Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Bagaimana Memahami Panca Sembah Dari Kacamata Filsafat – Sains ( Ilmu Pengetahuan) PANCA SEMBAH ” Awal dan Akhir Cosmos “.

Bagaimana Memahami Panca Sembah Dari Kacamata Filsafat – Sains ( Ilmu Pengetahuan) PANCA SEMBAH ” Awal dan Akhir Cosmos “.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 12 Mei 2023
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Sabtu  13  Mei  2023

Bagaimana Memahami Panca Sembah Dari Kacamata Filsafat – Sains ( Ilmu Pengetahuan)
PANCA SEMBAH ” Awal dan Akhir Cosmos “.

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Menarik untuk diperhatikan banyak kalangan yang menanyakan tentang mengapa sembahyang umat Hindu di Bali secara umum berjumlah lima ( masih ada sapte sembah, sanga sembah dan seterusnya). Jawaban yang diperoleh beragam dan menuju ke Ista Dewata yang dipuja saat itu. Untuk mengetahui sejatinya, wartawan Indonesiaekspos mendatangi penglingsir Gerya kawan Ida Bagus Rai Djendra atau biasa dipanggil Kakyang Rai di Geryanya, Jumat ,( 12/5/2023 ).

Kakyang Rai menjelaskan, Panca Sembah sejatinya memiliki makna yg sangat mendalam dan Universal sesuai Teologi yang didasari Filsafat yang tentu saja merupakan hasil olah batin, intiusi, dasar Weda, ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan para leluhur orang Bali sejak jaman dahulu. Dan ini membuktikan betapa tinggi pemikiran dan peradaban manusia Bali dari dahulu kala. Jika kita merujuk apa yang dikatakan oleh W.D. Brown seorang ilmuwan dan filsuf berkebangsaan Inggris, bahwa Weda sangatlah ilmiah,dimana agama dan ilmu pengetahuan bergandengan tangan, disini teologi didasari atas ilmu pengetahuan dan filsafat.

Nah dalam Panca Sembah, teologi Hindu merangkum semuanya dan secara sekaligus melingkupi semuanya. Sembah ke pertama adalah sembah puyung ( ditujukan kepada Nirguna Brahman). Sebagaimana diketahui para ilmuwan dan komunitas ilmiah menyepakati bahwa alam semesta awalnya berasal dari ketiadaan ( puyung) yang penuh energi dan kitapun berasal dari awal tiada dan ketiadaan itu penuh energi, bukan ketiadaan kosong tanpa energi namun tanpa bentuk, sebab energi itu dapat memasuki bentuk dan ruang. Jadi ketiadaan itu bukan berarti tidak ada apa_apa secara konstan namun energi yang tak terlihat, tak terjangkau, tak terhitung, tak terhingga yang oleh Albert Einstein disebut Medan Energi Terpadu yang konstan bersifat kekal abadi ( ini bisa dikatakan sebagai Lingga_Nya Brahman dalam mewujudkan Alam Semesta_ Saguna Brahman).

Sesuai teori dari filsafat Samkhya, secara singkat disebutkan bahwa Purusha dan Prakerti ( Rhwa Bhineda) membentuk “Mahat”. Sesungguhnya ” Mahat” inilah yg meledak dengan sangat dahsyat ( “Big Bang”, ” OM ” ) dalam kurun waktu yang sangat lama dan teramat panjang bermilyard_milyard tahun yg lalu dikarenakan ( seperti dikatakan Stephen Hawking seorang ilmuan jenius yang sangat terkenal) telah mencapai kondisi sangat masive dengan temperatur tak terhingga panasnya sampai milyard dan bahkan triliunan derajat celsius sehingga menjadi partikel_partikel sangat kecil dan dari partikel terkecil iru terus berputar membentuk planet_planet, bintang_bintang dan alam semesta.
Dan tentu saja ini terus berputar yang pada akhirnya akan meledak lagi karena saking supermasivenya.

Selanjutnya sembah kedua dengan menggunakan sarana bunga yang ditujukan kepada Betara Surya ( sebagai manifestasi Brahman/Saguna Brahman) penguasa matahari sumber energi kita, dimana matahari menjadi pusat tata surya kita ( jadi keberadaan matahari sangat vital bagi kehidupan kita).Pemikiran ini jauh lebih maju daripada pemikiran “geosentris” yang bertahan hingga abad ke_14 sampai Galileo_Galilei (1564_1642) menyatakan bahwa mataharilah pusat tata surya kita ( sesuai dgn sastra Hindu yang telah jauh lebih dahulu menyebutkannya).

Menempatkan pemujaan Suryaraditya atau Siwaraditya dalam sembah kedua setelah sembah puyung, menyatakan bahwa matahari merupakan pusat tata surya kita dan merupakan sumber kehidupan seperti yang dinyatakan dalam Yayur Veda:”
Aayamgauh prsnir akramiidasadam.Mataram purah pitaram ca prayantsvah” “Bumi dan benda angkasa lainnya berada dalam orbitnya. Mereka semua bergerak mengelilingi matahari” ( Yayur Veda Samhita.1.111.6). Reg Veda sebelumnya menyatakan:”Sapta tva harito rathe. Vahani deva surya. Socikesam Vicaksano”.”Wahai Surya melalui spektrum cahayamu yang berjumlah tujuh warna.Engkau menuntun manusia ke jalan terang dan menemukan kebijaksanaan”.(Reg Veda Samhita.1.50.8).

Joseph Fraunhoufer, seorang Fisikawan terkemuka mengatakan bahwa spektrum matahari ada tujuh sinar warna: merah, jingga,kuning, hijau, biru, nila dan ungu sesuai dengan Reg Veda). Setelah sembah kepada Betare Surya penguasa matahari, maka mulailah sembah berikutnya yang ketiga dan keempat menggunakan sarana kwangen yg merupakan representasi Tuhan dalam bentuk Omkare yang ditujukan kepada Betare Brahma, Wisnu, Siwa dan kepada Betare Samu Daye.

Dalam fase ini sudah menyentuh tahapan siklus kehidupan ( utpathi, sthiti, pralina) dan seluk beluk kehidupan itu sendiri, maka tentu saja para Dewata dan unsur alam yang mulai ada, diberikan penghormatan, sebab manusia itu sendiri tidak bisa ada berdiri tanpa alam dan merupakan bagian dari alam itu sendiri. Dalam sembah ini Tuhan dinyatakan sebagai Ardhanareswari, yang merupakan bagian dari maskulinum dan feminim secara bersamaan. Ini merupakan penghormatan pada laki2 dan perempuan tanpa diskriminasi dan hegemoni gender.

Setelah kehidupan datang maka manusia secara kecendrungan alamiah akan berharap suatu kemakmuran dan kelangsungan dunia yang damai. Maka sembah berikutnya mohon anuggrah.Rasa syukur itupun dipanjatkan dalam bentuk doa dan sarana upakara, sebab dahulukala Prajapati juga menciptakan dunia dengan menggunakan badan_Nya sebagai Yadnya ( dlm Purusha Sukta dan Begawad Gita).

Memuliakan alam dengan cara seperti ini, merupakan langkah nyata untuk memelihara keberlangsungan hidup semua mahluk. Maka janganlah memusuhi dan menaklukan alam apalagi merusaknya karena kita semua bagian dari alam itu sendiri. Sembah dalam tataran ini berbicara dalam konteks ini. Terakhir adalah kembali ke sembah puyung ( ke Nirguna Brahman) sekali lagi.

Albert Einstein pernah menyatakan bahwa benda padat termasuk manusia sejatinya isinya adalah ruang hampa. Maka memahami hakekat kehampaan adalah memahami hakekat kehidupan. Di India ada sebuah gerakan yang menyatakan angka Nol ( 0 ) ketidak terhinggaan yang mewakili Mahamutlak (Tuhan) atau Kebenaran itu sendiri dan jumlah yang tak terhingga ini merupakan manifestasi_Nya dari realitas itu sendiri.

“Maka sejatinya kita akan kembali kepada kekosongan itu sendiri ke Nirguna Brahman. Itulah sembah terakhir, dari puyung ( kosong) akan kembali ke yang kosong. Itulah awal dan akhir dari Cosmos,”tutup Kakyang Rai.

(072)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • I Gede Agung Sindu  Jabat GM  PLN UID Bali

    I Gede Agung Sindu  Jabat GM  PLN UID Bali

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Denpasar,  Senin  19  Agustus  2024 I Gede Agung Sindu  Jabat GM  PLN UID Bali     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali kini miliki pimpinan baru. Ialah I Gede Agung Sindu Putra yang siap melanjutkan kepemimpinan setelah sebelumnya posisi General Manager dijabat I Wayan Udayana. Pada perkenalannya saat PLN melaksanakan kegiatan […]

  • Laka Lantas di Tol Cipali, 8 Meninggal Dunia, 1 Luka Berat dan 14 Luka Ringan

    Laka Lantas di Tol Cipali, 8 Meninggal Dunia, 1 Luka Berat dan 14 Luka Ringan

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Cirebon, Senin  10  Agustus  2020   Laka Lantas di Tol Cipali, 8 Meninggal Dunia, 1 Luka Berat dan 14 Luka Ringan   JAWA   BARAT,  INDEX  – Senin dini hari (10/8/2020) sekitar pukul 03.30 Wib dilaporkan pada pukul 05.00 Wib di jalan Tol Cipali Km.184.300 Jalur B terjadi kejadian kecelakaan lalu lintas dari arah Palimanan menuju […]

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  12  Agustus  2020

  • Pemilu Pertama di IKN Berlangsung Lancar, Kondusif, dan Aman

    Pemilu Pertama di IKN Berlangsung Lancar, Kondusif, dan Aman

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Penajam Paser Utara, Senin  19  Februari  2024 Pemilu Pertama di IKN Berlangsung Lancar, Kondusif, dan Aman   (Foto/ist)   Kalimantan Timur,  indonesiaexpose.co.id   – Achmad Jaka Santos Adiwijaya selaku Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah tercatat sebagai penduduk Kecamatan Sepaku, wilayah pembangunan IKN. Ia menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang berlangsung […]

  • Jaya Negara Hadiri Pengukuhan Bendesa dan Prajaru Adat Kepaon Periode 2022 – 2027

    Jaya Negara Hadiri Pengukuhan Bendesa dan Prajaru Adat Kepaon Periode 2022 – 2027

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  14  Juni  2022   Jaya Negara Hadiri Pengukuhan Bendesa dan Prajaru Adat Kepaon Periode 2022 – 2027     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Wali Kota Denpasar, IGN. Jaya Negara  hadir menyaksikan pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Kepaon masa bakti 2022-2027, Selasa (14/6) bertempat di Wantilan Pura Desa Adat setempat. Sebelum dilakukan pengukuhan  dilaksanakan […]

  • Kapolres Majalengka Pimpin Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Terhadap Anggota Polri

    Kapolres Majalengka Pimpin Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Terhadap Anggota Polri

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Majalengka, Senin 25  Oktober  2021   Kapolres Majalengka Pimpin Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Terhadap Anggota Polri     Jawa Barat, indonesiaexpose.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Majalengka Polda Jabar, Senin (25/10/2021) pagi menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personel Polres Majalengka di halaman Apel Mapolres Majalengka. Adapun personel yang di PTDH adalah Bripka […]

expand_less