Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Jawaban Gubernur Bali :  Raperda Bale Kerta Adhyaksa, Pendekatan Restoratif, berbasis ke Arifan Lokal

Jawaban Gubernur Bali :  Raperda Bale Kerta Adhyaksa, Pendekatan Restoratif, berbasis ke Arifan Lokal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
  • visibility 266
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar,  Rabu  13 Agustus  2025

 Jawaban Gubernur Bali :  Raperda Bale Kerta Adhyaksa, Pendekatan Restoratif, berbasis ke Arifan Lokal

 

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Bali terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Bale Kerta Adhyaksa dalam Rapat Paripurna.(foto;index)

Bali, indonesiaexpose.co.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan tetap memakai kata ‘Adhyaksa’ dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Bale Kerta Adhyaksa Desa Adat.

” Pembentukan Bale Kertha Adhyaksa sendiri memiliki peran memfasilitasi penyelesaian sengketa adat, perkara pidana ringan, hingga konflik sosial secara restoratif melalui kerja sama dengan kejaksaan, kepolisian, perangkat desa, dan pecalang, yang tentu sejalan dengan fungsi sebagai forum mediasi di tingkat desa yang menjembatani antara hukum adat dan hukum positif, dengan tujuan memulihkan hubungan antar pihak melalui musyawarah, bukan melalui peradilan formal,” terang Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Bali terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Bale Kerta Adhyaksa dalam Rapat Paripurna Ke-32 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024-2025 di Gedung DPRD Bali, Selasa (12/8/2025).

Rapat paripurna di pimpin ketua DPRD Dewa Made Mahayadnya, di dampingi Wakil Ketua Satu Wayan Desel Astawa dan Wakil Ketua Dua Kresna Budi anggota DPRD yang hadir banyak 39 orang dari 45 jumlah anggota. Sesuai tatib kehadiran tersebut telah kuorum. Sehingga sidang dapat segara dilanjutkan.

Dalam penjelasannya, Koster mengapresiasi masukan seluruh fraksi yang menyoroti substansi dan materi Raperda. Ia memaparkan bahwa Bale Kerta Adhyaksa merupakan lembaga fungsional yang dibentuk bersama oleh Gubernur, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Majelis Desa Adat Provinsi. Lembaga ini berkedudukan di Desa Adat namun tidak termasuk dalam struktur kelembagaan Desa Adat.

“Bale Kerta Adhyaksa bertugas mengoordinasikan, memfasilitasi, dan menyelesaikan perkara hukum umum dengan pendekatan keadilan Restoratif ,berbasis nilai kearifan lokal,” jelas Koster.

Lembaga ini akan menangani perkara pidana ringan, perdata sederhana, pelanggaran norma sosial yang tidak berdampak luas, serta perselisihan masyarakat yang berpotensi mengganggu harmoni sosial. Perkara adat, tindak pidana berat, atau perkara yang sudah masuk tahap penyidikan tidak termasuk kewenangannya.

“Posisinya kejaksaan dalam hal ini adalah sebagai pendamping atau konsultasi. Agar tidak bias, Bale Kerta Adhyaksa ini tdak akan mengintervensi desa adat,” tegas koster.

Koster menegaskan, keputusan Bale Kerta Adhyaksa bersifat final dan mengikat, dengan sanksi yang dapat berupa denda, kerja sosial, teguran, atau bentuk lain sesuai kesepakatan para pihak. Proses penyelesaian perkara di lembaga ini tidak dipungut biaya.

Menanggapi pandangan Fraksi Gerindra-PSI, Koster menegaskan Bale Kerta Adhyaksa diisi SDM profesional yang kompeten, berintegritas, dan independen. Penggunaan istilah Adhyaksa dipilih karena mengandung nilai kejujuran, keadilan, dan kebijaksanaan, bukan sekadar merujuk pada kejaksaan.

Sementara itu, terhadap masukan Fraksi PDI Perjuangan, Golkar, dan Demokrat-NasDem, Koster sepakat untuk memperkuat harmonisasi, sinkronisasi, dan dokumentasi berbasis digital. Hal-hal yang belum diatur dalam Raperda akan diatur melalui Peraturan Gubernur.

Koster berharap pembahasan lanjutan dapat segera dilakukan agar Raperda ini disetujui bersama dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, serta siap diberlakukan mulai 2 Januari 2026 bersamaan dengan implementasi KUHP baru.

Pembentukan Bale Kertha Adhyaksa juga harus dimaknai bukan sebagai upaya menempatkan Kerta Desa Adat di bawah subordinasi, melainkan sebagai kemitraan fungsional yang bersifat saling melengkapi dan memperkuat peran masing-masing. Bale Kertha Adhyaksa berperan sebagai fasilitasi, dan penguatan pelaksanaan hukum adat secara terukur dan terintegrasi.

sedangkan Kerta Desa Adat tetap memegang kewenangan penyelesaian perkara berdasarkan tradisi, kearifan lokal, dan norma adat yang berlaku di wilayahnya. Pola sinergi ini akan menciptakan mekanisme penyelesaian perkara adat yang efektif, akuntabel, berkeadilan, serta sejalan dengan nilai-nilai hidup masyarakat adat.

( 080)

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  30  April  2019 Renungan  JOGER  

  • Buka Rakor Forum Perbekel/Lurah Kota Denpasar, Wawali Arya Wibawa : Bahas 3 Isu Strategis, Dari Perpajakan Hingga Penanganan Sampah dan Banjir

    Buka Rakor Forum Perbekel/Lurah Kota Denpasar, Wawali Arya Wibawa : Bahas 3 Isu Strategis, Dari Perpajakan Hingga Penanganan Sampah dan Banjir

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  31  Januari  2024 Buka Rakor Forum Perbekel/Lurah Kota Denpasar, Wawali Arya Wibawa : Bahas 3 Isu Strategis, Dari Perpajakan Hingga Penanganan Sampah dan Banjir   Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Kordinasi (Rakor) Forum Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar di Denpasar, Rabu (31/1/2024). Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Walikota […]

  • Luncurkan e-TLE Nasional , Kakorlantas Polri Terima Penghargaan dari MenPAN RB

    Luncurkan e-TLE Nasional , Kakorlantas Polri Terima Penghargaan dari MenPAN RB

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu  31  Maret  2021   Luncurkan e-TLE Nasional , Kakorlantas Polri Terima Penghargaan dari MenPAN RB Irjen Pol Drs Istiono Kakorlantas Polri   Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, memberikan penghargaan dan apresiasinya kepada Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Istiono, M.H.Terkait penerapan sistem tilang elektronik Traffic Law Enforcement […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Bali, Selasa 06  Mei 2025 Renungan  Joger  

  • Forkopimda Gianyar Tinjau Badiklat BPK Bali

    Forkopimda Gianyar Tinjau Badiklat BPK Bali

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Gianyar, Sabtu 24  Juli  2021   Forkopimda Gianyar Tinjau Badiklat BPK Bali     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Gianyar yang terus bertambah. Forkopimda Kabupaten Gianyar melaksanakan Kunjungan dan pengecekan lokasi Isolasi terpusat bagi warga masyarakat Kabupaten Gianyar yang terkonfirmasi covid – 19 di Balai Pendidikan dan pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara […]

  • Dukung Pencegahan Covid-19, Jubir GTPP Denpasar Ajak Masyarakat Lakukan 3 M dan Hindari 3 R

    Dukung Pencegahan Covid-19, Jubir GTPP Denpasar Ajak Masyarakat Lakukan 3 M dan Hindari 3 R

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  03  Oktober  2020     Dukung Pencegahan Covid-19, Jubir GTPP Denpasar Ajak Masyarakat Lakukan 3 M dan Hindari 3 R Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasa, I Dewa Gede Rai   BALI,  INDEX  –  Kembali meningkatnya intensitas penyebaran Covid-19 belakangan ini menjadi perhatian serius semua pihak, tak terkecuali Gugus […]

expand_less