Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kalimantan Tengah » Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 30 Jan 2019
  • visibility 228
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta ,Rabu 30 Januari 2019

 

Penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri

(Foto/Istimewa)

Kalteng, INDEX – Komite III DPD RI berharap RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang disusun DPR RI memperhatikan kepentingan umat dengan mengedepankan akhlak mulia dan penghapusan diskriminasi antara pendidikan swasta serta negeri.

“RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan mencoba menjadi jawaban atas kegusaran mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan keagamaan,” kata Wakil Ketua Komite III DPD RI Novita Anakotta saat RDP tentang RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa.

Novita menjelaskan, dalam konteks konstitusional, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional masih memiliki permasalahan.

Dari sisi substansi, UU tersebut telah mengalami pembaharuan berupa pelaksanaan pendidikan agama dan akhlak mulia, penghapusan diskriminasi antara pendidikan yang dikelola pemerintah serta pendidikan yang dikelola masyarakat.

“Meskipun UU ini telah mengakomodir pendidikan keagamaan, namun pada kenyataannya masih banyak lembaga pendidikan keagamaan yang belum merasakan kehadiran pemerintah baik formal ataupun nonformal,” kata senator asal Maluku Utara itu.

Melalui metode berbasis pendekatan keagamanaan, Novita berharap bisa menambah keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia manusia Indonesia.

Hal Ini juga mampu menjaga kerukunan hubungan antar dan inter umat beragama.

“Dalam sistem ini, peserta didik mampu memahami dan menghayati nilai agama yang harmoni dengan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan seni,” kata dia.

Anggota Komite III DPD RI Abdul Azis Khafia menyatakan setuju dengan adanya RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Menurut dia, memang perlu ada kesetaraan pendidikan agama di Indonesia. “Memang jangan ada lagi ada dikotomi pendidikan agama,” katanya.

Namun, sampai saat ini belum ada pembahasan yang utuh mengenai RUU ini, antara Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Thomas Pentury beranggapan bahwa RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan memiliki kecenderungan membirokrasikan pendidikan nonformal.

Khususnya bagi pelayanan anak-anak dan remaja yang dilakukan sejak lama oleh gereja-gereja di Indonesia. “Gereja khawatir RUU ini menjadi model intervensi negara terhadap agama,” katanya.

Menurut Thomas, pada dasarnya gereja mendukung RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sejauh hanya mengatur pendidikan formal. Selain itu tidak memasukan pengaturan model pelayanan pendidikan nonformal gereja-gereja di Indonesia seperti pelayanan kategorial anak dan remaja.

“Kami mengusulkan untuk merekonstruksi ulang pendidikan keagaman Kristen melalui jalur pendidikan formal yang semula SDTK, SMPTK, SMAK/SMTK menjadi SDK, SMPK, SMAK/SMTK,” ujar Thomas.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Ahmad Zayadi sependapat bahwa RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sesuatu yang dibutuhkan. Selain itu, RUU ini juga sangat dibutuhkan pada pendidikan keagamaan agar ke depan bisa mendapatkan kesetaraan baik regulasi, program kegiatan dan anggaran.

Kewajiban negara memberikan pengakuan pesantren dan keagamaan dalam membetuk kesatuan NKRI yang merupakan menjaga kekhasan keagamaan.

“Inilah tradisi kita yang perlu kita rawat dalam perbedaan,” kata Zayadi.(Ant )

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Tabanan,  Jumat 29 April 2022   Turunkan Angka Stunting, Bupati Tabanan Harap TPPS Bersinergi dengan Masyarakat       Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M memberikan perhatian penuh terhadap penanggulangan masalah stunting di Indonesia. Terlebih saat program Percepatan Penurunan Stunting kini telah menjadi prioritas nasional. Oleh sebab itu, Kamis […]

  • I Nyoman Adi Wiryatam Ketua DPRD Bali Apresiasi  Program Bali Digital Festival 2023

    I Nyoman Adi Wiryatam Ketua DPRD Bali Apresiasi  Program Bali Digital Festival 2023

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Tabanan , Selasa  30  Mei  2023 I Nyoman Adi Wiryatam Ketua DPRD Bali Apresiasi  Program Bali Digital Festival 2023       Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Puluhan ribu masyarakat Tabanan tumpah ruah memadati kawasan Taman Bung Karno untuk mengikuti Creative Fun Walk Road to Bali Digifest II, Tahun 2023, Minggu pagi (28/5/2023). Kompak dan serempak, seluruh […]

    • calendar_month Sabtu, 10 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Bangli  Sabtu  10  September 2022 Ketua K3S Kabupaten Bangli Salurkan Bantuan Kepada Lansia   Bali, indonesiaexpose.co.id  – Ketua K3S Kabupaten Bangli Ny Suciati Diar bersama Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, menyalurkan bantuan kepada lansia dan masyarakat kurang mampu di Banjar Luahan, Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, pada Sabtu (10/9/2022). Sebagai salah satu organisasi yang bergerak […]

  • Jalan Panjang  Amerta  di Pilkada Kota Denpasar 

    Jalan Panjang  Amerta  di Pilkada Kota Denpasar 

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Denpasar,  Selasa  24  November  2020   Jalan Panjang  Amerta  di Pilkada Kota Denpasar Paslon AMERTA saatblusukan  mengunjungi pasar  Desa Pekraman Serangan, Selasa (24/11-2020)pagi.(Foto/INDEX)   BALI,  INDEX  –  Program-program unggulan Paslon AMERTA yang pro-rakyat membuat masyarakat Kota Denpasar semakin deras memberikan dukungan kepada Pasangan Calon Walikota Gede Ngurah Ambara Putra dan Calon Wakil Walikota Made Bagus Kertha […]

  • Perkuat Kontribusi Kalangan Muda ke Masyarakat  XLFL Gelar Pelatihan untuk Organisasi Mahasiswa dan Pengelola Start-Up

    Perkuat Kontribusi Kalangan Muda ke Masyarakat XLFL Gelar Pelatihan untuk Organisasi Mahasiswa dan Pengelola Start-Up

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu  20  April 2022 Perkuat Kontribusi Kalangan Muda ke Masyarakat XLFL Gelar Pelatihan untuk Organisasi Mahasiswa dan Pengelola Start-Up   Chief of Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O. Baasir, dalam acara pembukaan program Rumah Akselerasi Inovasi (REAKSI).   Banyak organisasi kemahasiswaan dan startup anak muda yang hanya menjalankan organisasi ataupun startupnya tanpa memiliki visi, misi, […]

  • Tirta  Dharma

    Tirta  Dharma

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Jawa  Timur , Senin 11 Agustus  2025 Tirta  Dharma  

expand_less