Gubenur Koster Sentil DPR RI –DPD RI: Jangan Sibuk di Bali, Berjuanglah di Jakarta untuk APBN!
- account_circle 080
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- visibility 148
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Minggu 22 Pebruari 2026
Gubenur Koster Sentil DPR RI –DPD RI: Jangan Sibuk di Bali, Berjuanglah di Jakarta untuk APBN!

Gubernur Bali, Wayan Koster
Bali , indonesiaexpose.co.id — Gubernur Bali, Wayan Koster, melontarkan kritik keras terhadap kinerja anggota DPR dan DPD RI asal Bali. Dalam pernyataan tegasnya, Koster menyentil wakil rakyat yang dinilai lebih banyak “berkutat” di Bali ketimbang memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat.
Pernyataan itu disampaikan Koster saat memberikan sambutan dalam pelantikan NCPI Provinsi Bali di Denpasar, Rabu (18/02/2026). Ia tidak menyebut nama, namun pesannya jelas: medan perjuangan anggota DPR dan DPD RI adalah kementerian dan lembaga di Jakarta, bukan panggung lokal di Bali.
“Berjuangnya itu di kementerian sebagai mitra kerja. Bukan malah di Bali, karena di Bali sudah ada DPRD,” tegasnya.
Koster menyoroti banyak persoalan strategis Bali yang membutuhkan intervensi kebijakan dan suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, tanpa lobi dan perjuangan serius di kementerian terkait, berbagai kebutuhan krusial Bali sulit terakomodasi dalam anggaran pusat.
Ia memberi contoh konkret. Jika menemukan sekolah rusak saat turun ke lapangan, anggota DPR atau DPD seharusnya menggali kebutuhan riil, lalu memperjuangkannya ke Kementerian Pendidikan agar mendapatkan bantuan pembangunan. Hal serupa berlaku bagi rumah sakit yang kekurangan fasilitas, yang bisa diperjuangkan melalui Kementerian Kesehatan untuk pengadaan alat kesehatan.
“Di Jakarta kita berjuang, di Bali kita menggali aspirasi. Turun ke bawah, tanyakan apa masalahnya. Bukan dimarah-marahin,” ungkapnya tajam.
Koster juga berkaca pada pengalamannya saat menjadi anggota DPR RI. Ia mengklaim lebih fokus berjuang di tingkat pusat hingga berhasil melahirkan regulasi yang menguntungkan Bali, termasuk undang-undang khusus untuk Provinsi Bali.
“Dulu saya di DPR, berjuangnya di Jakarta. Begitu seharusnya menjadi pejuang,” tandasnya lagi.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
