Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nusa Tenggara Timur » Ratusan Karyawan Demo Disnaker , Tuntut Hapus Potongan Infaq Karyawan Yayasan RSI dan Bayar Hak Pekerja

Ratusan Karyawan Demo Disnaker , Tuntut Hapus Potongan Infaq Karyawan Yayasan RSI dan Bayar Hak Pekerja

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mataram, Kamis 29  Mei  2025

Ratusan Karyawan Demo Disnaker , Tuntut Hapus Potongan Infaq Karyawan Yayasan RSI dan Bayar Hak Pekerja

 

NTB, indonesiaexpose.co.id   –  Ratusan orang termasuk karyawan Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Jalan Gajah Mada, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Rabu (28/5/2025).

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang mereka alami, termasuk kebijakan pemotongan infaq 2,5 persen dari gaji karyawan yang dinilai tidak transparan hingga gaji dibawah UMR. Lebih dari 25 karyawan RSI ikut aksi.

Koordinator aksi, Syaifullah, mengatakan bahwa aksi ini digelar untuk memperjuangkan hak-hak karyawan yang selama ini dinilai diabaikan oleh yayasan. Dia menyebut, pemotongan infaq tersebut tidak pernah disosialisasikan secara resmi kepada karyawan dan dilakukan tanpa persetujuan.

“Pemotongan infaq itu kami tolak. Tidak ada penjelasan untuk apa dan ke mana uang itu disalurkan. Kami merasa diperlakukan tidak adil,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, diantaranya membatalkan pungutan infaq 2,5 persen kepada karyawan, membayar penuh hak-hak karyawan tanpa pemotongan yang tidak jelas, merombak total kepengurusan Yayasan RSI NTB termasuk evaluasi kepemimpinan Lalu Imam Hambali.

“Membayar hak karyawan seperti upah lembur dan insentif secara utuh, menyesuaikan gaji karyawan RSI NTB agar setara dengan Upah Minimum Regional (UMR) dan mengusut aliran dana hasil pemotongan gaji karyawan,” kata orator aksi, Syaifullah.

Melalui aksi ini, para karyawan RSI NTB berharap agar Disnaker Kota Mataram turut memediasi dan mendorong penyelesaian menyeluruh terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan Yayasan RSI NTB yang diketuai oleh Lalu Imam Hambali.

“Ini bukan sekadar soal infaq. Ini soal keadilan dan transparansi. Kami hanya ingin hak kami dipenuhi, bukan dijadikan objek pemotongan sepihak,” pungkas Syaifullah.

Spanduk-spanduk bernada tajam dibentangkan, antara lain bertuliskan “Tanggung Jawab, Ketua Yayasan Wajib Mundur”, “Hak Pekerja adalah Kewajiban”, “Potong Infaq Karyawan Buat Bayar Hutang?”, “Bayar Penuh Hak Kami, atau Kami Tuntut Sampai Akhirat!”, “Kembalikan Yayasan RSI NTB ke Tangan yang Tepat”, dan “Usut Dana Yayasan, Sekarang!”.

Salah seorang perwakilan karyawan yang telah bekerja selama 26 tahun mengaku kecewa dan merasa haknya diabaikan. Ia mengatakan tidak pernah diberi informasi terkait adanya pemotongan infaq.

Ia juga menambahkan, potongan tersebut dikhawatirkan akan terus berlaku hingga pensiun, yang menurutnya sangat tidak manusiawi.

“Kami tidak tahu potongan itu ke mana. Tidak pernah ada pemberitahuan, tahu-tahu gaji sudah berkurang. Padahal nilai itu sangat berarti untuk kebutuhan hidup kami,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Rudi Suryaman, mengatakan bahwa persoalan yang disampaikan para pendemo pada dasarnya berkaitan dengan pemotongan gaji berupa infaq sebesar 2,5 persen yang dilakukan secara sepihak oleh pihak yayasan RSI NTB.

“Tuntutan mereka sudah kami catat dan terima. Kami juga sudah sampaikan agar mereka melakukan dialog terlebih dahulu dengan pihak yayasan, barangkali bisa ditemukan jalan keluar terbaik,” ujar Rudi.

Ia menambahkan bahwa sebagai pemerintah, pihaknya akan turun tangan jika memang upaya mediasi internal menemui jalan buntu. “Kalau mentok, baru pemerintah bisa masuk untuk memediasi. Tapi ini kan internal mereka dulu, karena sifatnya infaq atau sumbangan, bukan potongan resmi yang diatur,” jelasnya.

Namun demikian, Disnaker tetap akan memantau jika ditemukan pelanggaran ketenagakerjaan, khususnya terkait pembayaran upah di bawah standar atau pelanggaran hak-hak normatif lainnya.

“Harapan kita, dua pihak bisa duduk bersama dan sepakat. Kalau sepakat, kami siap memfasilitasi mediasi secara resmi,” pungkasnya.

Latar Belakang Kasus

Masalah pemotongan infaq bukan satu-satunya polemik yang menjerat Yayasan RSI NTB. Sebelumnya, yayasan ini juga tersandung persoalan utang kepada kontraktor proyek pembangunan yang hingga kini belum diselesaikan.

Sejumlah kontraktor lokal menyatakan bahwa mereka belum menerima pembayaran atas proyek renovasi dan pembangunan di lingkungan RSI NTB. Nilainya disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Akibat belum dibayarnya proyek tersebut, kontraktor mengaku mengalami kerugian finansial dan bahkan harus menunda proyek lainnya. Situasi ini memicu ketegangan antara pihak yayasan dan para penyedia jasa.

(061)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudikerta ditahan

    Sudikerta ditahan

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Denpasar , Jumat  05  April  2019   Sudikerta ditahan   Foto/Ist BALI, INDEX  – Tersangka I Ketut Sudikerta, Mantan Wagub Bali, akhirnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali, Kamis Malam, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp150 miliar yang dilaporkan Alim Markus selaku bos PT Maspion Group Surabaya. “Terkait penahanan saya ini, saya […]

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Selasa  09  Juni   2020

  • Rai Mantra Dukung Pogram Taspen Life

    Rai Mantra Dukung Pogram Taspen Life

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Denpasar,  Sabtu  19  Oktober  2019   Rai Mantra Dukung Pogram Taspen Life ” Tingkatkan Kesejahteraan, Berikan Jaminan Bagi ASN ” BALI, INDEX – Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) PT Taspen Persero membuat anak perusahaan PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) dengan meluncurkan produk asuransi terbarunya yakni Taspen Dwiguna Sejahtera dan Taspen […]

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  20  Januari  2026 Renungan JOGER

  • Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Bagikan PMT dan APE Untuk Anak PAUD dan TK se-Kab.Tabanan

    Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Bagikan PMT dan APE Untuk Anak PAUD dan TK se-Kab.Tabanan

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Tabanan ,Selasa  07  Maret  2023 Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Bagikan PMT dan APE Untuk Anak PAUD dan TK se-Kab.Tabanan     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Sebagai langkah lanjutan guna meningkatkan status gizi dan memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, sekaligus upaya dalam penanganan Stunting, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Bunda PAUD Tabanan, selalu berkomitmen memberikan […]

  • Polres Konawe Salurkan Bantuan Sosial Untuk Korban Bencana Alam di Wonggeduku

    Polres Konawe Salurkan Bantuan Sosial Untuk Korban Bencana Alam di Wonggeduku

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Konawe, Rabu  06  April  2023 Polres Konawe Salurkan Bantuan Sosial Untuk Korban Bencana Alam di Wonggeduku   Kapolres Konawe AKBP Ahmad Setiadi Serahkan Bansos Untuk Warga Korban Bencana Alam di Wonggeduku, Selasa (4/4/2023)   Sulawesi  Tenggara,  indonesiaexpose.co.id – Kepolisian Resort (Polres) Konawe Polda Sulawesi Tenggara terus menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap warga Desa Langgonawe dan […]

expand_less