Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 555
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Senin 29  September  2025

Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

 

Presiden Prabowo Subianto (foto/ist)

Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Dalam pidato yang mengguncang publik di Munas VI PKS, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kata “brengsek” untuk menggambarkan perilaku direksi dan komisaris BUMN yang tetap menerima bonus meski perusahaan merugi. Kata itu bukan sekadar umpatan, melainkan simbol kemuakan nasional terhadap elite korup yang memperlakukan aset negara seolah warisan pribadi.

Saat Presiden Prabowo Subianto melontarkan kata “brengsek” untuk menyoroti perilaku sebagian direksi BUMN, publik seperti tersentak. Bahasa politik yang biasanya halus dan berlapis tiba-tiba dipecahkan oleh satu kata kasar yang justru terasa jujur.

” Dia kira itu perusahaan nenek moyang, perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek bener itu,” ujar Prabowo dengan ekspresi tegas saat berpidato di Munas ke-VI PKS, Senin (29/9/2025) lalu.

Maka ketika Prabowo menyebut “brengsek”, ia sebenarnya sedang menerjemahkan kemarahan rakyat yang tak lagi menemukan tempat di ruang birokrasi. Kata itu bisa saja dianggap kasar, tapi dalam konteks politik kita, justru terdengar paling jujur. Kata yang tidak menipu, tidak menutup-nutupi, dan tidak bersembunyi di balik protokol kepresidenan. Itu adalah cermin moral yang memantulkan wajah rapuh manajemen publik kita—wajah yang tersenyum di depan publik, tapi berpesta di atas kerugian negara.

Pembahasan: Bonus di Tengah Kerugian

Beberapa BUMN besar mencatat kerugian triliunan rupiah pada 2025:

  • Garuda Indonesia: rugi Rp 2,39 triliun
  •  Waskita Karya: rugi Rp 1,24 triliun
  •  KCIC Whoosh: rugi Rp 1,625 triliun
  •  Wijaya Karya: rugi Rp 780 miliar

Namun, direksi dan komisaris tetap menerima bonus dan tantiem miliaran rupiah. Bahkan, ada komisaris yang hanya rapat sebulan sekali tetapi menerima tantiem Rp 40 miliar.

Presiden Prabowo menyebut perilaku ini sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan negara. Ia mengancam akan melibatkan Kejaksaan Agung dan KPK untuk mengejar para pelaku korupsi di tubuh BUMN.

Permasalahan Utama: Kepemimpinan dan Tata Kelola yang Gagal

  1.  Leadership dan Manajerial Skills Lemah : Banyak direksi dan komisaris tidak memiliki kapasitas strategis, etika kerja, maupun integritas yang sepadan dengan tanggung jawab mereka.
  2. Good Corporate Governance (GCG) Diabaikan : Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan fairness hanya menjadi formalitas. RUPS sering kali menjadi ajang legalisasi bonus, bukan evaluasi kinerja.
  3. Budaya Korup dan Nepotisme  : Penunjukan jabatan sering kali berbasis koneksi politik, bukan meritokrasi. Akibatnya, BUMN dikelola oleh orang-orang yang tidak kompeten.

Rekomendasi Tegas: Revolusi Tata Kelola BUMN

Presiden Prabowo telah memulai langkah-langkah reformasi:

  • Menghapus tantiem bagi direksi dan komisaris BUMN yang merugi
  •  Membatasi jumlah komisaris maksimal 6 orang per BUMN
  •  Membentuk BPI Danantara untuk mengawasi 844 BUMN dan anak perusahaannya

Namun, untuk benar-benar bersih, diperlukan:

1. Audit independen berkala dengan publikasi terbuka
2. Rekrutmen berbasis meritokrasi, bukan koneksi
3. Sanksi pidana dan pemecatan langsung bagi pelaku penyalahgunaan
4. Insentif berbasis kinerja nyata, bukan klaim administratif
5. Digitalisasi sistem pengawasan dan transparansi keuangan

Kesimpulan:
BUMN Harus Jadi Pilar, Bukan Beban

Kemarahan Presiden Prabowo adalah refleksi dari kemarahan rakyat. Jika BUMN terus dikelola oleh elite yang korup dan tidak kompeten, maka bukan hanya APBN yang defisit—kepercayaan publik pun akan runtuh. Revolusi tata kelola bukan pilihan, tapi keharusan.

Namun, kemarahan itu tidak berhenti pada kata. Prabowo menambahkan ancaman yang tak kalah keras: ia akan mengirim Kejaksaan dan KPK untuk menindak direksi yang bermain di wilayah abu-abu.

“ Saya mau kirim Kejaksaan dan KPK kejar-kejar itu,” katanya, dengan nada setengah sarkastik, “nanti dibilang saya kejam lagi.” Di sini kita bisa melihat gaya khas Prabowo—tegas, teatrikal, tapi tetap dengan perhitungan politik, bahwa negara ini membutuhkan guncangan agar roda birokrasi kembali berputar.

(017)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar Bali gandeng Pengusaha Muda Indonesia

    PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar Bali gandeng Pengusaha Muda Indonesia

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Gianyar, Sabtu 14 Desember 2019   PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar Bali gandeng Pengusaha Muda Indonesia Deputi Bisnis Area Denpasar II PT Pegadaian Persero Ketut Winata (tengah) di acara Gathering Pegadaian dengan BPC HIPMI yang berlangsung di Kab.Gianyar,Bali, Sabtu (14/12/2019)   BALI, INDEX – PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar menggelar sinergi dengan tiga Badan Pimpinan […]

  • Walikota Jaya Negara Resmikan TPS3R Paku Sari Kelurahan Panjer.Minta Langsung Beroperasi Tangani Masalah Sampah di Wilayah Panjar.

    Walikota Jaya Negara Resmikan TPS3R Paku Sari Kelurahan Panjer.Minta Langsung Beroperasi Tangani Masalah Sampah di Wilayah Panjar.

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  27  Januari  2022   Walikota Jaya Negara Resmikan TPS3R Paku Sari Kelurahan Panjer.Minta Langsung Beroperasi Tangani Masalah Sampah di Wilayah Panjar. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat meresmikan Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuce dan Recycle (TPS3R) Paku Sari Kelurahan Panjer pada Kamis (27/1/2022).   […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Bali, Senin 27  Januari  2020   Renungan  JOGER  

  • Kapolri: Pelaku Teror Seorang Wanita Berinisial ZA, Simpatisan ISIS

    Kapolri: Pelaku Teror Seorang Wanita Berinisial ZA, Simpatisan ISIS

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Jakarta,  Kamis  01  April  2021   Kapolri: Pelaku Teror Seorang Wanita Berinisial ZA, Simpatisan ISIS     Jakarta, indonesiaexpose.co.id  –   Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pelaku teror yang melakukan penyerangan di Mabes Polri merupakan seorang wanita berinisial ZA. “Bernama ZA (25), alamat di jalan Lapangan Tembak, Kepala Dua Wetan, Jakarta Timur. Berdasarkan face recognatiion, […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  30  Agustus  2020   Renungan  JOGER  

  • Polda Jabar Berlakukan Ganjil Genap Terpadu di Puncak Bogor

    Polda Jabar Berlakukan Ganjil Genap Terpadu di Puncak Bogor

    • calendar_month Sabtu, 11 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Bandung, Sabtu  11  September   Polda Jabar Berlakukan Ganjil Genap Terpadu di Puncak Bogor   Jawa Barat,indonesiaexpose.co.id  –  Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memberlakukan aturan ganjil genap kendaraan bermotor secara terpadu di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor tanggal 10 sampai 12 September 2021, untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas akhir pekan. Terkait hal tersebut Wakapolda Jabar […]

expand_less