Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Faisal Basri : Holding Ultra Mikro tidak ada kaitannya dengan kesejahteraan rakyat.

Faisal Basri : Holding Ultra Mikro tidak ada kaitannya dengan kesejahteraan rakyat.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 4 Mar 2021
  • visibility 210
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,  Kamis  4  Maret  2021

 

Faisal Basri : Holding Ultra Mikro tidak ada kaitannya dengan kesejahteraan rakyat.

 

Jakarta ,  indonesiaexpose.co.id  – Ekonom senior Faisal Basri mengatakan rencana pembentukan Holding Ultra Mikro tidak ada kaitannya dengan kesejahteraan rakyat. Sebab menurut dia, satu-satunya alasan BRI mengakuisisi Pegadaian dan PNM hanya ingin masuk dalam jajaran fortune Global 500.

“Jadi tidak hubungannya dengan peningkatan kesehjateraan rakyat. Sebelumnya juga BRI ingin mengambilalih Danareksa, Bank Century, dan Bank Bukopin,” ungkap Faisal dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (3/3).

Faisal juga menuturkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara tata kelola perbankan yang baik dengan rencana merger. Hal ini bisa dibuktikan, BRI pernah memberikan kredit kepada kalangan konglomerat.

Selain itu, ia menilai alasan pemerintah terkait Holding Ultra Mikro yang dapat memperkuat sektor UMKM tidak tepat. Menurutnya Faisal, seharusnya pemerintah melakukan konsolidasi di sektor keuangan dengan memperkuat sektor perbankan.

“Namun justru kenyataannya pemerintah sendiri terkesan enggan melakukan konsolidasi bank-bank miliknya,” ujarnya.

Faisal menilai pemerintah telah gagal mengkonsolidasikan perbankan. Sebab sejauh ini perbankan hanya mampu menyalurkan kredit tidak sampai 50 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih kecil dibanding dengan negara-negara lain di Asia.

Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini mengungkapkan, tanpa adanya akuisisi, Pegadaian pun bisa bersinergi dengan BUMN lainnya. Sebab jika proses merger ini terjadi, maka akan berdampak terhadap pegawai Pegadaian yang cenderung menjadi ‘anak tiri’.

“Karena perusahaan besarlah yang akan memegang kendali. Aksi ini juga tidak serta merta bisa menyehatkan BUMN. Akuisisi ini juga akan berdampak pada akses layanan kepada nasabah, khususnya Pegadaian,” ungkapnya.

Faisal menilai holdingnisasi akan lebih cocok mengarah pada klaster keuangan bukan klaster UMKM. Jika ingin membesarkan UMKM, lanjut dia, bukan dengan cara holding, tapi yang paling penting adalah apa bentuk yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk menggabung ketiganya.

Selain itu, jika Pegadaian menerbitkan obligasi atau surat utang ratingnya Triple AAA, artinya obligasi milik Pegadaian lebih murah dari pada pinjaman BRI. Jika ratingnya bagus, barangkali bisa dapat 5%.

“Bahkan jika Pegadaian go global bonds, ini bisa menunjukan bahwa Pegadaian tidak punya masalah modal kerja,” tutup Faisal.

(002)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakornas TPAKD 2025 :  Arya Wibawa Dorong Pemeraataan Akses Keuangan Seluruh Masyarakat Kota Denpasar

    Rakornas TPAKD 2025 :  Arya Wibawa Dorong Pemeraataan Akses Keuangan Seluruh Masyarakat Kota Denpasar

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat 10 Oktober  2025 Rakornas TPAKD 2025 :  Arya Wibawa Dorong Pemeraataan Akses Keuangan Seluruh Masyarakat Kota Denpasar   Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengikuti Rakornas TPAKD 2025, bersama Gubenur, Bupati, Walikota, seluruh Indonesia. Jakarta, indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri hadiri Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan […]

  • Kasus Supriyani Contoh Rentannya Profesi Guru Dikriminalisasi

    Kasus Supriyani Contoh Rentannya Profesi Guru Dikriminalisasi

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta, Sabtu  25  Oktober  2024 Kasus Supriyani Contoh Rentannya Profesi Guru Dikriminalisasi   Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati. Foto (ist)   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menyoroti kasus guru honorer Supriyani yang menjadi tersangka usai dituduh menganiaya siswa anak polisi di Konawe Selatan, Sulawesi […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  11  Juni  2020   Renungan  JOGER  

  • Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Bertambah 13 Orang, Kasus Positif Bertambah 58 Orang

    Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Bertambah 13 Orang, Kasus Positif Bertambah 58 Orang

    • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 13 April  2021   Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Bertambah 13 Orang, Kasus Positif Bertambah 58 Orang   Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai Bali, indonesiaexpose.co.id – Perkembangan Kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih berlangsung fluktuatif. Berdasarkan data resmi pada Selasa (13/4), Kota Denpasar mencatatkan penambahan kasus sembuh […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  22  Juni 2024 Renungan  Joger  

  • Indonesia Expose.co.id

    Indonesia Expose.co.id

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  01  April   2024 Perumda  Pasar  Sewakadarma Kota  Denpasar      

expand_less