Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,  Rabu  16  April 2025

Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

 

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) mengukuhkan Guru Besar Bidang Komunikasi khususnya komunikasi politik, Prof. Dr. Lely Arrianie, M.Si dengan orasi Ilmiah berjudul “Komunikasi Politik Tanpa Model: Tantangan Menemukan Model Komunikasi Politik Khas Indonesia Menuju 2045”. Yang merupakan gambaran model komunikasi politik Indonesia saat ini.
Acara pengukuhan tersebut berlangsung di Auditorium LSPR Institute di Jakarta, Jumat yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, SPt. M.Pd, Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, Gubernur dDr. Pramono Anung Wibowo, M.Si. serta 43 Guru Besar dan Dosen S3 lainnya.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Founder & CEO LSPR Institute, Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR yang mengatakan “Pengukuhan Profesor memiliki makna yang mendalam tidak saja bagi dunia pendidikan, tetapi juga kemajuan masyarakat demokratis yang memperkuat pondasi kehidupan masyarakat yang lebih cerdas, lebih kritis, dan lebih berbudaya”.

“Kita tahu, dunia komunikasi saat ini sedang menghadapi banyak tantangan: disinformasi, polarisasi media, krisis kepercayaan publik, kecanduan algoritma digital, dan budaya viral yang seringkali menenggelamkan nilai substansi. Begitu juga dengan dunia politik Indonesia yang membutuhkan etika komunikasi. Etika menjadi sangat penting sebagai basis komunikasi politik dan kebutuhan akan model komunikasi politik ciri khas Indonesia,” kata Prita Kemal Gani.

Sementara , Rektor LSPR Institute, Dr. Andre Ikhsano, M.Si menambahkan  acara pengukuhan Profesor membuktikan bahwa selaku institusi pendidikan, LSPR Institute saat ini semakin menunjukkan keseriusan dalam dunia akademis dengan memberikan sumbangsih keilmuan yang lebih luas dan mendalam. Orasi menunjukkan pentingnya komunikasi politik bagi setiap aktor politik agar menciptakan sebuah gaya, pola dan model komunikasi yang menunjukkan kekhasan Indonesia.

Dalam orasinya, Profesor Lely mengatakan, Indonesia perlu memiliki model komunikasi politik yang jelas dan kuat untuk membangun budaya politik yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Saat ini, Indonesia belum memiliki model komunikasi politik yang jelas, kalaupun ada, kita bisa sebut sebagai model komunikasi politik yang tidak ada model.

“Karena ketiadaan model, maka semua pilar demokrasi eksekutif, legislatif, dan yudikatif lebih didominasi oleh gaya atau pola komunikasi politik bukan model. Gaya (ciri khas dari individu politisi) dan pola (tindakan yang berulang dari politisi) tersebut menunjukkan lebih kepada gaya dan karakteristik atau sifat individu. Sementara model merupakan sebuah sistem yang konkret yang dapat menjadi acuan untuk mempelajari kompleksitas sebuah fenomena agar bisa dipelajari atau dianalisa lebih lanjut,” sambung Lely Arrianie.

Prof. Lely melihat komunikasi politik “tanpa model” itu berdasarkan dinamika panggung politik sejak reformasi hingga saat ini yang menurut hasil penelitiannya, terjadi pergeseran komunikasi politik dari yang bersifat santun dan seragam (di era orde baru yang tertata) ke arah komunikasi politik sebaliknya yang mengabaikan etika dan budaya politik. Karena komunikasi politik yang dapat dikatakan tidak memenuhi etika dan budaya politik. Sebagai model, tentu memiliki ciri khas yang tetap dan permanen.

Lebih jauh Lely menjelaskan bahwa komunikasi politik yang berlangsung saat ini tidak lagi linear tetapi bergerak ke arah yang lebih konvergen, sirkular bahkan lebih transaksional yang ditandai dengan praktik negosiasi yang intens. Sementara komunikasi politik adalah tentang pertukaran pesan politik bukan lagi penyampaian pesan yang membuat panggung politik lebih kaya impression management yang menyimpan banyak masalah termasuk warna warni kekerasan fisik maupun psikologis yang disikapi masyarakat sebagai premanisme politik.

Dengan menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman terdapat dua panggung yaitu panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage) dimana panggung depan sebuah wilayah pertunjukkan yang menampilkan hal – hal yang baik dan perilaku yang baik. Sedangkan panggung belakang, adalah wilayah yang disebut sebagai skenario panggung depan dimana dibolehkan perilaku yang bebas tanpa mempedulikan kelayakan sikap. Dalam realitas panggung politik Indonesia, menunjukkan bahwa banyak perilaku yang tidak layak yang ditampilkan (back stage) oleh para komunikator politik seperti politisi, aktivis, jurnalis, profesional bahkan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya ke panggung politik.

Komunikator politik lebih mengutamakan kepentingan individu, sementara kita memerlukan sebuah model komunikasi politik yang mengedepankan etika, moral, keadilan dan tanggung jawab dan Lely optimis proses komunikasi politik Indonesia sedang berjalan ke arah yang lebih baik, meskipun sampai saat ini Indonesia belum memiliki acuan model politik.

Ketiadaan model menjadikan komunikasi politik menjadi olok olok di media bahkan di identikkan dengan standup comedy. Ketidak adaan model komunikasi politik ini dapat kita temukan di pemerintahan, ketika pemimpin berganti, kebijakan berganti, bertukar menteri, bertukar keputusan.Sehingga seringkali kita terkaget – kaget memahami keputusan atau untuk menerimanya.

“Komunikasi politik juga berbicara tentang kepemimpinan politik dimana juga dalam kepemimpinan koordinasi, hendaknya bisa menjadi pembicara politik ala motivator yang mengunggah dan membangun kehidupan yang lebih baik. Meski dapat dikatakan tidak memiliki model komunikasi politik, namun saya optimis proses politik yang terjadi akan menciptakan komunikasi model politik sehingga dapat menjadi acuan praktek komunikasi politik yang berbudaya, dan bertanggung jawab,” tutup Lely.

(007)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samskriti Sindhu World Cultures Celebration : Hanya kesadaranlah yang bisa menghasilkan perayaan. Tanpa kesadaran, Tidak ada perayaan

    Samskriti Sindhu World Cultures Celebration : Hanya kesadaranlah yang bisa menghasilkan perayaan. Tanpa kesadaran, Tidak ada perayaan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Gianyar, Selasa  30  September  2025 Samskriti Sindhu World Cultures Celebration : Hanya kesadaranlah yang bisa menghasilkan perayaan. Tanpa kesadaran, Tidak ada perayaan     (Guruji Anand Krishna dalam buku AH, Mereguk Keindahan Tak Terkatakan, Pragyaa-Paaramita Hridaya Sutra Bagi Orang Modern) Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Minggu malam tanggal 27 September 2025 di Anand Ashram Ubud, setelah sekian […]

  • Pemkot Denpasar Gelontor PIP Tahap II Dukung Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

    Pemkot Denpasar Gelontor PIP Tahap II Dukung Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

    • calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Denpasar,  Selasa  26  Januari  2021   Pemkot Denpasar Gelontor PIP Tahap II Dukung Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra berbincang dengan salah satu pelaku UKM di Denpasar.   BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemkot Denpasar terus berupaya untuk mendukung pemulihan ekonomi di tengah pandemi saat ini. Maski wabah covid-19 belum usai, inovasi […]

  • Kapolri Beri Perhatian Khusus Kepada Polda Papua dan Papua Barat Dalam Seleksi SIP Tahun 2021

    Kapolri Beri Perhatian Khusus Kepada Polda Papua dan Papua Barat Dalam Seleksi SIP Tahun 2021

    • calendar_month Sabtu, 13 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta,  Sabtu  14  Maret  2021   Kapolri Beri Perhatian Khusus Kepada Polda Papua dan Papua Barat Dalam Seleksi SIP Tahun 2021     JAKARTA,indonesiaexpose.co.id –  Seleksi penerimaan calon perwira telah usai dengan diumumkannya hasil kelulusan tingkat Mabes Polri dan Panitia Daerah (Panda) Jajaran Polda seluruh Indonesia. Para Bintara tersebut akan mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi […]

  • ITB Stikom Bali

    ITB Stikom Bali

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  05  Agustus  2021 ITB Stikom Bali    

  • Segenap Manajemen dan Keluarga Besar PT.PLN (persero) UID Bali

    Segenap Manajemen dan Keluarga Besar PT.PLN (persero) UID Bali

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  26  Maret  2025 Segenap Manajemen dan Keluarga Besar PT.PLN (persero) UID Bali  

  • Menang Pilkada, Koster-Giri dan Sanjaya Dirga Ucapkan Terimakasih Kepada Seluruh Masyarakat

    Menang Pilkada, Koster-Giri dan Sanjaya Dirga Ucapkan Terimakasih Kepada Seluruh Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Tabanan,  Kamis  12  Desember 2024   Menang Pilkada, Koster-Giri dan Sanjaya Dirga Ucapkan Terimakasih Kepada Seluruh Masyarakat       Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Koster-Giri dan Sanjaya-Dirga, menyampaikan rasa terimakasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada pihaknya dalam Pilkada 27 Nopember 2024 yang lalu. Dukungan ini adalah bukti nyata […]

expand_less