Supartha: Nyepi dan Idul Fitri Momentum Sucikan Diri dan Alam
- account_circle 080
- calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Rabu 18 Maret 2026
Supartha: Nyepi dan Idul Fitri Momentum Sucikan Diri dan Alam

Bali, indonesiaexpose.co.id — Umat Hindu bersiap menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026. Rangkaian sakral dimulai dari Pemelastian, Tawur Agung Kesanga, hingga puncak Nyepi dan Ngembak Geni. Menariknya, perayaan ini beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah pada 21–22 Maret, memperkuat pesan toleransi di Bali.
Prosesi Melasti menjadi simbol penyucian bhuana alit dan bhuana agung, dilanjutkan Tawur Agung Kesanga untuk menetralisir energi negatif alam. Malam Pangerupukan diramaikan ogoh-ogoh sebagai representasi Nyomya Bhuta Kala, sebelum umat menjalani Catur Brata Penyepian: Amati Geni, Karya, Lelungan, dan Lelanguan.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, I Made Supartha, mengajak masyarakat memaknai momentum ini sebagai introspeksi diri dan penguatan toleransi. “Nyepi dan Idul Fitri adalah ajang mulat sarira serta penyucian alam semesta dalam spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” tegasnya.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan Nyepi bukan sekadar tradisi, tetapi momentum introspeksi nasional melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Rangkaian ritual, mulai dari ogoh-ogoh hingga hari sunyi, mencerminkan upaya penyucian diri dan alam semesta.
“Beriringannya Nyepi dan Idul Fitri menjadi pesan kuat tentang harmoni dan saling menghormati dalam keberagaman,” tegas Supartha yang juga anggota Komisi I DPRD Bali.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen ini sebagai penguatan nilai toleransi, menjaga keamanan, serta mempererat persaudaraan demi Bali yang damai dan Indonesia yang harmonis.
( 080 )
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
