Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » DPD Prajaniti Bali Dukung Kewenangan Mahkota Majelis Kehormatan MK : Minta Semua Pihak Pahami Aturan

DPD Prajaniti Bali Dukung Kewenangan Mahkota Majelis Kehormatan MK : Minta Semua Pihak Pahami Aturan

  • account_circle 071
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 377
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Senin  02  Maret  2026

DPD Prajaniti Bali Dukung Kewenangan Mahkota Majelis Kehormatan MK : Minta Semua Pihak Pahami Aturan

 

 Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H.,M.Hum.,

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Dewan Pimpinan Daerah Prajaniti Bali menegaskan dukungan penuh terhadap Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H.,M.Hum., atas keteguhan sikapnya mempertahankan independensi Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi dalam kasus laporan terhadap Hakim Konstitusi Adies Kadir.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Prajaniti Bali, Dr. Wayan Sayoga memaparkan sikap organisasinya itu di Denpasar, Rabu 25 Pebruari 2026. Menurut dia, tanggapan Prof. Palguna atas pertanyaan dari anggota komisi 3 DPR RI, sudah benar dan tepat dalam konteks ketatanegaraan, disamping itu Prof. Palguna yang selama ini berperan sebagai pendidik sekaligus telah memberikan pencerahan kepada bangsa ini atas penjelasannya yang cerdas, bertanggung jawab dan tidak tercemar.

Lebih lanjut Dr. Sayoga memaparkan dalam kondisi negara saat ini dimana rakyat sudah kehilangan kepercayaan kepada institusi formal maka kehadiran Prof. Palguna ibarat oasis ditengah padang pasir. Harus disadari bahwa, negara dan bangsa ini sangat membutuhkan kualitas dan karakter yang memiliki pengalaman luas seperti Prof. Palguna. “Sesungguhnya kita membutuhkan lebih banyak lagi figur figur pemimpin seperti beliau di panggung nasional” ungkap Sayoga.

Kehadiran beliau sangat jelas memperlihatkan kepada bangsa ini bahwa kita bisa me-manage bangsa ini dengan cara cara beradab, terukur dan jauh dari kepentingan sempit baik untuk keuntungan diri sendiri, golongan maupun afiliasi politik. Apa yang disampaikan oleh Prof. Palguna dalam forum RDP Komisi 3 DPR RI, sesungguhnya representasi dari pengejawantahan dari nilai luhur bangsa ini yakni berkarya dan mengabdi kepada negara tanpa pamrih apapun ( rame ing gawe sepi ing pamrih).

Sementara itu, ketika ditanya tentang adanya pihak yang melaporkan Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H.,M.Hum tentang dugaan pelanggaran kode etik hakim konstitusi, menurut Sekretaris DPD Prajaniti Bali, I Made Dwija Suastana, merupakan hak konstitusional warga negara. Namun pihaknya menilai aduan substansinya harus diuji secara ketat. Menurut Dwija, aduan tersebut memiliki tendensi menjadi alat tekanan politik terhadap independensi etik dan intelektual hakim. Jika yang dipersoalkan adalah kritik berbasis konstitusi dan etika jabatan, maka mengadukannya berpotensi problematis secara etik kebebasan berpikir hakim. “Hakim tidak boleh dibungkam hanya karena pandangannya tidak nyaman ditelinga pihak yang bermasalah” tandas pendiri Organisasi Mahasiswa di Universitas Warmadewa ini.

Menurut pria yang juga akademisi ini, jika aduan etik digunakan untuk mendisiplinkan pendapat konstitusional, itu berbahaya. Hakim bisa menjadi terlalu defensif dan berhenti bersuara, padahal fungsi mereka justru menjaga konstitusi dari penyimpangan kekuasaan. Pihaknya meminta semua pihak memahami Peraturan Mahkamah Konstitusi No. 1 Tahun 2023 tentang Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi. Dwija mengingatkan bahwa yang dipertaruhkan bukan hanya satu orang, melainkan kesehatan budaya konstitusional di Indonesia.
“Justru seharusnya agar kita tidak terjebak dalam sesat pikir mestinya oknum anggota Komisi 3 DPR RI dalam RDP lalu yang harusnya dilaporkan,” tambahnya.

Menurut Dwija, Independensi hakim termasuk hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi adalah prinsip konstitusional. Sebagai warga negara yang taat hukum, penghormatan terhadap kewenangan mahkota MKMK sebagaimana tertuang dalam Pasal 3 Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 1 Tahun 2023 itu wajib hukumnya. “Mari kita berikan kesempatan Majelis Kehormatan dengan kewenangannya untuk bekerja dengan memeriksa dan memutus dugaan pelanggaran Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi”. Sekretaris Prajaniti Bali ini menegaskan siapa pun, termasuk anggota DPR, dilarang mengintervensi proses peradilan, baik langsung maupun tidak langsung.

“Kalau ada oknum anggota Komisi III DPR RI yang menggunakan posisi politiknya,dengan niat tertentu (mens rea), untuk menekan, mengintimidasi, atau membungkam hakim,maka secara prinsip, oknum DPR RI tersebut bisa dipersoalkan secara etik bahkan hukum,” pungkas I Made Dwija Suastana.

(071)

  • Penulis: 071
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rocky N  Siap Tarung di Pilkada Buleleng 2024

    Rocky N  Siap Tarung di Pilkada Buleleng 2024

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Denpasar,  Sabtu  13  Juli  2024 Rocky N  Siap Tarung di Pilkada Buleleng 2024   Anggota DPRD Bali Rocky N sapaan akrab I Ketut Rochineng   Bali, indonesiaexpose.co.id – Kembali meraih kepercayaan masyarakat Buleleng untuk duduk di DPRD Bali dengan raihan 31.922 suara di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, Dr I Ketut Rochineng SH MH, menjadi buah […]

  • Bupati Didampingi Wakil Bupati Bangli Hadiri Rapat Paripurna Penetapan RAPBD Tahun Anggaran 2023

    Bupati Didampingi Wakil Bupati Bangli Hadiri Rapat Paripurna Penetapan RAPBD Tahun Anggaran 2023

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Bangli,  Rabu 09 November 2022 Bupati Didampingi Wakil Bupati Bangli Hadiri Rapat Paripurna Penetapan RAPBD Tahun Anggaran 2023     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menghadiri rapat Paripurna Penetapan RAPBD Tahun Anggaran 2023 Kabupaten Bangli, bertempat di ruang rapat kantor DPRD Bangli, di Kubu […]

  • Kapolda Jabar :”Seorang Muslim Jangan Pendendam, Jangan Sombong dan Jangan Membalas Kejelekan Orang Lain”

    Kapolda Jabar :”Seorang Muslim Jangan Pendendam, Jangan Sombong dan Jangan Membalas Kejelekan Orang Lain”

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Bandung,  Jumat  29  November  2019   Kapolda Jabar :”Seorang Muslim Jangan Pendendam, Jangan Sombong dan Jangan Membalas Kejelekan Orang Lain”   Jawa Barar,INDEX  –  Kepolisian daerah (Polda) Jawa Barat melaksanakan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Agama Islam, Kamis pagi (28/11/2019) bertempat di Masjid Al Amman Mapolda Jabar. Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan Al Qur’an Surat […]

  • index

    index

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  02  Mei  2023

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Bali, Jumat 23  April  2021   Renungan  JOGER  

  • Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-61 Berbagi Pada Anak Yatim Kota Bandung

    Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-61 Berbagi Pada Anak Yatim Kota Bandung

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu 21 April 2021   Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-61 Berbagi Pada Anak Yatim Kota Bandung       Jawa Barat, indonesiaexpose.co.id  –  Panti Asuhan merupakan salah satu bagian yang saat ini ikut terkena dampak pandemi Covid-19, akibat menurunnya sektor ekonomi masyarakat. Setahun pandemi berlangsung, dampak ekonomi pun belum hilang. Solidaritas dan kepedulian masyarakat […]

expand_less