Breaking News
light_mode
Beranda » Bali » Bertempat di Santrian Gallery , Djaja Tjandra Kirana Suguhkan Karya Rupa Silang Budaya Lintas Bangsa 

Bertempat di Santrian Gallery , Djaja Tjandra Kirana Suguhkan Karya Rupa Silang Budaya Lintas Bangsa 

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 26 Jun 2019
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar,  Rabu  26  Juni  2019

 

 

Bertempat di Santrian Gallery , Djaja Tjandra Kirana Suguhkan Karya Rupa Silang Budaya Lintas Bangsa

 

Dengan mengambil tema ” Culture  In  Colours ” Djaja Tjandra Kirana Suguhkan Karya Rupa Silang Budaya Lintas Bangsa

 

BALI,  INDEX —  Perupa Djaja Tjandra Kirana memamerkan 19 karya seni rupa yang mengusung konten akulturasi budaya lintas bangsa dalam pameran tunggal bertajuk “Culture in Colours” di Santrian Gallery Sanur, mulai 28 Juni hingga 9 Agustus 2019.

Menurut Pengamat Seni rupa, I Wayan Redika, pada acara Jumpa Pers pameran tunggal bertajuk “Culture in Colours” , Rabu (27/6), di Santrian Gallery Sanur, cukup banyak karya Djaja Tjandra Kirana serta apresiasi yang ia dapatkan. Salah satunya berupa penghargaan nasional dan internasional.

“Dengan beragam apresiasi nya tersebut, tak membuat Candra takabur kemudian terhenti berproses seolah telah meraih segalanya, melainkan apresiasi semacam itu akan menjadi dokumen kesenian kebanggaan keluarganya, serta perlu diikuti jejaknya oleh anak muda,” katanya.

Lanjutnya, memaknai banyak peristiwa budaya lintas generasi, banyak karyanya yang berkisah Bali di masa lampau yang ia simpan di kanvas sebagai karya seni. Hal serupa juga ia dokumentasikan dalam fotografi, subkesenian yang lain yang ia geluti sampai sekarang. Membaca Bali, ternyata tak bisa dilepaskan dengan akulturasi yang terjadi akibat gesekan dan kedatangan imigran bangsa lain yang juga menambah khazanah kebudayaan di Bali.

Sementara itu, menurut Djaja Tjandra Kirana, pamerannya kali ini merupakan kelanjutan dari pertanyaan yang sering muncul di benaknya: kenapa di usia semakin tua semangat untuk menciptakan karya seni justru semakin menggelora.

“Tak ada yang bisa saya yakini atas sejumlah jawaban yang menghampiri. Di tengah suasana seperti itu, ketulusan sikap dan keiklasan mengikuti jejak pikiran untuk berkarya adalah jawaban sementara yang boleh saya yakini,” imbuhnya.

Menurut Tjandra, wacana kesenian akan bermuara pada karya visual. Melalui karya seseorang bisa digugat, disanjung, dan dipuji sebagai sebuah pencapaian. Meski demikian, ia tak terlalu hirau dengan sesuatu yang terjadi setelah karya terselesaikan. Biasanya itu hanya menjadi refleksi visual untuk menggugah proses penyempurnaan karya berikutnya.

“Bagi saya lebih penting mengemban ketulusan hati dan meneguhkan sikap dan semangat untuk terus berkarya,” tuturnya.

Keyakinan ini membuat Tjandra jenak berada di ruang kesenian, dengan kesederhanaan mengeksplorasi daya pikir untuk selalu mengikuti jejak perkembangan seni rupa yang pesat mengglobal. Pameran demi pameran di dalam maupun di luar negeri, selagi ada kesempatan tak pernah ia lewatkan.

Pertemuan dengan berbagai pihak di ruang pamer membuatnya serasa tak pernah lepas dari kerumunan mereka yang sama-sama bergiat di medan kesenian, bahkan semakin hari deret pertemanan saya semakin bertambah, memang menggembirakan.

Tjandra lahir di Denpasar 29 Juni 1944. Awalnya belajar melukis sendiri sejak masih di dekolah dasar. Pada 1963 memulai karir sebagai fotografer sambil tetap menikmati kegiatan melukis. Sejak 1985 menunjukkan eksistensinya di bidang seni lukis dan menjadi anggota sejumlah komunitas perupa.

Ia sangat mensyukuri perjalanan kehidupan memasuki usia 74 tahun pada 29 Juni 2019 dan menyiapkan karya untuk pameran ini. Dalam pameran tunggal yang ke-8 ini, Tjandra masih setia pada keagungan budaya Tanah Air yang dikembangkan menjadi kebudayaan lintas bangsa. “Culture in Colours” akan menjadi peringatan sederhana tentang kemuliaan usia manusia untuk memaknai doa dan kesetiaan bagi siapa saja yang hadir dalam pameran ini.

Tjandra boleh bangga bahwa lahir, tumbuh dan tua di Bali, di mana tempat yang sarat dengan budaya dan ragam tradisi yang unik telah menempa jiwa dan karakter saya dalam membangun etika dan estetika.

Tjandra menjelaskan bahwa akulturasi dan perkembangan silang budaya, khususnya kebudayaan bangsa lain, seperti China, India, Arab dan lainnya secara khusus ia cermati. Hal itu melekat dalam sejumlah karya yang dipamerkan saat ini.

“Semoga pameran ini mampu memberikan narasi visual yang mencerahkan dalam melengkapi wawasan kebudayaan yang tak terpisahkan dalam berkesenian,” katanya.

Budayawan Dr. Jean Couteau melalui esai dalam katalog pameran mengungkapkan kejelian Tjandra menangkap bauran budaya dari tanah leluhurnya, China, dan Bali, tempat ia lahir dan dibesarkan. Misalnya, dalam lukisan yang menggambarkan perjumpaan barong Bali dengan barongsai Cina dengan mural latar belakang yang menampilkan penari wanita Bali dengan gaya Kamasan.

Jean menambahkan Tjandra tak hanya mencermati aktivitas dan interaksi manusia, tetapi juga benda-benda mati seperti vas bunga, keramik, kain, dan lain-lain seperti dalam karya dengan tema alam benda (still life) dalam pameran ini. Ada pula peralatan upacara, arsitektur, serta berbagai ikonografi yang menggambarkan silaturahmi budaya pada masa lampau yang kini cair dalam keseharian.

Sahabatnya, yang juga seorang pecinta seni, Tossin Himawan mengatakan, Tjandra adalah seorang seniman multitalenta. Selain tekun melukis, Tjandra juga piawai dalam bidang fotografi yang menyabet sejumlah gelar termasuk menjadi juri ajang bergengsi seperti Salon Foto Indonesia. Pengakuan dunia internasional ia miliki di antaranya, ARPS di Inggris (1984), Thailand serta PSA dari Amerika Serikat, sedangkan dari tingkat nasional seperti PAF Bandung dan institusi lainnya.

Partisipasi aktifnya sampai hari ini di ajang lokal maupun internasional menghasilkan setumpuk penghargaan, hal ini tentu memaksa kita untuk mengetahui dan mendalami bagaimana perjalanan keseniannya yang fokus terhadap kegiatan seni budaya. Seni rupa dan fotografi berkelindan dalam keseharian Tjandra memunculkan sinergi yang inspiratif menjadi gaya unik, artistik, dan inovatif. Tema-tema kreatif dapat dinikmati melalui kecanggihan teknis dalam mencapai karya fotografi yang ungul serta harmoni yang indah pada lukisan.

Pemilik Santrian Gallery Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan bak peribahasa, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijujung”, Tjandra mengejawantahkannya melalui perilaku dan karya, baik fotografi maupun seni lukis. Aktivitas seni, adat, tradisi, dan keseharian masyarakat Bali sangat kental dalam karyanya yang hampir tak luput dari persinggungan akulturasi budya.

Gusde, sapaan akrab Sidharta Putra, menambahkan sangat bangga memamerkan karya Tjandra seraya berharap semangat berkesenian hingga di usia senja itu tertular kepada para seniman yang lebih muda. “Kami juga memohon dukungan para pecinta seni agar galeri ini tetap konsisten memamerkan karya seni rupa untuk mewadahi kreativitas para seniman,” tandasnya.

(002)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Level 4 Dihari Terakhir, Polres Gianyar Konsisten Laksanakan Penyekatan.

    PPKM Level 4 Dihari Terakhir, Polres Gianyar Konsisten Laksanakan Penyekatan.

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Gianyar, Selasa  03  Agustus  2021   PPKM Level 4 Dihari Terakhir, Polres Gianyar Konsisten Laksanakan Penyekatan.   Polres Gianyar  lakukan penyekatan di sejumlah perbatasan Kabupaten Gianyar -Bali, Senin (2/8/2021).   Bali, indonesiaexpose.co.id  – Menjelang berakhirnya PPKM Level 4 wilayah Jawa-Bali Jajaran Polres Gianyar tetap konsisten lakukan penyekatan di sejumlah perbatasan Kabupaten Gianyar, pada Senin (2/8/2021). Kegiatan […]

  • Kapolri Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Brimob Dalam Tugas Kemanusiaan

    Kapolri Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Brimob Dalam Tugas Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta,  Sabtu  27  Maret  2021   Kapolri Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Brimob Dalam Tugas Kemanusiaan     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jumat (26/3/2021) secara resmi menutup Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia (Brimob Polri) tahun 2021. Dalam arahannya, Kapolri berterima kasih dan mengapresiasi kepada personel Brimob […]

  • Kebo Iwa Blood Donation ke-22 Tahun di Ubud

    Kebo Iwa Blood Donation ke-22 Tahun di Ubud

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Ubud, 12 Pebruari 2020.   Kebo Iwa Blood Donation ke-22 Tahun di Ubud   BALI, INDEX  –  Untuk mencapai hidup yang damai dan berbahagia dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Demikian yang disampikan oleh Ida Rsi Wisesanatha, salah satu Pembina Paiketan Krama Bali saat Kebo Iwa Blood Donation (Donor Darah dengan spirit Kebo […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  23  September 2023 Renungan  Joger

  • ITB Stikom  Bali

    ITB Stikom  Bali

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Bali, Rabu 2 Juni 2021   ITB Stikom  Bali  

  • Diaz Hendropryono : Negara Maju ,Mampu tangani Masalah Sampah

    Diaz Hendropryono : Negara Maju ,Mampu tangani Masalah Sampah

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  14  Agustus  2019   Diaz Hendropryono : Negara Maju ,Mampu tangani Masalah Sampah   Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Staff Khusus Presiden RI, Diaz Hendropryono, Manajer Program BEDO Jeff Kristianto (pojok kiri),saat menjadi Narasumber Workshop bertajuk ‘Dibuang Sayang’ bertempat di Rumah Sanur Creative Hub, Denpasar- Bali, Rabu (14/8/2019).   BALI, INDEX  –  Komitmen Pemerintah Kota […]

expand_less