Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Ida Bhatara Turun Tangan?  Bawa Pesan Keras untuk Investor Perusak Alam Bali

Ida Bhatara Turun Tangan?  Bawa Pesan Keras untuk Investor Perusak Alam Bali

  • account_circle 080
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 370
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Kamis  04 Juni  2026

Ida Bhatara Turun Tangan?  Bawa Pesan Keras untuk Investor Perusak Alam Bali

 

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Suasana audiensi Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FOR HATI Bali) dengan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, Rabu (3/6/2026), mendadak berubah menjadi peristiwa yang mengundang perhatian publik.

Di tengah jalannya audiensi yang membahas berbagai persoalan tata ruang dan pembangunan di Bali, seorang mahasiswi Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS), Putu Alya Vina Lestari, semester IV Jurusan Ekonomi dan Bisnis Internasional, tiba-tiba penerima pesan semesta.

Peristiwa tersebut terjadi setelah tokoh masyarakat Bali, Jro Gde Sudibya, melantunkan Tembang Sutasoma. Dalam kondisi tidak sadar, Alya terlihat memeluk Jro Gde Sudibya seolah menyampaikan pesan agar seluruh elemen masyarakat tetap mengawal tata ruang Bali dan menjaga kesucian alam Pulau Dewata dari berbagai bentuk kerusakan.

Menurut sejumlah pemerhati spiritual Bali yang hadir, peristiwa itu diyakini sebagai bentuk penyampaian pesan leluhur mengenai kondisi Bali yang semakin tertekan oleh pembangunan yang mengabaikan keseimbangan alam dan nilai-nilai kearifan lokal.

Pesan yang muncul dalam peristiwa tersebut menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang mencari keuntungan dengan merusak alam Bali. Dalam filosofi Bali, gunung merupakan sumber kesucian, laut menjadi tempat penyucian dan pelepasan segala kekotoran, sementara daratan adalah ruang kehidupan yang harus dijaga keseimbangannya.

Pesan spiritual itu juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap tatanan alam dapat membawa berbagai konsekuensi, mulai dari berkurangnya sumber pangan, menurunnya kualitas kehidupan, hingga rusaknya hubungan sosial di tengah masyarakat.

Kejadian di ruang audiensi DPRD Bali tersebut langsung menjadi perhatian peserta rapat. Banyak yang menilai kejadian itu sebagai simbol kuat bahwa persoalan tata ruang Bali bukan hanya menyangkut aspek hukum dan pembangunan, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

Usai peristiwa tersebut, Putu Alya Vina Lestari mengaku menyadari apa yang terjadi pada dirinya. dia sadar sepenuhnya, hanya susah mengungkapkan sehingga yang keluar teriakan dan tangis

Ia menyebut pengalaman yang dialaminya sebagai  penerima pesan semesta yang memiliki makna mendalam terkait pentingnya menjaga alam dan kesucian Bali.

Peristiwa langka di Gedung DPRD Bali ini pun memunculkan berbagai tafsir. Namun satu pesan yang dianggap mengemuka adalah seruan agar pembangunan di Bali tetap berpijak pada keseimbangan antara investasi, kelestarian lingkungan, adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan para leluhur.

“Di tengah polemik tata ruang dan derasnya arus investasi, peristiwa kerauhan dalam audiensi Pansus TRAP DPRD Bali menjadi pengingat bahwa Bali tidak hanya dibangun dengan beton dan modal, tetapi juga berdiri di atas warisan spiritual, adat, dan kesucian alam yang dijaga turun-temurun.”

Sebelumya Gubernur Bali terpilih Periode 2025-2030, Dr. Wayan Koster, menegaskan bahwa tindakan merusak alam Bali akan membawa kutukan sebagaimana diamanatkan dalam Lontar Bhisama Batur Kalawasan. Hal ini disampaikan dalam seminar bertajuk “Bali Mau Dibawa Kemana” .yang digelar Paiketan Krama Bali di Kampus IPB Internasional Denpasar, Jumat (11/1/2025).

Koster menjelaskan bahwa filosofi tersebut menjadi dasar dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bertujuan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Ia menekankan konsep Sad Kerthi sebagai pedoman pembangunan, yang mencakup enam elemen, seperti Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.

“Ingatlah pesanku, wahai anak-anakku sekalian, di kemudian hari jagalah kelestarian gunung dan laut. Gunung adalah sumber kesucian, laut tempat menghilangkan kekotoran, di tengah daratan melaksanakan kehidupan. Kalau melanggar, akan terkena kutukan, kekurangan pangan, umur pendek, dan kerusakan hubungan sosial,” ujar Wayan Koster, mengutip arti isi lontar Bhisama Batur Kalawasan.

Ia memastikan bahwa pesan leluhur ini akan terus menjadi landasan kebijakan pemerintahannya. “Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Jika kita melanggar, kutukan itu nyata. Bali harus dibangun dengan menghormati warisan leluhur,” tandas Koster.

(080)

  • Penulis: 080
  • Editor: Siregar
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  06  Pebruari  2025 Renungan  Joger  

  • Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Peringati Tumpek Wayang

    Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Peringati Tumpek Wayang

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  18  Januari  2025 Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Peringati Tumpek Wayang   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemkot Denpasar menggelar Upacara Persembahyangan bersama dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Wayang di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (18/1/2025). Persembahyangan ini dilaksanakan sebagai wujud syukur serta memuja tuhan dalam manifestasinya memberikan pencerahan ke hidupan di dunia serta mampu membangkitkan […]

  • Massa FPI Gelar Aksi Damai di Depan Mapolresta Bandung

    Massa FPI Gelar Aksi Damai di Depan Mapolresta Bandung

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  16  Desember  2020   Massa FPI Gelar Aksi Damai di Depan Mapolresta Bandung JAWA BARAT,indonesiaexpose.co.id –  Ratusan massa FPI pendukung MRS menggelar aksi damai di depan Mapolresta Bandung, Selasa (15/12/2020). Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, pada aksi tersebut ada beberapa tuntutan yang disampaikan, diantaranya penangguhan pimpinan FPI MRS yang saat ini […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  16  Agustus  2020   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Bangli, Selasa 01 November 2022        

  • Gugah Kepedulian Masyarakat, Tiga Banjar Gelar Aksi Kebersihan Sungai

    Gugah Kepedulian Masyarakat, Tiga Banjar Gelar Aksi Kebersihan Sungai

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin   24 Mei  2021   Gugah Kepedulian Masyarakat, Tiga Banjar Gelar Aksi Kebersihan Sungai Tiga Banjar yang berada di Kota Denpasar, yakni Banjar Ceramcam, Kesiman, Banjar Pekandelan Kauh dan Banjar Abiankapas Kaja menggelar aksi kebersihan di Tukad Lobong dan Tukad Junggut, Minggu (23/5).   Bali, indonesiaexpose.co.id – Tiga Banjar yang berada di Kota Denpasar, […]

expand_less