Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » SA Institut: Penegakan Hukum Ala Jaksa Agung Progresif

SA Institut: Penegakan Hukum Ala Jaksa Agung Progresif

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
  • visibility 321
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bangli, Selasa  01  Februari  2022

 

SA Institut: Penegakan Hukum Ala Jaksa Agung Progresif

 

Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut), Suparji Ahmad (Foto/Ist)

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Beberapa waktu terakhir, dunia penegakan hukum Indonesia dihentak oleh pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dari mulai pelaksanaan pemberian keadilan restoratif ( RJ ) di Kejari Cimahi, hingga wacana perluasan penerapan RJ dan penyelesaian tipikor dengan kerugian keuangan negara paling banyak senilai 50 juta.

Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut), Suparji Ahmad menilai bahwa wacana yang digulirkan Jaksa Agung terkait keadilan restoratuf menarik. Suparji memgapresiasi wacana tersebut karena itu menjelaskan pergeseran pemikiran praktisi hukum yang ingin lepas dari belenggu pemikiran legisme (positivisme) yang memandang hukum hanyalah sebagai aturan perundang-undangan.

Sementara nilai keadilan, kepastian dan kemanfaatan dari hukum hanya tercermin dari penegakan hukum tertulis sebagaimana bunyi undang-undang.

“Pemikiran Jaksa Agung kini telah mengisyaratkan pergeseran dari legisme menuju pemikiran hukum realisme. Pemikiran hukum realisme memandang bahwa hukum bekerja tidak sebagaimana bunyi peraturan perundang-undangan, hukum itu merupakan manifestasi simbolik para pelaku sosial. Pendekatan pemikiran ini adalah bersifat non doktrinal artinya bsrdasarkan penilaian atas prilaku masyarakat secara nyata,” kata Suparji dalam keterangan tertulisnya , Selasa (1/2/2022).

“Selain itu, pemikiran realisme lebih mengutamakan kemanfaatan dari hukum. Karena memang hukum itu diadakan adalah demi kemanfaatan bersama masyarakat. keadilan restoratif (RJ) secara teoritis telah lama menjadi perbincangan para akademisi. Dan saat ini Jaksa Agung mencoba mengaplikasikannya,” sambungnya.

Ia memaparkan, penyelesaian perkara pidana melalui instrumen RJ ini adalah berbeda konsepnya dengan mekanisme penghentian penyidikan atau penuntutan seperti konsep yang diatur KUHAP. Penerapan RJ lebih ke perkara pidana yang secara hukum positif (legisme/positivisme) telah lengkap dilakukan persidangan pidana dimana akan diambil keputusan oleh hakim.

“Artinya berkas perkara pidana itu lengkap, baik formil maupun materiil. Namun oleh Jaksa selaku pemegang kekuasaan negara di bidang penuntutan berdasar asas dominis litis dan asas oportunitas yang dimiliki Jaksa, maka perkara tesebut dihentikan penuntutannya karena lebih pada untuk pencapaian keadilan substantif dan kemanfaatan. Keputusan RJ itulah cermin dari suatu kepastian hukum,” paparnya.

Secara teoritis, kata dia, RJ merupakan pelaksanaan tugas fungsi Jaksa yang dibenarkan atas asas-asas hukum universal yang berlaku secara internasional. Sedangkan untuk penyidik bukanlah RJ sebagai instrumen penghentian perkara, akan tetapi menggunakan instrumen penghentian penghentian penyidikan seperti diatur KUHAP.

“Yaitu jika perkara bukanlah perkara pidana, perkara tidak cukup bukti dan perkara ditutup demi hukum jika perkara tersebut terdakwanya meninggal dunia, atau karena perkara daluarsa atau ne bis in idem. Diskresi penyidik dapat dilakukan sebagai upaya progresif untuk menghentikan penanganan kasus-kasus di masyarakat yang belum masuk tahap pro justicia yaitu penyelidikan/penyidikan,” ulasnya.

Suparji menekankan bahwa wacana Jaksa Agung terkait penyelesaian perkara tipikor dengan kerugian keuangan negara 50 juta rupiah ke bawah, merupakan pergulatan pemikiran positivisme dan pemikiran realisme hukum, sebagai thesa dan anti thesa dalam dialektika Hegelian maupun Kantianisme. Jadi menurut hemat saya, kata dia, biarkan wacana tersebut berkembang di tengah masyarakat sehingga menemukam sinthesanya atau pemecahannya.

“Namun terlepas dari pro kontra atas wacana Jaksa Agung baik terkait perluasan RJ maupun penyelesaian perkara tipikor 50 juta rupiah ke bawah, perlu saya garis bawahi, bahwa itu pemikiran progresif dan maju. Karena secara umum pemikiran positivisme hukum masih membelenggu para praktisi hukum. Ke depannya, pemikiran hukum akan lebih jauh lagi di era pemikiran postmodernis yang lebih bersifat individual, dimana kebenaran umum sebagai bentuk kesepakatan mulai ditinggalkan atau kehilangan legitimasinya,” pungkasnya.

(079)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung KPK, Pj Gubernur Jateng Bertekad Terus Beri Pelayanan Publik Tanpa Korupsi

    Dukung KPK, Pj Gubernur Jateng Bertekad Terus Beri Pelayanan Publik Tanpa Korupsi

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Semarang, Kamis  11  Juli  2024 Dukung KPK, Pj Gubernur Jateng Bertekad Terus Beri Pelayanan Publik Tanpa Korupsi       Jawa Tengah,  indonesiaexpose.co.id   – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mendukung pencegahan korupsi yang terus digaungkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Termasuk, di antaranya bertekad untuk memberikan pelayanan publik yang bagus tanpa korupsi. “Saya […]

  • Komisi VI DPR RI Apresiasi Kesiapan Pertamina Hadapi Lebaran 2024

    Komisi VI DPR RI Apresiasi Kesiapan Pertamina Hadapi Lebaran 2024

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin  01  April  2024 Komisi VI DPR RI Apresiasi Kesiapan Pertamina Hadapi Lebaran 2024   Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bersama Wakil Dirut Pertamina Wiko Migantoro dan Jajaran Direksi Subholding menyampaikan kesiapan Pertamina melalui satgas RAFI 2024 saat kegiatan Rapat Dengar Pendapat Komisi VI yang diselenggarakan Gedung Nusantara 1, DPR, Jakarta pada Kamis (28/3/2024).(foto/ist) […]

  • Pelanggar Perda IMB Dihukum Denda Rp. 2 Juta

    Pelanggar Perda IMB Dihukum Denda Rp. 2 Juta

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  24  Oktober  2019     Pelanggar Perda IMB Dihukum Denda Rp. 2 Juta     Pelaksanaan Sidang Tipiring di Pengadilan Negeri IA, Denpasar, Rabu (23/10/2019).   BALI,  INDEX  – Sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denpasar gencar melaksanakan penindakan baik berdasarkan monev di […]

  • Antisipasi Pintu Masuk Pelabuhan Benoa Pasca Lebaran,  Disdukcapil Denpasar Siap Gelar Penertiban Administrasi Kependudukan

    Antisipasi Pintu Masuk Pelabuhan Benoa Pasca Lebaran,  Disdukcapil Denpasar Siap Gelar Penertiban Administrasi Kependudukan

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  14  April 2024 Antisipasi Pintu Masuk Pelabuhan Benoa Pasca Lebaran,  Disdukcapil Denpasar Siap Gelar Penertiban Administrasi Kependudukan   Pelaksanaan penertiban administrasi kependudukan yang digelar tahun lalu, dan telah menjadi agenda rutin Disdukcapil Denpasar pasca Lebaran.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar telah merancang melaksanakan penertiban adminsitrasi kependudukan […]

  • PT. Pupuk Indonesia (Persero) Siap Sukseskan Program Pasar Digital UMKM

    PT. Pupuk Indonesia (Persero) Siap Sukseskan Program Pasar Digital UMKM

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Jakarta , Rabu  17  Juni  2020   PT. Pupuk Indonesia (Persero) Siap Sukseskan Program Pasar Digital UMKM   Foto Dok Humas PT. Pupuk Indonesia   JAKARTA,  INDEX   – PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung penuh program pengembangan platform Pasar Digital (PaDi) UMKM yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai langkah mengoptimalkan besaran belanja BUMN pada […]

  • ASITA Bali Gelar acara ASITA Year End Gathering 2024 Guna Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Industri Pariwisata

    ASITA Bali Gelar acara ASITA Year End Gathering 2024 Guna Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Industri Pariwisata

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Denpasar,  Selasa  17  Desember  2024  ASITA Bali Gelar acara ASITA Year End Gathering 2024 Guna Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Industri Pariwisata   Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, menggelar acara ASITA Year End Gathering 2024, di Kura-kura Bali, Selasa (17/12/2024). Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Demi mensinergikan antara industri pariwisata yang ada di […]

expand_less