparan dan menyeluruh sampai pada pihak pemberi maupun penerima suap. Hal ini juga sebagai pengingat bahwa sistem hukum di Indonesia masih memiliki celah untuk dikendalikan kekuatan kapital besar. Sehingga, hal tersebut perlu segera diatasi.

“Kasus ini harus ditangani secara tuntas, tidak cukup hanya dengan penyitaan uang dan menetapkan tersangka. Proses hukum harus berjalan transparan dan menyeluruh, menyasar semua pihak yang terlibat. Jika korporasi bisa membeli keputusan pengadilan, maka jangan heran jika ketimpangan sosial dan ketidakadilan terus melebar,” jelas Gilang.

Gilang juga mendorong Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY) dan Kejaksaan Agung melakukan pembersihan internal secara serius. Ditegaskannya, penegakan hukum tidak boleh tunduk pada logika pasar dan transaksi kekuasaan. Skandal Wilmar ini bukan hanya soal integritas satu-dua hakim, tetapi tentang bagaimana sistem peradilan bisa dimanipulasi untuk melindungi oligarki yang merugikan rakyat.

Pihaknya juga mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) atau Rapat Kerja Khusus untuk menindaklanjuti persoalan ini secara tuntas dan menyeluruh. Tidak boleh ada lagi ruang kompromi untuk praktik suap dalam proses peradilan terlebih dalam perkara yang berdampak langsung pada kepentingan rakyat secara luas.

Sebagaimana diberitakan Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita lebih dari Rp 11 triliun dari perusahaan Wilmar Group terkait kasus dugaan korupsi dalam penerbitan izin ekspor CPO yang terjadi pada tahun 2022.

Tiga Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN (Pengadilan Negeri) Jakarta Pusat pada Maret 2025 menyatakan ketiga perusahaan Wilmar Group, yakni PT Wilmar Group, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas Group terbukti melakukan pelanggaran hokum. Namun semua tidak dianggap sebagai tindak pidana. Hal itulah yang kemudian memicu kontroversi dan ditemukan fakta bahwa ketiga hakim yang terlibat dalam perkara tersebut menerima suap.

(007)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sanjaya Sampaikan Pendapat Akhir Terkait Persetujuan Empat Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan

    Bupati Sanjaya Sampaikan Pendapat Akhir Terkait Persetujuan Empat Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Tabanan , Rabu 09  Juli  2025 Bupati Sanjaya Sampaikan Pendapat Akhir Terkait Persetujuan Empat Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Rapat Paripurna ke-16 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025 yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu (9/7/2025). Rapat ini […]

  • Bacaleg PDI Perjuangan Mendaftar ke KPU Gunakan Pakaian Seniman.

    Bacaleg PDI Perjuangan Mendaftar ke KPU Gunakan Pakaian Seniman.

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Gianyar, Jumat 12 Mei 2023   Bacaleg PDI Perjuangan Mendaftar ke KPU Gunakan Pakaian Seniman.     Bali, indonesiaexpose.co.id  – Puluhan Ribu massa dari PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar dengan parade seni dan budaya mengantarkan Bacaleg mendaftar ke Kantor KPU Gianyar Kamis (11/5). Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar I Made Mahayastra mengatakan selain diantar puluhan ribu […]

  • Belajar  Sambil  Rekreasi  di  Bali Safari Park

    Belajar  Sambil  Rekreasi  di  Bali Safari Park

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Gianyar, Senin  19  September 2022 Belajar  Sambil  Rekreasi  di  Bali Safari Park     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Khusus bagi ber KTP Bali, bisa berrekreasi sambil belajar tentang satwa. Ini promo spesial hanya berlaku untuk sahabat yang memiliki identitas KTP Bali. Caranya, dengan menunjukkan KTP Bali yang masih berlaku di loket Bali Safari Park,” kata Head of […]

  • Komitmen Protokol Kesehatan, April 2021 Penumpang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali Naik 16%

    Komitmen Protokol Kesehatan, April 2021 Penumpang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali Naik 16%

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Mangupura, Selasa 4 Mei 2021   Komitmen Protokol Kesehatan, April 2021 Penumpang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali Naik 16%   Bali, indonesiaexpose.co.id – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali pada periode April 2021 mencatat sebanyak 306.957 penumpang dengan capaian kenaikan 67% dibandingkan periode sebelumnya Maret 2021, sedangkan catatan harian […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  08  Maret  2020   Renungan  JOGER  

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  10  November 2023 Renungan  Joger

expand_less